Pages

Saturday, June 29, 2013

Bersepeda Pekanbaru-Jakarta-Bandung-Bagian 7



 Akhirnya nyampe di Jakarta....

Petugas kebersihan tadi mengatakan aku memang ada temukan dompet coklat,tapi ngga tau punya siapa,dia perlihatkan dompet tersebut,ternyata benar,cek isinya masih utuh..Alhamdulillah musibah itu dihindarkan Allah,aku buru buru mengambil sepeda diikuti joker meninggalkan kapal lalu turun  ke dermaga memacu sepeda kami kearah Cilegon.Jam 18 sore sudah terasa gelap di pelabuhan merak, lampu sepeda dihidupkan,langsung gowes dengan harapan ketemu mesjid kami magrib dulu setelah itu kami usahakan ke serang sejauh 30km kra kira 2jam.
Joker begitu bersemangat mengatakan kita langsung ke Bsd saja malam ini,walaupun jalan datar dan terang,tapi perjalanan malam kurang bijak rasanya untuk kesehatan dan keselamatan,akhirnya kami berhenti untuk mabit di mesjid depan kantor imigrasi cilegon,mesjid tanpa nama dan sedang dalam pembangunan itu terletak persis sebelah kanan jalan merak serang.
Selesai sholat subuh aku sejenak terpaku sendu dalam doa syukur,aku ingat obsesiku untuk bersepeda dari pekanbaru ke jakarta yang entah kapan jadi kenyataan,tapi sekarang Allah sepertinya akan berikan semua impianku itu.insyalah dalam hitungan jam aku coba raih semua itu,barang sudah kami naikan ke sepeda,aku telpon ke rumah dan pak mohan menginformasikan kami segera  berangkat dan eta bsd 16wib.
Jam 06.30 pagi Jalan terasa masih sepi,pedal kami kayuh dengan suka cita di Ciruas 55km sebelum cikupa kami istirahat minum dipinggir jalan sambil menikmati padatnya lalu lintas.
Beberapa ruas jalan sebelum serang sedang diperbaiki,antrian panjang tidak menghentikan perjalanan kami,jalur kiri yang pas untuk satu kendaraan sepeda motor tetap kami lalui,asap kendaraan bercampur debu tercium kehidung,keringat membasahi tubuh dan lengkingan klakson kendaraan kadang kadang mengagetkan kami untuk lebih kepinggir lagi.
Beberapa kali kami berhenti di
serang,cikupa,balaraja dan akhirnya kami istirahat siang di Tangerang.
Jam 14 selesai sholat kami lanjutkan menuju target akhir bsd di rumah anaknya joker.
Aku coba  check jarak dan arah di google map,sayangnya tidak berhasi karena signal tidak bagus,setiap persimpangan kami bertanya jalan  pintas ke Graha raya bintaro klaster valensia.k7.
Kami diguyur hujan lebat.tapi perjalanan tetap lanjut,sepedaan dalam hujan ada untungnya karena  tubuh bisa jadi segar dan kendaraan juga jadi sepi.
Disimpang alam sutra depan Mc Donald kami berhenti melihat kalo ada team yang menunggu disitu,aku putari mc donald 2kali ternya tidak ada teman,tubuh kami yang basah kuyup jadi perhatian,tiba tiba telpon joker berdering dan terhubung dengan aster putri nya mengatakan rombongan penyambut sudah menunggu dirumah.
Segera kami menuju rumah graha raya valensia no 7 BSD Jakarta,kami sampai di rumah joker jam 17.00 dengan sambutan yang begitu hangat dari bapak bapak dan ibu HPC jabodetabek
sambutan yang begitu hangat dari bapak bapak dan ibu HPC jabodetabek

Kami salami satu satu dalam haru,badanku yang basah dengan air hujan dan keringat tidak dihiraukan mereka,kami berfoto dalam suka.
Alahamdulillah ternyata mimpi itu sudah terwujud hari ini dengan total jarak tempuh dari Pekanbaru ke Jakarta 1395km.
Terimakasih sahabatku,sampai ketemu di perjalanan berikutnya.
Salam
Katik n joker

Bersepeda Pekanbaru-Jakarta-Bandung-Bagian 6




Akankah nyampe di Bakauheni hari ini..?
 
Hari ini sudah 14 hari perjalanan turing kami atau Perjalanan etape terakhir kami di lampung sumatra yang dimulai dari desa sriwahono labuh maringgai.malam tadi kami di suguhi makan malam dari jamaah yang punya hajatan,nasi komplit lauk pauk yang dibagi sebungkus seorang menyelamatkan kami dari kelaparan malam itu karena dari informasi warga tidak ada warung nasi di desa tersebut. Pak Alihim indra sebagai tokoh agama didesa tersebut membawakan buah malicin (mirip buah duku tapi bukan duku) buahnya manis sekali dan bijinya lebih kecil dari duku,obrolan sehabis isha sangat menarik beliau menceritakan suka dukanya sewaktu baru masuk ke Lampung timur sebagai program bantuan guru agama dari Sumbar ke Lampung di tahun 80an dulu. Rasanya seperti masuk sarang penyamun,perampokan kemalingan dan pembunuhan sudah biasa dizaman tapi beliau bisa mengatasinya dengan dakwah dan mendekati aparat desa yang ternyata ikut dalam geng kriminal disitu.Saat ini mesjid yang dulunya berlantai tanah sudah bisa dibangun lebih bagus dan jemaah pun makin hari makin banyak. Pak Indra yang kelahiran painan akhirnya bisa betah disitu setelah dapat jodoh dengan gadis tempatan,saat ini tantangannya lain lagi yaitu adanya bermacam macam aliran/paham didesanya. Jam 21.30,joker minta duluan untuk istirahat,begitu juga aku sudah ngga tahan ngantuknya.
Bagda subuh kami disuguhi teh angat oleh pak Mukmin penjaga mesjid,nasi kemarin dikasih jemaah masih ada satu bungkus kami makan berdua tapi joker hanya makan sedikit karena takut habis makan biasanya pingin boker..kayak perut burung habis makan langsung jadi boker..hehe..
Tepat jam 06.30 sepeda kami kayuh menuju bakahuni yang masih 75km lagi.
Kami hari ini lebih semangat,karena bakauhuni yang ditunggu beberapa hari kini menunggu hitungan jam saja.
Tidak lama lagi tentu Bakahuni lagi

Jalan begitu mulus dan datar rasanya mau ngantuk karena monoton tapi tidak berapa lama ketemu jalan rusak yang menegakan mataku lagi.
Aku kayuh sepeda santai di jalan mulus itu sekali kali kulihat pal batu menunjukan 20km ktp (ketapang).
Tidak lama lagi tentu Bakahuni lagi.Aku terus mendayung dan memoriku kembali ke hari hari dengan keunikan daerah daerahnya serta keramahan orangnya yang tak mungkin terlupakan,aku akan mencatat semua ini sebagai sesuatu yang indah.
Sesama pengelana

Kami makin terpacu dan haru dengan adanya rencana penyambutan HPCPI atas kedatangan kami,sesuatu yang tak pernah kami duga sebelumnya.mudah mudahan apa yang kami lakukan ini bisa jadi inspirasi bagi yang lain untuk mengukir waktu dengan kehidupan yang lebih variatif dan sehat di hari tuanya,karena tua bukanlah belenggu tapi tua perlu mencari inspirasi yang baru agar hidup itu lebih hidup.
Tiba lamunanku buyar didepan terlihat hamparan laut,terlihat kapal mungkin itu feri yang menunggu kami,aku telpon joker dibelakang sebagai luapan kegembiraanku,aku berhenti disuatu pojok yang bagus untuk difoto dan kelihatan lautnya biar nanti bisa diceritakan ke hpcpi begitu pikiranku,ada penduduk lewat aku stop untuk minta tolong di fotokan,dia perhatikan aku dari atas kebawah,cara memandang seperti itu seolah olah aku ini mahluk Alien dari planet lain,lalu aku kenalkan diri baru dia percaya kalau aku betul betul manusia bumi...hehe..mungkin dia heran habisnya aku slonong slonong aja minta tolong...
Joker telpon kalau dia sudah masuk mesjid untuk jumatan,dan aku cari mesjid untuk jumaatan juga di mesjid jamik bakauhuni.
Selesai jumatan kami kumpul di gapura selamat datang dan pesan mpek mpek yang diasong abang abang rasanya uenak sekali apalagi makannya sambil nongkrong di bawah gapura nbakauhuni.
Aku kirim pesan ke bang Mohan tentang posisi kami saat itu menuju dermaga ferry.
Memasuki dermaga kami di cegat polisi karena salah jalur, seharus kami ke jalur penumpang yang tidak pakai kendaraan walaupun kami pakai sepeda,petugas mengasih tahu juga kalau kami bisa langsung ke ferry saja nanti ada tiket disitu,tapi setelah mau masuk ferry petugas bilang beli tiket di loket dulu...yaaa kembali dayung ke loket...tiket sudah dibeli kami uber ferry yang tadi akan  berangkat beberapa saat lagi...eeeh petugas security bilang "pak tiket bapak salah seharusnya tiket yang pakai kendaraan" laah "sewaktu beli tiket kami diberi tahu hanya tiket penumpang saja tidak pakai kendaraan,koq jadi begini"sanggah kami,aku dan joker sempat tegang,lalu pimpinan security datang menengahi ya boleh saja pak tapi pintu ferry sudah keburu ditutup...
Waduuuh...test kesabaran lagi nih,kami dianjurkan ke dermaga 2 dengan ferry jam 15,nunggu beberapa saat, lalu kami diizinkan naik...,Alhamdulillah ferry berangkat sekarang.
Kami keanjungan dan ambil kursi empuk

Kami keanjungan dan ambil kursi empuk bayar 5ribu biar nyantai...eee matahari masih masuk dari samping..pindah ah panas...jam 17.19 koq ferry ngga nyampe nyampe...eee ferry nya ngga jalan jalan,cuma hidup mesin doang....kampreeet...joker ngomel....aku jawab sompreeet...kami ngakak menertawaii siapa ya...?sampai ketemu di BSD....
Salam sehat
Katik n joker



4.Aku tidur tiduran di kursi malas diatas ferry yang dibayar tambahan rp5000,-,kami mengira duduk disitu ngga bayar taunya beberapa menit kami tidur tiduran petugas datang nagih..."pak tolong ongkos kursinya"
lalu joker nanya :lho bayar ya..?"
Petugas:  Iya pak kan bisa nyantai...
Aku diseberang beritahu joker"bayar aja ker,aku udah ngga bisa bangun nih" pantas dari tadi ngga ada yang mau duduk di kursi itu,rupanya harus bayar....oooowelehwaleh...masuak parangkap goceng...hehe
Aku segera bangun begitu dengar Suara informasi dari speaker ferry menyatakan supaya penumpang bersiap siap turun.
Aku check bawaan dikantong,koq dompetku ngga ada...jantung dag dig dug...cek kebawah kursi dan sekeliling juga ngga ada,aku pergi ke sepeda di palka di cek juga ngga ada.penumpang mulai antri turun...aku temui penumpang sampingku yang masih belum turun tapi dia katakan ngga lihat  dompet tapi dia lihat ada seseorang tinggi kurus sepertinya petugas kebersihan yang lewat disitu tadi.aku tanya petugas kantin juga ngga tau,akhirnya aku minta tolong petugas security untuk mencari seseorang sesuai ciri dan identitas yang diceritakan,security mencari dan menemukan seseorang dengan ciri yang sama.lalu dia menanyakan dompet.yang dbcari.
Segala macam doa aku panjatkan agar ketemu aku grogi sekali kejadian seperti ini berulang lagi.

Bersepeda Pekanbaru-Jakarta-Bandung-Bagian 5



SUNGAI LILIN ke PALEMBANG
 
Kami start dari Sungai lilin jam 07 pagi dan sampai di Palembang jam 17.00 sore dapat tempat nginap di mesjid Dakwah palembang yang berjarak 12km dari jembatan Ampera.
Jalan tidak terlalu bergelombang tapi traffic padat sekali,jadi extra hati hati karena kalau mobil truk akan melewati kami dan kebetulan ada lawan didepan maka kami harus turun bahu jalan,akan lebih sulit lagi di suatu pendakian didaerah pendakian di Banyuasin aku mengayuh didepan mobil truk yang antri dibelakang menunggu kami sampai dipuncak karena mereka tidak bisa memotong ada lawan didepannya.
desa Gajah mati

 Pernah tiga kali aku terpaksa turun bahu jalan karena dipepet diantaranya oleh mobil truk dengan nomor BM/Riau kearah palembang ,aku agak jengkel juga melihat tingkah sopir mobil BM tersebut,mungkin kalau bukan mobil Riau aku tidak peduli dengan cara demikian.
Kami istirahat siang di desa Gajah mati warung nasi Pangestu yang sering disinggahi truck truck besar ,ada ya ng nanya "jualan apa pak" 

Sepertinya menanya serius lalu sambil turun sepeda aku jawab kira kira yang pantas dengan muka dan bajuku yang kumal diwaktu itu"jualan sayur dek" aku buru pergi pesan minuman mizon dingin untuk basahi kerongkongan,tinggal dia clingak clinguk melihat pannier bag aku yang juga kumal kena lumpur dan debu.
"jualan apa pak"


Jam 16.00 jalan sudah terasa ramai dan rumah penduduk makin lama makin banyak itu salah satu tanda kita akan masuk kota,di km12 sebelum kota Palembang aku berhenti di mesjid Dakwah,beberapa orang mendekatiku dan bertanya darimana dan mau kemana lalu dan jawaban standard juga sudah aku persiapkan"dari pekanbaru mau ke jakarta" dan tambahannya apakah boleh kami menumpang nginap di mesjid ini? Salah seorang menjawab "oow tentu pak silahkan"ternyata pak sobur imam mesjid sangat ramah,kemudian pak Robert menimpali dengan gaya bicara medan
 "nanti kalau ada yang nanya nanya atau mengganggu bapak,bilang saja sudah diizinkan pak Robert yaa.."
lalu saya jawab sambil guyon "siap ndan"

Terakhir dapat informasi rupanya pak Robert adalah mualaf dan jadi pengurus di mesjid itu...dalam hati aku bersukur ketemu Robert yang siap membela kami saat itu,aku merasakan kenyamanan dan keamanan atas pertalian iman tersebut.
Menjelang subuh kami buru buru bangun karena mengumpulkan kain jemuran dibawah kipas angin yang sengaja diletakan disitu supaya segera kering besok pagi.

Jam 7pagi kami sudah meninggalkan mesjid menuju kota,udara pagi masih segar lalu lintas belum terlihat ramai mendekati pertigaan ke jokobaring dan kota jalan mulai terasa macetnya dan lampu lalu intas mengharuskan kami naik turun dari sepeda.
mendekati pertigaan ke jokobaring

Dari kejauhan aku melihat tiang yang tinggi dan joker  berseru "tuh lihat jembatan Ampera"
Kami menuju ke jembatan ampera tersebut masuk kedalam arus lalu lintas yang sangat padat lumayan menegangkan bersepeda dikelilingi kendaraan bermotor yang sangat rapat dengan kami,ada kalanya aku dan joker menurunkan kaki disisi kanan dan kiri sepeda lalu beringsut ingsut maju,akhirnya kami sampai kesisi trotoar jembatan yang cukup aman,perjuangan yang berat diakhiri dengan sesuatu yang manis,kami berfoto di beberapa sisi jembatan Ampera yang spectaculer dizamannya,terlihat konstruksinya begitu kokoh serta lebar bisa mengantisipasi perkembangan lalu lintas era sekarang dan juga bisa dibuka tutup untuk lewat kapal alangkah aku makin mengagumi Ir.Sukarno sebagai perancang jembatan tersebut,"nggak kalah dengan London bridge mungkin ya" komentar ku pada joker...
joker  berseru "tuh lihat jembatan Ampera"

Aku kembali ke jalur kendaraan,sewaktu mendayung pedal kiri ku tersangkut bibir trotoar lalu roda belakang dengan beban seberat 25kg melintir kedepan kananku,aku sempoyongan..terdengar joker teriak dari belakang "awaaas" aku terpelintir sepeda kedepan dan jatuh,kendaraan dibelakangku berhenti,buru buru aku berusaha bangkit,tapi beban sepeda yang menindih paha kananku sedikit sulit untuk bangkit,aku duduk dijalan dan kembali berusaha menarik kaki sampai berhasil keluar,aku  kepinggir mencek phisik dan sepeda alhamdulillah ngga ada yang cedera,hanya saja paha kanan agak nyeri dan biru kena stang sepeda.
Pelajaran berharga yang tidak boleh terulang lagi.dalam hatiku"Alhamdulillah telah kau selamatkan aku dari kecerobohanku"
Aku sempat jadi tontonan orang yang lewat beberapa saat .
Dari kertapati sampai Mrajan kami tempuh dengan santai karena jalan umumnya datar,tapi kendaraan besar tak habis habisnya malewati kami,aku lihat joker mendayung dengan enteng beberapa kali dia mendahuluiku,kelihatan dia fit sekali hari ini,ditambah lagi type road bike yang dipskainya sangat cocok dengan kondisi jalan yang datar.sepeda montain bike yang aku pakai perlu tenaga tambahan untuk jalan datar ini.

Istirahat siang di Mrajan sampai satu jam karena udara yang sangat panas membuat kami malas untuk memulai mendayung,kami memanjakan diri dengan minuman susu soda es ditambah 2 kaleng pocari dingin,kebetulan ada signal aku buka email dan kirim pesan ke kawan kawan di milis:
Alhamdulillah istirahat siang di Mrajan indralaya setelah gowes 56km dari palembang,udara 29degc trafic padat truck besar.extra hati hati.mentang mentang besar dia aku dipepet pepet terus.habis tu ngelambai lagi...hik...emangnya kita ceweek...joker sudah oke sekarang...
salam dari mrajan
Nis n joker

Jam 17 kami masih didaerah tanpa penduduk.kami mulai bertanya pada penduduk mesjid terdekat.mereka memberi tahu kira kira 2km lagi ada mesjid dekat restoran pagi sore akhirnys sampai tanjung lubuk
Hampir magrib kami melihat mesjid yang agak besar dan bersih.Kami bertemu garin mesjid untuk mabit disitu pada malam itu..kami ngobrol dengan jemaah yang bekerja di restoran tersebut.umumnya mereka pendatang.aku tertarik cerita perjalanan hidup pak Ajie yang  berasal dari Tanjung Priok kemudian berlayar dengan kapal Amerika lalu pada hari tuanya 76tahun sekarang menetap di desa Tanjung Lubuk.dan bekerja sebagai jenitor rumah makan pagi sore,orang tua yang energic....
Ini adalah hari ke dua belas perjalanan ini,tidur ditempat bagus seperti di mesjid muslim pancasila yang dibangun di zaman orba tidak menjamin bisa tidur lebih nyenyak,mesjid ini berdekatan dengan rumah makan Pagi Sore yang besar dan mewah servicenya juga berkwalitas tidak seperti rumah makan lainnya yang kita temui sepanjang lintas timur,cuma saja harganya membuat nyaliku jadi ciut,mungkin terasa mahal karena kami sudah terbiasa di warung warung murah meriah,aku bilang sama joker"kita memang tidak punya pilihan" tapi kalau ada warung warung kecil kita akan kunjungi yang kecil tersebut sebagai kontribusi kita pada orang kecil sekalian menjaga keutuhan kantong...kata kata yang sangat idealis untuk mencari pembenaran,,,hehehe..
foto
kita akan kunjungi yang kecil tersebut sebagai kontribusi kita pada orang kecil

Malam tadi tidur kurang nyenyak karena hampir setiap jam sampai subuh suara dari sound system rumah makan memanggil penumpang untuk turun bis dan menukar kupon dengan makanan,sampai kalimat titik komanya hafal diwaktu pagi..,rupanya joker juga terusik oleh suara tersebut,rasanya gangguan tidur kali ini susah kuredam dibanding gangguan tidur akibat cerita harimau lepas di Keritang atau juga gangguan orang stress di mesjid kami.

Perjalanan dari tanjung lubuk ke simpang pematang treck yang sangat enak dan datar,dijalan aku bertemu anak anak muda dari gang vespa butut yang dirobah seperti becak dan kumal.memakai rambut gimbal dan tubuh yang kelihatan kurus dan kumal aku perkirakan mereka jarang mandi tapi dari sorotan mata mereka sewaktu ngobrol terpancar hati yang bersih dan santun,pertemuan ini merobah pandanganku yang selama ini negatif terhadap mereka,Rony yang berasal Bekasi  adalah mahasiswa Binus yang sedang turing di daerah Sumatra punya target sebulan perjalanan kemudian masuk kuliah lagi,mereka punya komunitas dibeberapa kota dan biasanya tinggal beberapa hari di komunitas tersebut.
foto
anak muda dari gang vespa butut
 
Aku melihat joker mendayung penuh semangat tapi kali ini dia sempat jatuh kebahu jalan karena dipepet oleh bus,tapi tidak cidera.jam 16.30 aku jalan duluan didepan untuk mencari mesjid tempat istirahat malam.Kami sampai di desa simpang pematang dan mesjid ornamen dipinggir jalan jadi pilihan kami untuk nginap malam itu.
Pak Imam Nur Rofiq asal cimahi sangat ramah mempersilahkan kami untuk mabit disitu.Selesai mandi kami disuguhi keluarga pak imam yang berumah disamping mesjid dengan kopi angat tidak sampai disitu saja tuan rumah juga menghidangkan makan sore untuk kami....
Kami memasuki daerah Mesuji batas lampung yang dulu pernah heboh dengan perang antar warganya.Daerah lampung sudah lama aku kenal tapi iteraksi dan komunikasi dengan penduduknya bari kali ini aku lakukan sehingga aku mempunyai kesan seolah olah bersepeda di daerah Jawa karena umumnya masyarakat berkomunikasi memakai bahasa jawa.
daerah Mesuji batas lampung

Di kebon dan ladang sepanjang jalan dimesuji banyak terpasang bendera bendera berwarna merah dengan lambang sebuah LSM yang cukup militan di waktu reformasi dulu,sebagian bendera ada yang sudah sobek,beberapa petani kelihatan sibuk melakukan aktifitas diladang masing masing,aku menyapa beberapa petani "apa khabar pak" mereka mejawab dengan ramah dan menanyakan "aku berasal dari mana dan mau kemana" sambil menyuguhi air minum dari di jerigen plastiknya,aku duduk sebentar melepaskan lelah dengan pandangan keladang palawija yang sangat luas itu. Mereka kelihatan senang sekali aku datangi dan beda sekali dengan tayangan TV yang sepertinya beringas tapi kenyataanya setelah ngobrol terasa hati mereka sangat lembut...itulah mereka mereka yang oleh sukarno di panggil kaum Marhaen...
Dipenghujung siang jam 15.30 di pertigaan Menggala  kami dihadapkan dengan pilihan akan meneruskun perjalanan menuju arah Way Jepara atau istirahat di daerah menggala tersebut,karena hari masih terasa sore kami memutuskan untuk melanjutkan menuju arah Sukadana-Tulang bawang sebisanya,kemudian setelah 17.30 kami mendayung masih belum bertemu satupun rumah penduduk sepanjang jalan 30km hanya ada kebon tebu,hari sudah mulai gelap dari kejauhan aku melihat Tower telkom yang biasanya disitu tentu ada penduduknya,dengan penuh harapan aku pacu sepeda sekuatnya hingga kelihatan satu warung yang banyak mobil truck sedang parkir,aku berhenti di warung tersebut dan menanyakan kalau diizinkan untuk menginap malam disitu,Ibu penunggu warung yang berasal dari Jogja mempersilahkan aku untuk istirahat di emper mushala yang khusus disediakan bagi sopir sopir yang kemalaman.
Joker yang tertinggal menyusulku diwarung "Ojo Lali" desa sriwahono labuh maringgai,kami beristirahat di warung tersebut dengan damai hingga pagi menjelang. Pagi pagi kami terbangun dengan raungan truck yang siap berangkat ke tujuan masing masing,selesai aktifitas rutin pagi mandi,sholat dan sarapan aku cek ban sepedaku ternyata kurang angin,sewaktu akan memompa joker membantu memutar posisi ban supaya pas memasang pentil pompa tapi malangnya jari jari sepeda yang ditarik putus satu,sepeda tetap ku dayung dan alhamdulillah tidak berpengaruh hanya saja putaran roda belakangku sedikit baling/meliuk tapi menurut joker ban baling itu sudah terjadi sejak pemberangkatan di Pekanbaru hanya saja dia bilang tidak ngomong ke aku.
Bersambung bagian 6
Salam
katik n joker

Thursday, June 20, 2013

Bersepeda Pekanbaru-Jakarta-Bandung-Bagian 4



06/03/2013 Batang asam-Sendang Beriti

Kami melanjutkan perjalanan dari Batang asam ke sendang Beriti sejauh 98km tadinya keinginanku hari ini untuk menyelesaikan etape sampai di kota Jambi tapi kenyataannya tidak memungkinkan mengingat tanjakan tanjakan yang banyak dan tinggi  diluar dari perkiraan kami sebelumnya,ditambah lagi kondisi jalan yang berlubang serta udara panas yang menyengat
Hanya ada aku dan Allah

07/03/2013 Sendang beriti-Kota Jambi

Tadi malam tidur di mushala warung4 di desa sendang beriti,tidur kaya paranoid saja,sebentar2 bangun takut ada maling yang yang beberapa minggu lalu pernah merampok dan membunuh disitu,alhamdulillah kita ngga jadi digorok hehe...Desa Soban ke pelabuhan dagang sedikit nanjak tapi oke buat roller coster...udara segar joker juga oke udah bisa senyum,traffic lancar.Disuatu puncak menjelang pelabuhan dagang ada ajing hitam gede mengejarku...mana jalan nanjak lagi...aduuuuh nyaris digigit anjing...sompreeeet dikejar nyaris kena,terpaksa keluar jurus mautku ambil botol minum pura pura lempar,duuh untung selamat...anjiiing  ngga kasian musyafir...hehe..Merlung jalannya lebih oke dari riau,sepeda bisa dihalau lebih kencang tapi masyaalah gelombangnya tinggi tinggi dan banyak....didesa keritang aku papasan pak Marwan yang akan ke mekah pakai sepeda ontel dia sedang istirahat dibawah pohon sawit,aku temui lalu aku disuguhi makan siang yang lumayan juga aku ngga perlu lagi nyari warung dihutan sawit.Pak Marwan aku kenal melalui email kawan rubic memberi tahu bahwa nanti dijalan mungkin bisa ketemu pak Marwan yang bersepeda tujuan Mekah dia baru start tanggal 4  Mart dari Jambi,jadi perkiraannya tepat tanggal 5 Mart aku bisa ketemu beliau di jalan raya Merlung  desa Keritang.
Pak Marwan yang bersepeda tujuan Mekah

Pak Marwan cerita tekadnya bersepeda kemekah tercetus 3 tahun lalu dan sudah tidak bisa ditawar tawar lagi,dia harus berangkat walaupun menurut dia istri dan anak anak mengkhawatirkan keberangkatannya itu. Sepeda yang dibawanya adalah jenis sepeda ontel single gear dan aku bisa membayangkan bagaimana beratnya ditanjakan,mendorongpun susah apalagi mengayuh,tas barang yang dipakai adalah bikinan sendiri dari karung plastik dan kiri diisi kopor kemudian yang sebelah kanan diisi keperluan harian seperti alat alat makan dan masak,tikar,jas hujan dan lain lain yang sering di perlukan.Kami merasakan keakrapan waktu itu,mungkin karena kami sama sama musyafir. Aku terkagum kagum melihat Semangat Pak Marwan dan keyakinannya yang mengalahkan segala belenggu ketidak mungkinan penilaian orang.
Akhirnya kami berpisah dan dia mendorong sepeda ontelnya ke arah utara dan aku mendayung sepedaku kearah selatan dan kami saling mendoakan semoga tetap sehat dan Allah memberi segala kemudahan pada kami..
Pertemuan dengan pak marwan sedikit banyaknya menambah motivasi aku dan joker,umurnya 68thn berjalan dengan tenang penuh keyakinan dan bertawakal.
Menjelang kota Sengeti jalan panjang yang menurun memberi semangat baru untuk tetap duduk di sadle sepeda,aku lihat speedo meter yang sudah menunjukan 70km,ini adalah pencapaian jarak tempuh yang sangat bagus sebelum istirahat siang.
Botol minuman yang sudah kosong semua kuisi lagi

Disuatu warung persis memasuki kota Sengeti aku berhenti dan memesan makan siang,hujan rintik mengguyur seakan mengurangi udara panas waktu itu.Botol minuman yang sudah kosong semua kuisi lagi.Dari Sengeti jalannya betul betul datar,aku mendayung santai sekali sekali aku angkat pantat dari sadel supaya pegal hilang,perasaanku sudah berada di kota Jambi waktu itu,lalu lintas kota lebih padat dibandingkan jalan jalan yang pernah kami lewati sebelum ini, sejam setegah perjalanan kami menemui batas kota Jambi dan masuk ke jembatan sungai Batang hari yang membelah kota Jambi.
Kami dapat kontak dengan besan Joker,undangan untuk menginap di rumahnya kami terima dengan suka cita,karena target pertama kami adalah untuk cuci pakaian lebih bersih dan kering dan sedikit kenyamanan dengan sentuhan rumah.
Email berita perjalananku  yang tadinya nyangkut di out box karena tidak ada signal saat ini mulai terkirim satu persatu walaupun beritanya sudah tidak update tapi masih lumayan ada catatannya.


08/03/2012 Kota Jambi- Sindang mega

Tadi  pagi kami dikonvoi oleh besan joker dari rumahnya sampai jalan lintas timur.malam ini Kami nginap di mushala sindang jaya bayung lincir 188km menjelang Palembang,jarak tempuh hari ini 81km,tadi siang ketemu mobil terbalik dan aku sempat dicegat anak punk pakai vespa butut keliling sumatra asal bekasi waktu berhenti ternyata niatnya ingin berfoto,sesama pengelana ketemu dijalan jadi akrab dia mengasih nomor hp nanti kalau perlu bantuan bisa hubungan dia si "Andre" .Jalan dari muara jambi sampai bayung lincir mulus dan tidak terlalu banyak tanjakan tinggi jadi bisa roller coster,joker makin oke saja hari ini,mungkin karena sudah makan enak dirumah besannya di jambi.
pakai vespa butut keliling sumatra

Sholat jumat di bayung lincir,jemaah yang sudah ramai memperhatikan kedatanganku,sepeda ku tarok diemper mesjid lalu.
Dengan tas jinjing berisi alat mandi serta baju ganti aku menuju ke bak mandi yang merangkap wc.

Baju bersih selesai mandi aku pasang dengan susah payah di wc yang sempit itu,Pakaian kuningku yang sudah menampakan daki hitam serta bau ikan asin disimpan dulu supaya jemaah tidak pusing dengan aromanya.
Joker yang sholat di mesjid yang berbeda menyusulku dan kami makan siang bersama di kedai mie aceh.
Selagi makan dengan ikan bakar bapak ismail yang punya warung dan istrinya cerita pengalamannya dizaman GAM dulu yang pernah berdua dengan suaminya akan dieksekusi oleh gam karena alfa satu hari memberikan nasi bungkus dan dianggap berkhianat pada separatis tersebut,akhirnya bisa selamat karena ternyata yang menculiknya adalah ponakannya sendiri.sejak itu dia melarikan diri dengan suaminya ke luar aceh dan sejak thn 2000 bermukim di jambi.

Naik turun mulai terasa lagi jalan raya padat dengan bus dan truk besar antar ropinsi kiri kanan jalan dipenuhi tanaman karet dan sawit,beberapa kali bertemu crew seismic pertamina yang menyetop sementara lalu lintas,tapi sepeda tetap boleh jalan,staminaku sudah terasa mulai menurun begitu juga joker,kami lebih banyak istirahat berlama lama memulihkan tenaga.
Jam 16.30 aku perhatikan mesjid yang bisa ditumpangi malam itu.akhirnya ketemu satu mesjid dan aku telpon joker yang tertinggal dibelakang untuk menyusul ku yang saat ini berada di mesjid desa sindang mega 188km menjelang palembang.
Kami minta izin pada imam mesjid yang ternyata jadi akrab dengan joker karena dari cilacap.
Bermalam di mesjid rupanya tidak selalu aman,jam 21 kami sebagian lampu penerangan kami matikan baru beberapa menit berbaring diluar terlihat ada bayangan orang sedang berusaha mengintip,aku bangun dan keluar ternyata seorang nenek yang cengar cengir,lalu  aku  menanyakan"mau apa kamu!!" Hanya cengar cengir lalu pergi,kemudian jam 02.00 ada lagi yang ngintip ngintip ke dalam mesjid dan berusaha buka pintu mesjid dan diketahui oleh joker,lalu joker menahan pintu dari dalam supaya tidak bisa dibuka,kami curiga orang orang tersebut ada niat jahat,tapi setelah kami ceritakan ciri ciri orang tersebut pada pak imam subuh,yernyata kedua orang tersebut adalah orang orang gila desa tersebut.
Jadi total orang gila yang kami temui sampai saat itu sudah 4orang...gilaaa...koq jadi cerita orang gila semua nih...
Beralih cerita lain menurut pak imam jamaah disini jarang sekali muncul dimesjid malah penduduknya setiap pesta perkawinan pasti diikuti pesta miras dan obat obatan..kayaknya aparatnya ngga peduli ada pelanggaran ungkap pak imam ditambah lagi pak kadesnya juga pernah ketangkap narkoba...
Yaaah aku pengen hijrah dari desa ini kata pak ustadnya....
Bersambung bag 5...