Pages

Sunday, January 25, 2015

1,TOUR de ASIA_LAMBAIAN DARI SUNGAI SIAK



Malam tadi sulit sekali mata ini dipejamkan,terbayang semua persiapan selama setahun yang tiba tiba gagal gara gara pasporku untuk mengambil visa  china masih belum dikembalikan oleh travel agent yang notabene adalah kawan baik yang aku kenal.Aku sudah ikhlas kalaupun visa china tidak bisa kudapat tapi pasporku segera dikembalikan dengan harapan setidak tidaknya aku masih bisa berangkat ke negara asean yang free visa saja.






DUKUNGAN DARI WAKIL WALI KOTA PEKANBARU


Aku merasa dipermainkan disepelekan dengan janji janji segera mengantar pasport  kerumah.
Setiap satu jam aku telpon agen konyol tersebut,karena memang mataku tidak bisa terpejam sebelum pasport itu ketanganku,malunya aku kalau misi ini harus ditunda gara gara aku dibodoh bodohi,media sudah beritakan bahwa aku sudah dilepas secara resmi oleh wakil wali kota pekanbaru,sekarang koq masih belum berangkat juga.....
Aku mengomel dan istigfar dalam hati semoga agen tersebut segera diberi petunjuk oleh Allah.
Tepat jam 1.30 dini hari telpon genggamku yang selalu ditangan berdering menyatakan dia sudah berada didepan rumah,aku segera samperin dia keluar duh malunya aku.Jam.demi jam detik kedetik aku tunggu sampai jam 01 pagi setiap ada bunyi mobil aku intip keluar jendela,ternyata bukandan dengan santai penyapaku "pak maaf agak terlambat"aku berusaha meredam emosi "ya sudahlah,mau bagaimana lagi" dan akhirnya dia minta izin pergi,dongkolnya bukan main waktu itu aku belajar untuk tidak emosi. 
Mendapatkan paspor dikembalikan rasanya  beban berat yang menghimpit dadaku hilang seketika,aku berusaha tidur namun tidak nyenydak hingga azan subuh berkumandang.

Pagi ini Sabtu18 Oktober 2014 deringan telepon dan media komunikasi dari kawan kawan komunitas sepeda menanyakan jam keberangkatan ku mereka beranggapan aku berangkat pagi tapi sebetulnya sebelumnya sudah aku beri tahu bahwa kami berangkat siang dari rumah.
rute kami

Siang itu jam 13.30 beberapa teman sudah berkumpul kerumahku,mereka kelihatan begitu bersemangat mengantar kami, ini jadi pemicu supaya aku lebih semangat lagi.Kakek yosef yang akrap kami sapa dengan Dongkràk mulai mengeluarkan pose pose melintirnya sewaktu di foto kemudian Joker dengan memakai jaket sedikit kedodoran hadiah kadispora dan scraf batik yang melilit leher clingak clinguk sewaktu diminta foto bersama.. "hehehe...kayak gini toh rasanya jadi selebriti" segala macam perasaan aku rasakan saat itu,senang karena ini adalah hari hari yang aku nanti nantikan untuk suatu petualangan bersepeda jarak jauh antar negara yang cukup "gila" untuk dilakukan oleh orang seusia kami,
Rasanya wajar kalau ada perasaan khawatir merasupi pikiranku karena aku tidak mengerti situasi di negri yang akan ku kunjungi nanti semuanya serba asing bebeda saat aku pergi melancong ke luar negri dengan menggunakan pesawat semuanya serba jelas baik itu hotelnya atau objek wisatanya tentu yang serba aman dan kondusif buat pelancong.
Ada juga yang kurang setuju dengan rencanaku ini tapi rasanya tekadku untuk meraih mimpi gila ini sudah tidak bisa digoyahkan oleh rasa takut ataupun khawatir dan lagi restu dan dukungan dari keluarga dan anak anak sudah aku dapatkan.
gambar
DIANTAR KE PELABUHAN
Setelah team TdA atau Tour de Asia  komplete bertiga kami dengan di konvoi sekitar 10 goweser meluncur kearaah terminal ferry sungai duku. Kondisiku rasanya kurang stabil mungkin kurang tidur atau vertigo yang masih belum hilang hilang,ujian pertama datang sewaktu masuk jalan yos sudarso macet merayap,terasa panas sekali dan hand barku terasa berat dengan jalan beringsut kadang aku turun dari sadel dan menunggu pergerakan, kawan kawan dan aku dengan beban pannier yang padat muka dan belakang menjadi tontonan para pengguna jalan,kadang kala ada yang teriak "merdekaàa" aku sahuti ngga kalah semangat "merdekaà" mungkin ini salah satu magnit merah putih yang kupasang dan berkibar di belakangku, di belokan jalan jati kami keluar dari macet tapi ujian berikutnya muncul ban belakangku sedikit kempes,aku dan rombongan berenti ke bengkel ban untuk menambah angin,aku berharap ini tidak bocor.
Kami memasuki gerbang terminal ferry sungai duku langsung menuju pinggir dermaga"kami pesepeda langsung berbaur dengan penumpang dan pengantar lainnya.
Banner kami gelar dengan tulisan "Tour de Asia from Pekanbaru with love" tanpa sungkan kawan kawan berfoto dikeramaian itu.beberapa kerabat datang memberi selamat dan malangnya istri dan anakku terjebak macet hingga ngga bisa nyampe hingga keberangkatanku jam 16.00wib tepat.




si Marine di atas KM Jelatik

Si marine sepedaku yang selalu ikut disetiap petualanga kelihatan berdiri angkuh dianjungan kapal "hari ini kita mau kemana bos..."
Aku masuki kapal jelatik 200ton yang terbuat dari kayu sambil menyodorkan ticket yang kami beli sehari yang lalu. Dikeramaian penumpang yang sibuk mencari tempatnya sesuai karciz Aku juga mencari kamar 18,19 dan 20 yang akan kami huni,aku melihat nomor nomor yang tertulis didepan tempat tidur beringkat,tidak ada petugas yang bisa untuk bertanya lalu seorang ibu ibu memberi tahuku bahwa nomor kamar tersebut maksudnya nomor tempat tidur,jadi kalau beli ticket deck berarti tidurnya di jalan atau diatas anjungan bersama sepedaku wooow...

Kapal mulai bergerak meninggalkan dermaga,aku berusaha melongok mengeluarkan kepala dibawah selter diburitan agar bisa terlihat dan melambai kerabat dan kawan didermaga.
Rasa naik kapal Titanik aku kalau dilambai lambai seperti itu,tapi versi pekanbarunya..hehehe.
Pelan pelan kapal bergerak menuju muara sungai siak,udara cerah kiri kanan sungai terlihat rumah rumah penduduk diselingi hutan hutan yang sudah agak gundul.
Aku naik keanjungan melihat kepinggir sungai yang kalau beruntung kadang kadang terlihat penduduk yang sedang mandi...ouup ngga boleh difoto..wkwkkk.
Langit mulai memerah dan udara yang tadi panas mulai sejuk ditambah tiupan angin mengibarkan merah putih yang tetap terpasang dibelakang si "Marine",aku kembali ke kamar yang bukan kamar...karena  hanya area tidur yang dipisah dengan selembar papan...


 KAMAR MV.JELATIK


Dideck bawah ketemu dongkrak yang sedang makan,seleraku timbul, lalu order makan juga,tapi aku belum beruntung karena nasi sudah habis,pop mie adalah pilihan pengganti saat itu untuk aku berdua joker. Harga pop mie dan kopi susu terasa mahal sekali dikapal ini menyesal juga tadi ngga mau beli nasi bungkus didarat.
Penumpang mulai tidur satu persatu,aku belum bisa tidur karena kepanasan lalu pindah ke buritan dan menggelar matras tiupku supaya lebih empuk,sebagaimana penumpang lain aku ngga peduli walau tidur dekat telapak kaki orang...inilah sensasi adventure yang perlu dirasakan ..hmmm sekali sekali tercium bau bahan bakar kapal diburitan,badanku masih belum bisa adaptasi dengan keadaan saat ini lalu pindah tidur lagi kekamar atau tempat tidur.
 Aku terbangun mendengar berisik penumpang,aku lihat waktu menunjukan jam 4 pagi,suara mesin kapal mulai pelan,kapal mulai merapat di dermaga tanjung harapan Selat panjang.
Penumpang mulai turun satu persatu dengan membawa barang masing masing. Kami agak bimbang melihat rendahnya dermaga dibandingkan sepeda kami yang terletak di dek atas diketinggian 3meter.
Aku menanyakan ayong petugas kapal yang tadi malam menjual tiket ferry ke batam cara menurunkan sepeda kami ke dermaga. Ayong menyarankan kami tunggu saja didarat dan nanti akan diturunkan oleh porter. Aku mengamati dua orang porter mencopoti pannier dari sepedaku,lalu sepeda diturunkan pakai tali,cara mereka menurunkan membuat aku makin khawatir dg keselamatan sepeda,aku berteriak memberi arahan dari bawah tapi mereka tidak terima akhirnya aku putuskan untuk naik keanjungan menurunkan dua sepeda lagi yang masih tertinggal.
Sepeda dengan barang bobot 45kg diikat dengan tali lalu dikerek ke bawah.
Pannier yang tadi di copot dipasang lagi lalu kami gowes pindah menuju dermaga  tempat  very ke batam.
Kami diantar pak Surya warga lokal yang yang bersimpatik pada perjalanan kami, dia mengetahui misi kami gowes dari baca koran tribun.
Ferry mv.Miko natalia tujuan batam jauh lebih bagus dibanding kapal jelatik yang kami tumpangi dari pekanbaru tadi malam. Sepeda kami kembali di loading ke deck paling atas walau sudah diberitahu untuk ditempatkan di dalam ruang saja supaya mudah menurunkannya.
Penumpang naik satu persatu dengan tertib.
Pedagang makan asongan menawarkan kami nasi goreng kotak.tanp pikir panjang kami beli tiga porsi karena perut memang sudah minta diisi makan pagi.kapal berangkat jam 07.30 tepat,joker dan dongkrak sibuk dengan smart phone dan aku duduk disisi lain ngobrol dengan Abdul Manan seorang etnis dan jemaah tablig adalah warga gobah pekanbaru yang sedang adakan safar ke Batam,Abdul Manan sudah pernah pergi ke beberapa negara untuk daqwah dan kali dia akan safar ke daerah Batam selama 40hari,dia ngobrol panjang lebar masaalah agama dan pengalamannya berkunjung ke daerah patani di Thailan selatan. Tidak terasa beberapa kali kapal sandar di tanjung samad  dan tanjung balai karimun untuk turun dan naikan penumpang. Tidak terasa kami sudah sampai di sekupang Batam waktu menunjukan jam 10.45wib..telponku berdering,segera aku merogoh tas kecil yang selalu tergantung dibahuku,dari seberang terdengar "hallo pak Tasman,kami dari Batam bike camping sedang menunggu bapak di dermaga"
Aku jawab tergopoh gopoh "ya mas kami sedang menunggu sepeda yang masih di kapal"senang dan grogi  berbaur sambil menahan sepedaku yang termiring miring sewaktu diturunkan,salah satu penumpang membantu memegang sepedaku agar tidak tumbang,penumpang turun ada yang langsung keluar dan ada juga yang menunggu bergerombol dibawah.
Sepeda yang sudah komplet terpasang pannier langsung kami dorong ke luar demaga.
Aku melihat diantara kerumunan penunggu penumpang ada sekitar 6 orang naik sepeda dan memakai baju jersey.
Mereka melambai kami "halo pak Tasman,kami menjemput bapak" kami bertiga langsung bersalaman dengan kawan kawan yang tadinya hanya kenal di fb,terasa pertemuan ini begitu akrap sepertinya kami adalah kawan kawan lama yang baru jumpa.
Kami langsung gowes menujumuka kuning,beban sepeda kami yang seabrek sangat beda dengan teman teman Batam,kangebet,kang dev,nugroho,Hendra dan beberapa orang lainnya yang belum familiar dg namanya. mengkonvoi kami dengan sepeda turing yang tanpa beban. Lalu lintas sangat padat beda sekali dengan batam yang pernah ku kunjungi kira kira 24 tahun lalu sepi dan tidak banyak kendaraan.
ARIF SEORANG MARINIR MENGAWAL KAMI 

DILEPAS BATAM BIKE CAMPING

Aku berusaha untuk tetap ikut garis markah kiri karena dengan begini kendaraan lain tidak terganggu karena pelan.
Jalan yang kami lalui cukup menantang dengan beberapa tanjakan dan turunan,akhirnya kami masuk daerah Muka kuning Batamindo,disuat kafe kami berhenti untuk makan siang lalu melanjutkan ke dormirtory dimana kami akan menginap beberapa hari disitu.
Ruangan tempat kami menumpang sangat baik dengan mempunyai fasilitas listrik dan kamar mandi yang bagus.
Beberapa komunitas pesepeda batam berkumpul ditempat kami tadi untuk sekedar ramah tamah.(bersambung)