Pages

Tuesday, June 30, 2015

14.TOUR de ASIA_Penang-Hatyai



MEMANJAKAN DIRI
Hari ini tanggal 12 november sudah 25 hari kami meninggalkan rumah,cuaca pagi di penang cerah sekali.
Kendaraan mulai ramai dikota yang bersih,aku agak berat meninggalkan kota yang begitu indah dan ramah pada pengunjungnya.
Mariady memberiku satu mp3 multifunction katanya ini sebagai kenang kenangan,yang ternyata musiknya memang bisa menghilangkan kejenuhan diperjalanan yang jauh,pantaslah harganya mahal yang tidak mungkin aku beli dalam perjalanan ini.
Pak Damhuri menunggu kedatangan kami di Butterwort membawa beberapa bungkusan di sepeda motornya yang ternyata bekal makanan seperti Kurma dan kopi buat kami diperjalanan.
Menuju HatYai


Satu tujuan Ke Thailan

Di ferry tadi kami bertemu 2 orang suami istri pesepeda dari Belanda Karen dan Howard yang juga menuju Thailand ,mereka bergabung dengan kami sampai dikedai kopi untuk sarapan pagi dan mereka melanjutkan berdua lewat highway katanya.
Pak Damhuri dengan gayanya yang kocak membagi beberapa makanan buat kami di jalan kami tidak boleh menolak walaupun tak cukup tempat di sepeda dan akhirnya digantung di luar pannier.
Kami dibekali semua informasi yang diperlukan sampai kontak person di Hatyai kalau dapat kesulitan dan juga doa doa yang dianjurkannya untuk dibaca..aku terharu dengan perhatiannya yang begitu besar pada kami,kami diantar sejauh 45km mengayuh kemudian berpisah di daerah gunung Jerai kedah,Mariady dan pak Damanhuri kembali ke Penang,saya,joker dan opung yosef lanjut ke utara menuju Alor setar.
gunung Jerai kedah

Hujan gerimis masih mengguyur kami tapi kami tetap semangat mengayuh,aku dapat inbox dari prof Johari Hamid menanyakan posisi kami,lalu di daerah gunung besar jam 17sore kami jumpa beliau dengan keluarganya kemudian di jamu dengan makan Tomyam panas yang bisa  menghangatkan tubuh kami yang sedang kedinginan karena kehujanan. 
Prof Johar yang setia menunggu kami
Prof johari seorang dosen di UPM mengatakan dia termotivasi dengan perjalanan kami ini dan selalu mengikuti perkembangannya melalui FB,walaupun masih 4bulan memulai kegiatan sepeda tapi dia juga  berniat akan adakan solo turing dari London ke Istambul Turky kami dilepas oleh prof Johari hamid dengan bekal uang untuk beli minuman katanya..opung menimpali dengan logat bataknya "kalo ini bisa keliling dunia kami ini pak"
Alhamdulillah...keikhkasan beliau mudah mudahan menambah berkah sehat dan rezki inya amiiin.
Di kegelapan malam kami mengayuh sambil perhatikan kiri kanan jalan kalau ada mesjid untuk istirahat kami malam itu,perasaanku sedikit khawatir karena sudah terlalu gelap dan hujan.
Pak Eid Sidek tanya diwatchup posisi kami,beliau menganjurkan nginap di rumahnya di Jitra yang kira kira 30km lagi di posisi kami saat itu tapi karena keselamatan dan keamanan perjalanan kami akhirnya berhenti di mesjid Batu sembilan.
Jamaah dimesjid tersebut sangat ramah mempersilahkan kami tidur di suatu ruangan khusus. Pagi selesai subuh kami lanjut kayuhan kearah Alor setar,dikota berfoto di depan mesjid jamik dan tower merdeka.
Saat kami berhenti datang seorang bapak minta foto bersama,pak Musa pencinta sepeda ontel sangat ingin tahu perjalanan kami lalu beliau mengajak kami makan pagi di food court Alor setar,tidak lama kemudian datang lagi mengenalkan diri pak abd Rahman sebagai utusan pak Eid Sidek untuk jemput kami.
Pak Eid dan Pak Rahman di Jatra
Sekarang perjalanan kami di escort oleh pak Rahman hingga kota Jitra dimana pak Eid Sidek sedang menunggu kami. Di kota jitra kami sholat dan makan siang lalu mengisi departure card masuk thailand nanti. Pak eid kembali memberi informasi dan nasihat nasihat mengenai Thailan pada kami dan juga menghubungi temannya yang perlu kami hubungi sewaktu di Bangkok nanti. Kami merasa sangat terbantu sekali dengan Pak Eid saat itu dan akhirnya beliau melepas keberangkatan kami dengan membekali makanan untuk diperjalanan.
Hujan kembali mengguyur kami jalan lurus dan mulus hingga sampai di border Kayu hitam,kami basah kuyup dan dilumuri percikan lumpur menyusup diantara kendaraan besar kecil yang antri akan keluar dari Malaysia. Hujan tidak membuat kami berhenti,berpasang pasang mata yang mungkin heran dan kasian memandang kami dari kendaraan yang ada disekitar kami,antrian mobil yang panjang serta guyuran hujan yang lebat mengharuskan kami sedikit lebih nekat untuk mendahului disela antara dua kendaraan yang berlawanan arah,aku begitu perkasa rasanya saat itu dan tidak perlu dikasihani karena in sya Allah sebentar lagi kami akan sampai di perbatasan Thailand dan sungguh ini merupakan kebahagian bagi kami...sebentar lagi mimpiku terwujut itu yang ada dalam otak kami,opung yosef dan Joker terus menyelusup dalam hujan diantara antrian panjang aku ikut di belakang.
Bermacam perasaanku yang muncul saat itu,ada bahagia ada juga kekhawatiran kalau kami ditolak masuk Thailand saat itu,tapi Alhamdulillah tidak ada masaalah keluar dari imigrasi Malaysia lalu dilanjut masuk ke Imigration Thailan,joker duluan antri didepanku lalu menanyaka berapa lama izin tinggal kami di Thailand,ternyata 14hari,lalu kami mohon diberi perpanjangan menjadi sebulan karena tidak cukup bagi kami mengayuh keluar Thailan dalam 14 hari,lalu officer yang cantik dan cukup ramah itu menyuruh kami mengurusnya di kantor imigrasi di kota Hat yai.
"Plog" terdengar bunyi stempel ke pasporku lalu aku disuruh intip alat ifentifkasi elektronik,paspor ku sudah ditangan lagi...dalam hati aku berteriak Thailaaaand aku dataaang..!!kami kesenangan.
Aku mengayuh lagi dalam hujan,waktu sudah menunjukan jam 18 sore sama dengan waktu Indonesia sekarang.
Tidak berapa jauh dari border kami bertemu kota Danok,kotanya terasa ramai tak jauh beda dengan kota di Malaysia,lampu lampu toko dan kendaraan mulai nyala karena sudah mulai gelap,mata kami mulai mencari cari kalau ada masjid dekat situ,lalu aku ingat pesan Pak Eid kalau mau membeli kartu sim Thailan di kota Danok bisa di cari disuatu kedai phonsel kepunyaan seorang suku Patani yang bisa berbahas melayu yang posisinya pas dekat "u" turn melewati pasar,ternyata memamg tidak begitu sulit kami temukan.
Memasuki Thailand border
Kami masuk toko celuler yang menjual berbagai acesories phonecell,beberapa pramuwisata masih ada yang bisa berbahasa melayu walaupun kedengarannya agak lucu tapi lumayan kami bisa berkomunikasi dengan baik waktu akan membeli sim card thailan,kami dibantu oleh pelayan toko meregister kartu baru ini,kalau tidak dibantu tentu tentu akan sulit melakukan proses registrasi dalam bahasa Thailan ini,ternyata phone cellnya Opung Yosef dapat kendala sewaktu pemakaian internetnya dikarenakan brand gadget tertentu tidak mendukung untuk memakai sim card Thailand,jadi opung harus ikhlas untuk tidak memakai internet mulai hari itu. Hari sudah semakain gelap kami langsung menuju mesjid yang diberi tahu oleh pelayan toko tadi,memasuki jalan pasar beberapa pasang mata memperhatikan kami mengayuh dimalam yang cukup dingin setelah diguyur hujan tersebut,sekitar satu kilo meter kami mengayuh lalu terlihat dijalanan ada beberapa orang laki laki berpakaian gamis,spontan aku menyapa mereka dengan Assalamualaikum....kemudian menanyakan masjid terdekat kembali mereka menjawab salam kami dan menujukan masjid yang tidak berapa jauh dari situ.
Masjid ArRahman di Danok

Masuk halaman mesjid kami bertemu banyak jamaah sudah selesai sholat magrib,beberapa jamaah menanyaku dalam bahasa Melayu,begitu kami jawab kami dari Indonesia dengan mengendarai sepeda mereka sangat senang dan persilahkan kami untuk sholat dan istirahat di mesjid tersebut,tadinya aku agak khawatir dengan kesediaan mereka menerima kami sebagai muslim Indonesia,menurut informasi yang aku dapat sebelumnya ada beberapa masjid yang ditembak oleh orang tak dikenal kemudian pemerintah Thailand melarang ada tamu asing menginap di masjid hal ini mungkin dikarenakan Thailand selatan ini masih panas dengan pergolakan muslim petaninya,tapi hal yang aku khawatirkan tidak terbukti,malahan aku sangat terkesan dengan keramahan mereka pada kami saat itu.
Penduduk Disekitar mesjid umumnya muslim dari Patani,mereka sangat mengenal Indonesia karena seringnya para pendakwah indonesia ketempat mereka khususnya dari jemaah Tablig,aku sering disangka dari jemaah tablig mungkin karena janggut sunah yang panjang..ini salah satu manfaat janggutku hehehee..
Alhamdulillah perut ku yang diare sejak dari Batu Sembilan kedah sudah normal lagi,Selesai makan pagi di warung muslim dekat mesjid Fathur Islami kami melanjut perjalanan menuju Hat yai,di kota Sadao kami disiram hujan rintik rintik lalu berhenti sebentar didekat custom,bacaan semua tulisan Thailan kayak cacing"pusing aku" kata opung.
Sadao

Memasuki kota  Hat yai arus lalu lintas mulai padat tak ubahnya seperti kota besar di Indonesia,kami mencari posisi imigrasi di google map dan ternyata cukup sulit dan nyasar beberapa kali.
Sepeda kami yang sarat muatan menjadi tanda bahwa kami adalah turis pesepeda yang sepertrinya sudah tidak asing bagi penduduk setempat. 
Kuil Budha menjelang Hat yai

Udara panas yang menyengat menambah tantangan serta tulisan Thailand yang tidak dimengerti serta sulitnya menemukan seseorang untuk bertanya karena jarang orang local yang bisa berbahasa inggris,akhirnya kami memakai bahasa itik dan ayam,angguk angguk saja,secara kebetulan ada yang mengerti sedikit bahasa Inggris dan menunjukan kantor Imigrasi yang tidak jauh dari tempat kami bertanya saat itu.
Imigrasi thailan memberi tahu bahwa bisa menambah izin tinggal kami hingga satu bulan dan membayar 1900bht kira kira sama dengan Rp 700ribu,mengingat biaya tinggi kami ambil putusan tidak perpanjang tapi naik train ke Bangkok.
Kami buru buru mengayuh sepeda pergi ke station train di Hat yai,Joker menanyakan informasi ke loket dan kami berdua menunggu barang dan sepeda di pelataran stasion , tidak berapa lama joker memberi tahu bahwa ada keberangkatan Kereta ke Bangkok pada jam 16.30 sore itu,tanpa pikir panjang kami langsung beli tiket karena masih punya waktu 30 menit,harga tiket berikut sepeda 885bth,dengan fasilitas di ruang ac dan kursi bisa jadi tempat tidur. 
Station KA Hatyai
Sepeda kami dorong kearah kargo dengan perasaan sedikit khawatir untuk loading sepeda ke train nanti karena beban sepeda dan waktu yang pendek akan jadi problem,tapi ternyata kekhawatiran tersebut hilang setelah kami kerjasama mengangkatnya ke gerbong khusus barang,sekarang kami sudah tenang di train bisa sedikit santai dan baca serta respon fb. Para penumpang lain terlihat juga sibuk dengan kegiatan masing masing semuanya kelihatan teratur dan tidak ribut,mereka tidak terlalu perhatikan kami tapi ketika kami berbicara bahasa Indonesia mereka baru melirik ingin tahu siapa kami.
RUANGAN YANG NYAMAN

Ruangan berpendingin dan nyaman ditambah ayunan lembut kereta menbuat mata ini sayu ingin segera tidur,jam 20 terlihat petugas merobah kursi jadi tempat tidur,kami disuruh tidur diatas,koq ngga boleh dibawah ya..?ternyata nomor nomor untuk tidur di bawah sudah duluan di booking dan kami tinggal sisa tempat tidur diatas..wah begitulah hasil dari bahasa tarzan sehingga informasi tidak bisa kami secara utuh,tapi itu tidak jadi masaalah karena diatas juga enak tidurnya,pagi subuh aku terjaga penumpang lain masih tidur,semilir semilir aku mencium bau amis,aku coba mencarinya dengan mencium kesana kesini dan ternyata waktu aku cium bajuku sendiri itu lah sumbernya...pantas saja baju gowes keringatan dan basah kena hujan dibawa tidur menjadi bau ikan asin...aku menuju kamar mandi yang cukup bersih dan bagus lalu mandi sepuas puasnya.
Pagi ini tanggal 15 november setelah ngopi di train kami sampai di kota Bangkok,mudah mudahan menurunkan sepeda nanti ngga ada masaalah,sampai ketemu di jalan jalan di Bangkok ya...hehehee..
(Foto kami bisa dilihat di FB)





No comments:

Post a Comment