Pages

Saturday, July 4, 2015

16.TOUR de ASIA_Pesta dadakan untuk tiga kakek

Daerah Great palace

Hari ini ahad aku ingat karena besok Senin akan berkunjung ke kantor kbri Bangkok,selesai subuh joker dan Opung Yosef sitor tidur lagi,aku tidak tidur lagi tapi membuka fb dan meneruskan catatan perjalananku sambil mendengar kicauan burung di pohon yang tumbuh dihalaman warga.
Sudut lain kota Bangkok
Sekitar jam 9.00 pagi,tiba tiba datang serombongan pesepeda ke mesjid,mereka berbahasa Indonesia,dalam hatiku bertanya tanya,siapa rombongan ini dan apakah dia akan menjemput kami,dan kalau betul siapa yang memberi tahu kedatangan kami,tapi setelah bersalaman dan ternyata bukan, mereka kebetulan berkunjung kesitu tidak ada hubungan denganku,tapi diantara mereka ada yang pernah membaca berita kedatangan kami TDa bersepeda dari pekanbaru di FB kawannya,lalu setelah foto foto mereka pergi.
Mereka kebetulan tahu
Jam 10 kami pergi jalan dengan tujuan Great palace rencana pakai bus,tapi setelah jalan dan tanya kian kemari kami gagal naik bus akhirnya carter taxi,woow... ongkos nya sama dengan satu hari uang makan kami.
Pagi hari minggu di great palace ramai sekali,antri dimana mana,daerah tersebut adalah daerah object turis,apalagi hari itu adalah hari Ahad jadi turis local juga banyak berkunjung saat itu....pusing aku kata opung yang sempat dilarang masuk karena pakai celana pendek,tapi bukan opung namanya kalau langsung menyerah dia lihat petugas lengah opung myelinap dikerumunan orang..hehe
Waktu menuju patung wat Po,joker terpisah dengan kami. belakangan joker cerita kami berdua hilang pada hal joker sendiri yang hilang..hehe

Great Palace
Aku dan opung lihat ticket masuk 500bht area wat po cukup mahal buat kantong kami,tapi aku perhatikan di bagian pintu masuk untuk orang lokal tidak pakai tiket lalu kami nekat masuk kebagian pintu masuk yang gratis,eee...petugasnya senyum senyum saja,kami juga pasang senyum ramah sok akrap tapi jantungku deg degan takut ditanya..hmm ini namanya uji nyali jadi jangan ditiru..wkwkkk
Celana pendek dilarang masuk oom...
Jam 14 kami pulang ke mesjid Indonesia tanpa joker dan tidak berapa lama joker menyusul datang,sambil menjustifikasi ketidak bersalahannya.
Sore itu aku dapat inbox dari eko widodo (kawan FB di Bangkok) bahwa kalau saya punya waktu dia dan komunitas sepeda Indonesia di Bangkok ingin bertemu kami sehabis magrib nanti. 

Dijemput pesepeda Indonesia di Bangkok

Aku menyetujuinya,lalu sehabis magrib lebih kurang 10 orang bersepeda yang terdiri dari profesional muda indonesia bekerja di Bangkok datang ke tempat kami dan mengajak gowes cari bakso Indonesia. Mereka mengetahui kami dari Mas Dicky yang saat itu dalam perjalanan dari jakarta ke Bangkok lalu menyuruh kawan kawannya di Bangkok mencari tahu keberadaan kami saat itu. Eko Widodo yang pagi tadi secara kebetulan bertemu dengan kami memberi tahu komonitas pesepeda indonesia di Bangkok tentang keberadaan kami hingga kami dijemput.
Malam itu kami langsung pamitan pada jamaah dan imam masjid Indonesia,terasa berat juga meninggalkan jemaah yang mulai akrap dengan kami.
Nite riding di kota Bangkok sangat beresiko tapi dengan adanya komunitas sepeda lokal yang mengerti kiat kiat jalan malam kami jadi percaya diri juga.
Rupanya bakso indonesia malam itu tutup,lalu pak Didit Janu Dwiana arek Malang yang menjadi guru di sekolah indonesia Bangkok mengajak kerumahnya disebuah kawasan dekat KBRI,kami di siapkan makan dan doa keselamatan untuk keberangkatan kami besok pagi. 



Jamuan makan dirumah Cak Didit

Tanda tangan kenangan

Kenangan dengan sahabat kami di Bangkok
Aku merasa tersanjung dan terharu melihat acara spontan yang diadakan mereka ini,mereka adalah orang orang sibuk tapi mendoakan keselamatan kami dan bersedia meluangkan waktunya untuk membesarkan hati kami yang baru dikenalnya melalui FB yang bersileweran.
Selesai acara,kami bertiga dibawa nginap di Apartemen mas Dicky di greate diamond yang mewah dan sepeda kami tinggal dirumah cak Didit. Mas Dicky adalah seorang profesional di bidang perminyakan dan sudah sepuluh tahun ini bekerja di Bangkok dan keluarganya tinggal di Jakarta dan rutin dikunjunginya sekali dua minggu,sepertinya Bangkok jakarta dekat saja bagi mas Dicky ini. Tidur di tempat mewah handy cup tersendiri bagiku untuk bisa nyenyak tapi kali ini Alhamdulillah bisa tidur walaupun sudah lewat jam 01 dini hari.

No comments:

Post a Comment