Pages

Monday, July 6, 2015

20.TOUR de ASIA_Phon ke Khon kaen


Waktu sampai di gas station di kota phon kami survey tempat untuk pasang tenda dan jatuh pilihan di sudut belakang taman cafe Amazon. Sewaktu joker mau pasang tenda petugas area area datang tergopoh gopoh dengan bahasa goyangan tangan bahwa di area tersebut tidak boleh Camping,lalu dia menunjukan kami kesuatu tempat disamping mini market dekat compressor Ac sambil mengacungkan jempolnya,aku bilang "okay,kun kap" diarea ini dekat dengan jalan raya dan sedikit heboh suara kendaraan di jalan raya,tapi itu tidak terlalu masaalah bagi kami,dalam hitungan menit tenda kami sudah berdiri,malamnya mencari makanan halal,terlihat sosis dari perut babi bergelantungan di lapak lapak sepanjang jalan,ada juga daging kucing yang dipotong potong sebesar telapak tangan dan masih segar terlihat jelas bulu kucing yang malang tersebut. 








Selera makanku langsung anjlok ke titik nol..tapi aku dan opung terus berusaha mencari makanan halal sambil bertanya sebisanya ke tukang warung memakai google translete dengan kata kata "aku tidak makan babi" atau memperlihatkan gambar babi yang tidak boleh kami makan,akhirnya satu warung menawarkanku membuatkan telor rebus dan lalap.
Tidurku ditenda malam tadi terasa seperti diatas kapal pompong,bunyi dan getaran kompresor ac dekat sekali ke kepalaku,tapi karena capek akhirnya ketiduran juga hingga terbangun 5.30pagi. 


Joker masih mengeluh karena diare lalu obat norit yang kupersiapkan dari rumah diberikan pada joker.
Udara cerah dan panas tidak menghalangi lajunya kayuhan kami hingga rata rata 22km/jam apa lagi di jalan yang mulus dan bebas hambatan dengan pemandangan sawah kiri kanan jalan.
Jam 13 kami berhenti di gas station Esso setelah menempuh 70km yaitu di daerah Mueang khonkaen. Kami putuskan untuk istirahat disini karena cuaca yang terlalu panas. 


Di Thailand setiap gas station selalu di dudukung dengan fasilitas mini market,food court,toilet yang bersih serta lapak dan cafe Amazon yang dikelola dengan baik seakan akan kalau sudah masuk ke area ini segala kebutuhan harian kita bisa didapat. Ini adalah hari ke sepuluh kami di thailan dan kami masih punya tenggang waktu 4 hari lagi untuk tinggal,dalam sepuluh hari ini kami merasakan keramahan orang orangnya dan segala kekhawatiranku sebelum memasuki negri gajah putih ini jadi hilang sama sekali walaupun kami tidak menguasai bahasa thai,tapi dengan bahasa tubuh yang universal semuanya bisa diatasi. Sesuai dengan motto perjalanan kami yang serba ekonomis aku tidak khawatir tempat nginap gratis selagi ada gas station. 
Di gas station kami selalu jadi perhatian orang mungkin karena sepeda kami yang sarat muatan dan juga mungkin karena penampilan kami yang sudah gosong dan kucel,mereka awalnya bertanya dengan sopan dalam bahasa thai mungkin karena bentuk kita yang sama seperti orang Thai,tapi sewaktu kami beritahu "sorry I am Indonesia" mereka yang bisa bahasa inggris meneruskan pertanyaan berikut yang sangat menarik perhatian mereka,interaksi semacam ini adalah bahagian yang sangat aku sukai untuk mengisi waktu dan menambah informasi.

Tadi pagi kayuhan 10km masih di perbatasan kota Khon kaen mau menuju Odan Tani ban belakangku bocor,Yosef Sitor dan Tri Joko Waskito sudah jauh mendahuluiku,agak grogi juga aku sendiri.
Aku dorong sepeda ke gas station Intanhi,sewaktu bongkar dan tambal ban ada 3 orang thai mr.Pang dan kawannya yang memperhatikan aku lalu dg komunikasi seadanya dia berusaha membantuku membuka dan menambal benen yang bocor,sewaktu memompa tiba tiba pompanya tidak berfungsi,Mr Pang mengeluarkan hp dan menelpon seseorang sepertinya minta diantar pompa dia berusaha menenangkanku bahwa ada temannya yang akan datang membantu. 

dibantu orang tak ku kenal

Aku mengirim wachup pada joker dan yosef,lalu joker menanggapi dan segera kembali ke lokasi aku berada. Aku berusaha perbaiki pompa lagi Alhamdulillah berhasil dan rupanya tadi Mr Pang tidak sabar meluncur dengan mobilnya kerumah mengambil pompa,tidak berapa lama joker juga muncul,kemudian pompa yg dibawa Pang berhasil memompa dengan normal. Pang dan kawannya melanjutkan perjalanan ke udong tani pakai mobil dan aku melanjutkan perjalanan dengan sepeda bersama joker....Kop khun mr pang. Aku dan Joker mampir sebentar di sebuah mall untuk membeli benen cadangan lalu melanjutkan perjalanan 
beriringan,tiap sebentar melirik ke warung kalau ada opung menunggu kami,tapi sampai sore masih belum kelihatan si opung,aku yakin opung pasti didepan kami,karena sesuai komitmen kami siapapun yang didepan kalau istirahat harus memarkir sepedanya dipinggir jalan supaya jelas kelihatan dan diketahui oleh teman yang dibelakang sewaktu menyusul.
Odan  Thani

Tapi sudah sampai jam 19.00 malam kami masih belum ketemu opung,berjalan dalam kegelapan malam sangat beresiko kecelakaan.
Kami terus mengayuh dalam gelap sambil berharap ketemu gas station untuk numpang tidur dan berharap juga ada opung yang sedang menunggu disitu.

Malam di gas station

Jam 19.40 malam kami baru bertemu gas station untuk numpang tidur malam dan akhirnya kami menyerah sudah tidak kuat melanjutkan dan kami numpang istirahat dan camping di gas LPG station setelah 85km kayuhan  didaerah  Thanon 50km sebelum Udong tani,mudah mudahan besok ketemu opung lagi dalam keadaan sehat.

No comments:

Post a Comment