Pages

Sunday, July 5, 2015

18.TOUR de ASIA_Danau Lam Takhong


Danau yang sepi
Baru tadi malam saya merasa kedinginan didalam tenda sampai semua baju ganti,kupluk dan kaos kaki yang ada ditas harian aku pakai semua,sejak itu baru terasa hangat dan bisa tidur,distrik Pak chong memang terletak didataran tinggi yang berbukit 700mdpl,tiupan angin dingin dari utara sangat terasa disini.
Pagi tadi mau berangkat dari distrik Pak chong terasa sepeda susah didorong waktu di check ternyata ban aku bocor,terpaksa tambal ban dulu dan selesai jam 8 pagi baru start kayuhan.

tambal ban dulu

Jalan mulus dan lebar menjelang danau Lam Thakon ada tanjakan dan turunan yang panjang sejauh mata memandang seakan akan jalan terhubung ke cakrawala. Diarah timur atau samping kanan jalan jelas terlihat daerah perbukitan,tiupan angin dari depan menambah beban kayuhan kami,kecepatan menjadi turun ke rata rata 14km/jam kadang kadang kendaraan besar dari belakang ikut menambah besarnya tiupan angin yang membuat sepeda agak terhuyung. Dibeberapa tempat yang aku rasa cukup nyaman sengaja aku berhenti untuk mendinginkan tubuh,diantaranya berhenti dilapak buah buahan dipinggir jalan,sama seperti di Indonesia juga tetapi buah buahannya baru kali itu aku lihat,rasanya enak mirip sari kaya,apakah ini buah sari kaya?

apakah ini buah sari kaya?

buahan dipinggir jalan

 Bangga ketemu bendera Indonesia 

Langit biru tanpa awan menambah garangnya matahari menyengat muka dan punggungku yang makin terasa perih,opung yang sekitar 500meter didepanku terlihat berhenti dan berbicara dengan seorang pemuda,aku distop dan ikut berhenti disitu sambil mengucapkan "swadekap",lalu pemuda tersebut bergegas kewarungnya dan nengambil 3 botol air mineral 600ml lalu dibagikan pada kami bertiga aku ucapkan "kunkapkun"
budi luhur 
Hampir tiap hari di Thailand ini aku di ajarkan contoh dari budi yang luhur memberi tanpa pamrih kepada orang yang membutuhkan kadang aku berpikir apakah kami ini seperti orang melarat atau seperti biksu? Tapi aku yakin mereka memberi atas dasar belas kasih sesama mahluk tuhan dan ini perlu aku tiru.
Tiba tiba lamunanku buyar dengan pemandangan sebelah kiriku dihiasi hamparan danau yang otomatis menambah semangatku mendayung,tiupan udara dingin sejuk seakan di negeri antah berantah.

istirahat di danau Lam Thakong

Kami istirahat siang di pinggir danau Lam Thakong dan pasang hanmouck...eèeh tidur kebablasan sampai jam 17 sore...ya udah kita teruskan bermalam disini pasang tenda kata joker dan opung yosef...kami mencari warung terdekat untuk makan sore dengan menu ayam panggang satu ekor untuk bertiga serta nasi ketan dg cabe kecab tambah lalap...rasanya hmmm..nano... nano...
Sekarang tenda kami sudah terkembang dengan anggunnya dipinggir danau,pengunjung sudah pada pulang tinggal kami bertiga ditaman wisata yang tiba tiba jadi sunyi senyap.




Malam ini kami tidur diselingi suara jangkrik dan sekali kali bunyi deru mobil yang melintas dari kejauhan.selamat malam sampai jumpa esok pagi yang lebih indah...

Saturday, July 4, 2015

17.TOUR de ASIA_KBRI Bangkok ke Saraburi



Sarapan pagi di appartement pak Dicky alias eyang jangkung (FB),kemudian kami menuju rumah cak Didit untuk mengambil sepeda yang kami parkir dirumah beliau.
Cak Didit sudah duluan berangkat mengajar kesekolah dan kami di tunggu oleh pembantu beliau yang dengan ramah memberikan bekal nasi serta lauk pauknya untuk masing masing kami ditambah satu baju kaos,seragam yang berlambang KBRI yang diberikan oleh cak Didit,pakaian ini langsung kami sorongkan dan jam 8 kami mendayung sepeda dengan di konvoi mobil mas Dicky menuju KBRI ,kami dapati KBRI masih belum dibuka.
Sebelum bertemu pejabat kbri kami bertemu Cak Didit disekolah Indonesia yang masih satu komplek dengan KBRI,cak Didit memperkenalkan kami pada beberapa kariawan dan siswanya lalu beliau meminta kami memberi motivasi pada pelajar indonesia tersebut,senang juga rasanya bisa berbagi pada anak anak tersebut agar mereka lebih bersemangat dan pantang menyerah dalam berbuat sesuatu yang positif,aku berpesan pada mereka "Berikan yang terbaik untuk sesama dan jangan pernah menyerah mengejar cita cita"
Pak Gafar sebagai atase budaya di KBRI Bangkok menerima kami di kantornya lalu kami menerangkan misi kami mengenalkan Pekanbaru dan Indonesia di dunia luar kemudian menyerahkan plakat kenang kenangan dari wako pekanbaru.





Apresiasi dari Atase kebudayaan Bangkok

Kami coba minta bantuan consulat untuk minta diuruskan visa ke china dan perpanjangan tinggal di laos untuk satu bulan,tapi setelah staffnya mencoba menanyakan ke Consulat China di Bangkok sepertinya kbri tidak bisa untuk membantu dapatkan visa ke China,kami hanya pasrah dan kami akan coba lagi memintanya sewaktu di Laos nanti.
Pak Dicky yang setia menunggu kami dari tadi sekarang kembali ikut mengescort kami hingga keluar kota Bangkok. Di batas kota daerah Phatumtani,Sewaktu akan berpisah pak Dicky memberikan uang yang bantuan yang cukup besar pada masing masing kami,Subhanallah besar sekali pengorbanannya pada kami,aku hanya bisa berdoa untuk beliau semoga Allah membalas segala kebaikannya.
Udara terasa makin panas menyengat kulit,setelah dua jam lebih mengayuh lalu di universitas Bangkok kami berhenti istirahat dan makan siang di Mc Donald.
Terasa sekali beda jalan di thailand yang lebar,tetapi trailler panjang ngebut dibelakang kami membuat hati ini ciut juga. Kami terus mengayuh hingga jam 16 sore,aku agak galau memikirkan tempat nginap malam itu karena biasanya aku tidak begitu khawatir di daerah muslim yang banyak mesjid untuk menumpang malam.


Akhirnya di suatu stasion pengisian bensin di distrik wang Noi,aku buru buru ambil uduk karena sholat zuhur dan asharku belum dilaksanakan karena tidak ada tempat sholat yang dirasa pantas,lalu disuatu pojok pedestrian aku geĺar matras lalu aku dan joker bergantian sholat disitu beberapa orang yang lewat seperti melihat keheranan pada kami namun aku tidak hiraukan dan sangat memaklumi hal ini.

Sholat di pojok pedestrian

Kami bertanya pada petugas kebersihan disitu untuk numpang pasang tenda untuk nginap di area tersebut,tapi susah sekali berkomunikasi akhirnya kami diam saja menunggu agak sepi lalu mendirikan camping berjejer dipojok dekat tanki,tadinya aku agak khawatir dilarang oleh petugas tapi Alhamdulillah kami bisa istirahat sampai pagi di tenda itu.


camping di emperan

Untuk makan sore itu untung ada nasi yang tadi disediakan oleh istri mas didid dari Kbri lalu kami numpang makan di foodcourt sebelah tenda kami,agar tidak terlalu nora numpang makan nya kami pesan air mineral,sambil nanya out let listrik untuk charge phone cell kami...wkwkk.
Pagi hari tanggal 18 November sudah satu bulan kami meninggalkan rumah,rasanya baru kemarin kami berangkat dari rumah,aku melamun sambil membenahi tendaku dan peralatan tidur lainnya,rasanya saat di Thailand ini kami mulai merasakan banyak tantangan,terutama faktor bahasa,makanan halal dan tempat istirahat dan sholat.
Malam tadi opung tidak mengembangkan tendanya untuk tidur karena malas dan panas katanya jadi dia lebih memilih pakai matras dan sleeping bag saja di emperan foodcourt,belakangan aku ketahui ternyata tendanya sudah rusak akibat salah pasang sehingga berantakan.

opung tidak mengembangkan tendanya

Jalan menuju Saraburi lebar mulus dengan tiga jalur di tambah jalur lambat yang mempunyai jalur khusus untuk sepeda walaupun ramai kendaraan trailler yang panjang panjang tapi aku merasa aman di jalan thailan ini.

Kiri kanan jalan umumnya di hiasi gudang dan fabrik fabrik,aku tidak melihat perumahan penduduk dipinggir jalan walaupun disitu banyak pekerja kemungkinan kariawan disitu pakai transportasi khusus dari daerah yang lain untuk datang kesitu,kadang kadang ada sepeda motor melewati kami 
mereka datang dari jalan jalan desa yang lebar kurang lebih 8meter dan juga mulus kemudian bertemu di jalan utama ini. kemudian disetiap 5km ada jalan layang untuk pindah jalur atau U turn, Aku melihat Thailan lebih bagus diantara negara asean dalam hal infrastukturnya,pembangunan dan jalan antara kota dan desamereka  mempunyai kwalitas yang bagus dan merata, apalagi kalau dibandingkan Indonesia yang mendapat perhatian dengan kwalitas yang bagus hanya di kota dan jalan daerah umumnya compang camping tak terurus.
udara sangat panas dan kayuhan kami juga banyak dipengaruhi hembusan angin yang bertiup dari depan hingga kecepatan rata rata kami hanya bisa maximum 14km/jam kalau normal tanpa angin biasanya bisa 21km/jam.
Masuk Saraburi hari sudah jam 11.00 lalu kami lanjut ke kanan kearah Lam takhong,sambil jalan kami melirik terus kalau ada mini market 7elevent yang ada menjual makanan halal untuk makan siang.


Dibawah jembatan layang kami berteduh dan istirahat lepas lelah,tiba tiba ada truck berhenti,dan sopirnya turun berjalan kearah kami,aku sedikit heran, mau apa orang ini,tapi begitu dekat kami dia menyodorkan sebotol besar air mineral pada opung,omongannya tidak kami mengerti tapi dari gerakannya tentu dia mengatakan "minumlah air ini untuk kalian"  belum habis heran kami lalu orang tersebut permisi dan berangkat naik truknya lagi.
Sudah jam 13 masih belum ketemu makan yang cocok akhirnya karena sudah tak tahan lapar kami mampir disebuah warung pinggir jalan di Mueang yang cukup nyaman dan  ada beberapa pengunjung lokal yang sedang makan.

mampir di warung

Aku lihat disitu ada telor dan sayur sayuran seperti bahan pembuat gado gado,aku meyakinkan diri kalau nanti yang akan dimasaknya halal,tiba tiba ada seorang bapak bapak pengunjung mendekati kami dan bertanya dengan bahasa inggris yang terpatah patah,nampaknya dia ingin membantu kami berkomunikasi,mungkin karena kami orang asing dan pesepeda jauh yang kelaparan,aku coba minta bantuan dia memesankan makanan yang halal tanpa unsur babi buat kami atau hanya goreng ayam dan gado gado.
Nasi yang rasa ketan segela lewat ke perut kami selanjutnya ayam goreng dan gaso gado yang rasanya khas sekali,pedasnya minta ampun,mudah mudahan perutku tidak bergolak karenanya.
Sebotol pepsi cola dingin mengurangi haus saat itu. Bapak yang tadi menolong memesankan makanan membayar semua makanan kami,sambil memberi tanda kemeja dan menunjukan dompetnya dia bilang "I pay..I pay all"
Huuh..malaikat mana lagi yang menolong kita ini aku bilang pada opung yosef untuk menolaknya dan bayar sendiri,tapi orang tersebut ngotot membayarkannya, dan aku terperangah dan mengatakan "thank you..may god bless you" lalu bapak tersebut pergi melanjutkan perjalanannya dengan tujuan Bangkok untuk membawa dagangannya dari hasil pertanian. aku meihat gambaran petani di thailand umumnya seperti bapak tadi yang mempunyai kendaraan pickup dan bertani dengan menggunakan alat modern.
Lama kami istirahat di warung tersebut,mungkin karena kekenyangan dan udara yang panas diluar membuat kami enggan keluar warung tersebut untuk memulai kayuhan.




Tidur menunggu hidangan
Sudah jam 14.30 kami mulai mengayuh sepeda lagi,kali ini pemandangannya sedikit berbeda juga kontur jalannya yang naik turun didepan kami lihat ada bukit bukit dan kiri kanan sudah mulai ada hutan yang menghijau,kami memasuki Muak lek jalannya mendaki panjang,jam 17.00 kami berhenti di sebuah Gas station distrik Pak chong disitu kami buat kemah lagi di samping warung orang.

16.TOUR de ASIA_Pesta dadakan untuk tiga kakek

Daerah Great palace

Hari ini ahad aku ingat karena besok Senin akan berkunjung ke kantor kbri Bangkok,selesai subuh joker dan Opung Yosef sitor tidur lagi,aku tidak tidur lagi tapi membuka fb dan meneruskan catatan perjalananku sambil mendengar kicauan burung di pohon yang tumbuh dihalaman warga.
Sudut lain kota Bangkok
Sekitar jam 9.00 pagi,tiba tiba datang serombongan pesepeda ke mesjid,mereka berbahasa Indonesia,dalam hatiku bertanya tanya,siapa rombongan ini dan apakah dia akan menjemput kami,dan kalau betul siapa yang memberi tahu kedatangan kami,tapi setelah bersalaman dan ternyata bukan, mereka kebetulan berkunjung kesitu tidak ada hubungan denganku,tapi diantara mereka ada yang pernah membaca berita kedatangan kami TDa bersepeda dari pekanbaru di FB kawannya,lalu setelah foto foto mereka pergi.
Mereka kebetulan tahu
Jam 10 kami pergi jalan dengan tujuan Great palace rencana pakai bus,tapi setelah jalan dan tanya kian kemari kami gagal naik bus akhirnya carter taxi,woow... ongkos nya sama dengan satu hari uang makan kami.
Pagi hari minggu di great palace ramai sekali,antri dimana mana,daerah tersebut adalah daerah object turis,apalagi hari itu adalah hari Ahad jadi turis local juga banyak berkunjung saat itu....pusing aku kata opung yang sempat dilarang masuk karena pakai celana pendek,tapi bukan opung namanya kalau langsung menyerah dia lihat petugas lengah opung myelinap dikerumunan orang..hehe
Waktu menuju patung wat Po,joker terpisah dengan kami. belakangan joker cerita kami berdua hilang pada hal joker sendiri yang hilang..hehe

Great Palace
Aku dan opung lihat ticket masuk 500bht area wat po cukup mahal buat kantong kami,tapi aku perhatikan di bagian pintu masuk untuk orang lokal tidak pakai tiket lalu kami nekat masuk kebagian pintu masuk yang gratis,eee...petugasnya senyum senyum saja,kami juga pasang senyum ramah sok akrap tapi jantungku deg degan takut ditanya..hmm ini namanya uji nyali jadi jangan ditiru..wkwkkk
Celana pendek dilarang masuk oom...
Jam 14 kami pulang ke mesjid Indonesia tanpa joker dan tidak berapa lama joker menyusul datang,sambil menjustifikasi ketidak bersalahannya.
Sore itu aku dapat inbox dari eko widodo (kawan FB di Bangkok) bahwa kalau saya punya waktu dia dan komunitas sepeda Indonesia di Bangkok ingin bertemu kami sehabis magrib nanti. 

Dijemput pesepeda Indonesia di Bangkok

Aku menyetujuinya,lalu sehabis magrib lebih kurang 10 orang bersepeda yang terdiri dari profesional muda indonesia bekerja di Bangkok datang ke tempat kami dan mengajak gowes cari bakso Indonesia. Mereka mengetahui kami dari Mas Dicky yang saat itu dalam perjalanan dari jakarta ke Bangkok lalu menyuruh kawan kawannya di Bangkok mencari tahu keberadaan kami saat itu. Eko Widodo yang pagi tadi secara kebetulan bertemu dengan kami memberi tahu komonitas pesepeda indonesia di Bangkok tentang keberadaan kami hingga kami dijemput.
Malam itu kami langsung pamitan pada jamaah dan imam masjid Indonesia,terasa berat juga meninggalkan jemaah yang mulai akrap dengan kami.
Nite riding di kota Bangkok sangat beresiko tapi dengan adanya komunitas sepeda lokal yang mengerti kiat kiat jalan malam kami jadi percaya diri juga.
Rupanya bakso indonesia malam itu tutup,lalu pak Didit Janu Dwiana arek Malang yang menjadi guru di sekolah indonesia Bangkok mengajak kerumahnya disebuah kawasan dekat KBRI,kami di siapkan makan dan doa keselamatan untuk keberangkatan kami besok pagi. 



Jamuan makan dirumah Cak Didit

Tanda tangan kenangan

Kenangan dengan sahabat kami di Bangkok
Aku merasa tersanjung dan terharu melihat acara spontan yang diadakan mereka ini,mereka adalah orang orang sibuk tapi mendoakan keselamatan kami dan bersedia meluangkan waktunya untuk membesarkan hati kami yang baru dikenalnya melalui FB yang bersileweran.
Selesai acara,kami bertiga dibawa nginap di Apartemen mas Dicky di greate diamond yang mewah dan sepeda kami tinggal dirumah cak Didit. Mas Dicky adalah seorang profesional di bidang perminyakan dan sudah sepuluh tahun ini bekerja di Bangkok dan keluarganya tinggal di Jakarta dan rutin dikunjunginya sekali dua minggu,sepertinya Bangkok jakarta dekat saja bagi mas Dicky ini. Tidur di tempat mewah handy cup tersendiri bagiku untuk bisa nyenyak tapi kali ini Alhamdulillah bisa tidur walaupun sudah lewat jam 01 dini hari.

15.TOUR de ASIA_Berburu mesjid Indonesia di Bangkok


Ini adalah hari ke 29 perjalan kami tour de Asia dan Thailand adalah negara ke tiga yang kami kunjungi,aku sudah merasa perjalanan yang kami rancang untuk 3 bulan perjalanan mungkin bisa molor karena kadang kadang di suatu kota kami merasa perlu bertahan beberapa hari untuk pemulihan stamina dan silaturahim sesama sahabat terutama seperti di Malaysia dulu,kami mencoba untuk minta bantuan rekomendasi KBRI kuala lumpur untuk ambil visa Cina menunggu sampai tiga hari namun gagal pula.
Jangka waktu Free visa di Thailand kami dikasih hanya untuk waktu 14hari dan 2hari sudah terpakai sampai Bangkok,di Bangkok kami akan tinggal selama tiga hari karena kami menunggu KBRI buka hari senin lalu coba minta bantuan konsul untuk urusan visa ke China,mudah mudahan berhasil kalau tidak berhasil mungkin rute perjalanan kami akan berobah dari Laos ke vietnam Hanoi-Saigon,Kamboja dan masuk lagi ke Thailand. Kami masih penasaran dan kadang menyesali biro jasa/travel agent pekanbaru yang tidak serius dan gagal mengurus visa china kami sampai sebulan lebih akibatnya rencana yang sudah dirancang setahun sebelumnya jadi kurang sesuai seperti yang kami inginkan,mudah mudahan ini jadi pebelajaran dan jangan terlalu percaya pada travel agent atau biro jasa. Yaaah sudahlah semoga ketentuan Allah ini menjadi yang terbaik buat kami....amiiin.
Sejak dari Hat yai sampai kami naik train ke Bangkok selalu di monitor oleh pak eid sidek dari Kedah,beliau menghubungkan kami dengan Khaleez seorang peturing Malaysia yang sedang melakukan perjalanan ke China dan saat ini sedang berada di Bangkok.
Khaleez berapa kali menanyakan posisi kami sewaktu di train dan akhirnya kami sampai di stasiun train hua lamphong Bangkok jam 12 siang,kami berbagi tugas menurunkan sepeda dari gerbong yang terpisah didepan,aku menurunkan dari atas gerbong dibantu petugas sementara itu joker dan opung sitor menyambut dibawah,lumayan berat menurunkan sepeda dengan beban panier yang total 45kg,kalau tidak hati hati bisa terbanting dan rontok sepeda kami.
Untungnya di stasion train Bangkok ini ngga ada porter porter yang maksa untuk beri bantuan yang buntut buntutnya minta upah yang tidak wajar seperti kebanyakan di terminal terminal kita di Indonesia,kami merasa cukup aman disini.
Keluar dari peron seorang anak muda tinggi gagah berperawakan timur tengah melambai kearah kami "pak Tasman.." dia menyodorkan tangan bersalaman,lalu aku tanya "maaf dengan siapa ya..?" Dia menjawab "saya Khaleez Jaffar dari Malaysia pak" aku lihat seorang anak muda yang sopan dan ramah,aku merasa lega ada yang aku kenal di negri yang baru ku injak ini setidak tidaknya aku bisa berkomunikasi lagi dengan normal dan tidak sekedar angguk angguk ayam dengan itik saja seperti di train tadi hehe..

Kharleez Jaffar jemput kami di di stasiun train hua lamphong Bangkok

 Khaleez sahabat muda kami menunjukan restoran halal di gedung peron,nampaknya dia sudah hafal daerah ini mungkin karena dia sudah dua hari lebih dulu sampai di Bangkok ini . Suasana peron kelihatan ramai tapi tertip ada kursi kursi tunggu yang masih banyak yang kosong.
Joker mencoba searching mesjid di google map,ternyata ada Mesjid Indonesia yang jaraknya sekitar 3km dari station train,kami putuskan untuk pergi ke mesjid Indonesia karena kami yakin disitu akan banyak informasi yang kami butuhkan.
Khaleez bergabung dengan kami gowes menuju mesjid indonesia di daerah soi polo,dengan bantuan google map dan kami menelusuri keramaian jalan di bangkok,suasananya sama seperti di prapatan senen Jakarta,bedanya dibangkok ngga ada angkot angkot yang main srobot,rasanya mereka masih menghargai pesepeda, jalan untuk sepeda juga lebih banyak ditemukan di Bangkok, disuatu sudut shelter pinggir jalan utama aku melihat sepeda yang tersusun dan ban depannya terkunci dengan box pakai koin,ternyata sepeda disitu bisa untuk rental dengan jam jaman,buka kunci dengan masukan koin,lalu kita bisa bawa sepeda tersebut kerute rute tertentu yang ada di peta,kemudian apabila selesai kita bisa kembalikan ke station terdekat dan tidak perlu ketempat semula,ide yang cemerlang untuk memasyarakatkan sepeda sebagai kendaraan anti polusi dan menghindari kemacetan.

 
sepeda rental di Bangkok

 
Joker berusaha memastikan posisi mesjid yang dituju dan selagi melihat lihat arah ada seseorang perhatikan kami,lalu kami dekati dan menanyakan keberadaan mesjid Indonesia.
Ternyata kita bertanya ke orang yang tepat karena pak Ahmad adalah imam mesjid Indinesia.
Hanya 10menit setelah memasuki jalan kecil 3meter kami sampai di mesjid tersebut,aku merasa terharu dan bangga melihat ditengah negri yang mayoritas budha ini berdiri sebuah masjid dengan nama Indonesia dan didepan atas mesjid berkibar bendera merah pitih digandeng bendera Thailan.

dari jauh terlihat  Masjid Indonesia di Bangkok

warga thailand turunan Indonesia di Masjid Indonesia Bangkok
 
Beberapa jamaah datang menyalami dan ucapkan sala pada kami,mereka bertanya "Indonesia?" Aku jawab "iya" aku berharap ada yang bisa berbahasa indonesia,tapi ternyata umumnya mereka bisa mengucapkan beberapa patah kata indonesia saja,dan pak imam bisa sedikit bahasa inggris juga agak kesulitan akhirnya memanggil seorang ibu tua berkerudung mempersilahkan kami untuk tidur di mesjid dan menunjukan fasilitas yang bisa digunakan,cukup jelas berkomunikasinya dia menerangkan bahwa mesjid itu wakaf dari kakeknya almarhum Hj Salae yang orang indonesia menetap di daerah itu sejak 100tahun yang lalu,kemudian dizaman pak harto mesjid itu di bantu pembangunannya oleh kbri bangkok dan diberi nama mesjid indonesia.
jamaah kebanyakan datang dari daerah yang agak jauh karena jamaah disitu hanya sekitar 12 keluarga dan umumnya anak anak yang sudah berkeluarga pindah ke tempat lain maka tinggallah jamaah disitu orang orang tua saja. Penduduk lainnya disekitar itu umumnya penganut Budha. Sore sebelum magrib kami jalan sambil orientasi didaerah sekitar.

 
di jamu saudara muslim di Bangkok

Malam sehabis isya jemaah mengantarkan nasi untuk kami bertiga. Sepeda kami titip dirumah pak imam dan mudah mudahan kami bisa tidur nyenyak di masjid malam ini.(bersambung,foto bisa di lihat di fb)

Tuesday, June 30, 2015

14.TOUR de ASIA_Penang-Hatyai



MEMANJAKAN DIRI
Hari ini tanggal 12 november sudah 25 hari kami meninggalkan rumah,cuaca pagi di penang cerah sekali.
Kendaraan mulai ramai dikota yang bersih,aku agak berat meninggalkan kota yang begitu indah dan ramah pada pengunjungnya.
Mariady memberiku satu mp3 multifunction katanya ini sebagai kenang kenangan,yang ternyata musiknya memang bisa menghilangkan kejenuhan diperjalanan yang jauh,pantaslah harganya mahal yang tidak mungkin aku beli dalam perjalanan ini.
Pak Damhuri menunggu kedatangan kami di Butterwort membawa beberapa bungkusan di sepeda motornya yang ternyata bekal makanan seperti Kurma dan kopi buat kami diperjalanan.
Menuju HatYai


Satu tujuan Ke Thailan

Di ferry tadi kami bertemu 2 orang suami istri pesepeda dari Belanda Karen dan Howard yang juga menuju Thailand ,mereka bergabung dengan kami sampai dikedai kopi untuk sarapan pagi dan mereka melanjutkan berdua lewat highway katanya.
Pak Damhuri dengan gayanya yang kocak membagi beberapa makanan buat kami di jalan kami tidak boleh menolak walaupun tak cukup tempat di sepeda dan akhirnya digantung di luar pannier.
Kami dibekali semua informasi yang diperlukan sampai kontak person di Hatyai kalau dapat kesulitan dan juga doa doa yang dianjurkannya untuk dibaca..aku terharu dengan perhatiannya yang begitu besar pada kami,kami diantar sejauh 45km mengayuh kemudian berpisah di daerah gunung Jerai kedah,Mariady dan pak Damanhuri kembali ke Penang,saya,joker dan opung yosef lanjut ke utara menuju Alor setar.
gunung Jerai kedah

Hujan gerimis masih mengguyur kami tapi kami tetap semangat mengayuh,aku dapat inbox dari prof Johari Hamid menanyakan posisi kami,lalu di daerah gunung besar jam 17sore kami jumpa beliau dengan keluarganya kemudian di jamu dengan makan Tomyam panas yang bisa  menghangatkan tubuh kami yang sedang kedinginan karena kehujanan. 
Prof Johar yang setia menunggu kami
Prof johari seorang dosen di UPM mengatakan dia termotivasi dengan perjalanan kami ini dan selalu mengikuti perkembangannya melalui FB,walaupun masih 4bulan memulai kegiatan sepeda tapi dia juga  berniat akan adakan solo turing dari London ke Istambul Turky kami dilepas oleh prof Johari hamid dengan bekal uang untuk beli minuman katanya..opung menimpali dengan logat bataknya "kalo ini bisa keliling dunia kami ini pak"
Alhamdulillah...keikhkasan beliau mudah mudahan menambah berkah sehat dan rezki inya amiiin.
Di kegelapan malam kami mengayuh sambil perhatikan kiri kanan jalan kalau ada mesjid untuk istirahat kami malam itu,perasaanku sedikit khawatir karena sudah terlalu gelap dan hujan.
Pak Eid Sidek tanya diwatchup posisi kami,beliau menganjurkan nginap di rumahnya di Jitra yang kira kira 30km lagi di posisi kami saat itu tapi karena keselamatan dan keamanan perjalanan kami akhirnya berhenti di mesjid Batu sembilan.
Jamaah dimesjid tersebut sangat ramah mempersilahkan kami tidur di suatu ruangan khusus. Pagi selesai subuh kami lanjut kayuhan kearah Alor setar,dikota berfoto di depan mesjid jamik dan tower merdeka.
Saat kami berhenti datang seorang bapak minta foto bersama,pak Musa pencinta sepeda ontel sangat ingin tahu perjalanan kami lalu beliau mengajak kami makan pagi di food court Alor setar,tidak lama kemudian datang lagi mengenalkan diri pak abd Rahman sebagai utusan pak Eid Sidek untuk jemput kami.
Pak Eid dan Pak Rahman di Jatra
Sekarang perjalanan kami di escort oleh pak Rahman hingga kota Jitra dimana pak Eid Sidek sedang menunggu kami. Di kota jitra kami sholat dan makan siang lalu mengisi departure card masuk thailand nanti. Pak eid kembali memberi informasi dan nasihat nasihat mengenai Thailan pada kami dan juga menghubungi temannya yang perlu kami hubungi sewaktu di Bangkok nanti. Kami merasa sangat terbantu sekali dengan Pak Eid saat itu dan akhirnya beliau melepas keberangkatan kami dengan membekali makanan untuk diperjalanan.
Hujan kembali mengguyur kami jalan lurus dan mulus hingga sampai di border Kayu hitam,kami basah kuyup dan dilumuri percikan lumpur menyusup diantara kendaraan besar kecil yang antri akan keluar dari Malaysia. Hujan tidak membuat kami berhenti,berpasang pasang mata yang mungkin heran dan kasian memandang kami dari kendaraan yang ada disekitar kami,antrian mobil yang panjang serta guyuran hujan yang lebat mengharuskan kami sedikit lebih nekat untuk mendahului disela antara dua kendaraan yang berlawanan arah,aku begitu perkasa rasanya saat itu dan tidak perlu dikasihani karena in sya Allah sebentar lagi kami akan sampai di perbatasan Thailand dan sungguh ini merupakan kebahagian bagi kami...sebentar lagi mimpiku terwujut itu yang ada dalam otak kami,opung yosef dan Joker terus menyelusup dalam hujan diantara antrian panjang aku ikut di belakang.
Bermacam perasaanku yang muncul saat itu,ada bahagia ada juga kekhawatiran kalau kami ditolak masuk Thailand saat itu,tapi Alhamdulillah tidak ada masaalah keluar dari imigrasi Malaysia lalu dilanjut masuk ke Imigration Thailan,joker duluan antri didepanku lalu menanyaka berapa lama izin tinggal kami di Thailand,ternyata 14hari,lalu kami mohon diberi perpanjangan menjadi sebulan karena tidak cukup bagi kami mengayuh keluar Thailan dalam 14 hari,lalu officer yang cantik dan cukup ramah itu menyuruh kami mengurusnya di kantor imigrasi di kota Hat yai.
"Plog" terdengar bunyi stempel ke pasporku lalu aku disuruh intip alat ifentifkasi elektronik,paspor ku sudah ditangan lagi...dalam hati aku berteriak Thailaaaand aku dataaang..!!kami kesenangan.
Aku mengayuh lagi dalam hujan,waktu sudah menunjukan jam 18 sore sama dengan waktu Indonesia sekarang.
Tidak berapa jauh dari border kami bertemu kota Danok,kotanya terasa ramai tak jauh beda dengan kota di Malaysia,lampu lampu toko dan kendaraan mulai nyala karena sudah mulai gelap,mata kami mulai mencari cari kalau ada masjid dekat situ,lalu aku ingat pesan Pak Eid kalau mau membeli kartu sim Thailan di kota Danok bisa di cari disuatu kedai phonsel kepunyaan seorang suku Patani yang bisa berbahas melayu yang posisinya pas dekat "u" turn melewati pasar,ternyata memamg tidak begitu sulit kami temukan.
Memasuki Thailand border
Kami masuk toko celuler yang menjual berbagai acesories phonecell,beberapa pramuwisata masih ada yang bisa berbahasa melayu walaupun kedengarannya agak lucu tapi lumayan kami bisa berkomunikasi dengan baik waktu akan membeli sim card thailan,kami dibantu oleh pelayan toko meregister kartu baru ini,kalau tidak dibantu tentu tentu akan sulit melakukan proses registrasi dalam bahasa Thailan ini,ternyata phone cellnya Opung Yosef dapat kendala sewaktu pemakaian internetnya dikarenakan brand gadget tertentu tidak mendukung untuk memakai sim card Thailand,jadi opung harus ikhlas untuk tidak memakai internet mulai hari itu. Hari sudah semakain gelap kami langsung menuju mesjid yang diberi tahu oleh pelayan toko tadi,memasuki jalan pasar beberapa pasang mata memperhatikan kami mengayuh dimalam yang cukup dingin setelah diguyur hujan tersebut,sekitar satu kilo meter kami mengayuh lalu terlihat dijalanan ada beberapa orang laki laki berpakaian gamis,spontan aku menyapa mereka dengan Assalamualaikum....kemudian menanyakan masjid terdekat kembali mereka menjawab salam kami dan menujukan masjid yang tidak berapa jauh dari situ.
Masjid ArRahman di Danok

Masuk halaman mesjid kami bertemu banyak jamaah sudah selesai sholat magrib,beberapa jamaah menanyaku dalam bahasa Melayu,begitu kami jawab kami dari Indonesia dengan mengendarai sepeda mereka sangat senang dan persilahkan kami untuk sholat dan istirahat di mesjid tersebut,tadinya aku agak khawatir dengan kesediaan mereka menerima kami sebagai muslim Indonesia,menurut informasi yang aku dapat sebelumnya ada beberapa masjid yang ditembak oleh orang tak dikenal kemudian pemerintah Thailand melarang ada tamu asing menginap di masjid hal ini mungkin dikarenakan Thailand selatan ini masih panas dengan pergolakan muslim petaninya,tapi hal yang aku khawatirkan tidak terbukti,malahan aku sangat terkesan dengan keramahan mereka pada kami saat itu.
Penduduk Disekitar mesjid umumnya muslim dari Patani,mereka sangat mengenal Indonesia karena seringnya para pendakwah indonesia ketempat mereka khususnya dari jemaah Tablig,aku sering disangka dari jemaah tablig mungkin karena janggut sunah yang panjang..ini salah satu manfaat janggutku hehehee..
Alhamdulillah perut ku yang diare sejak dari Batu Sembilan kedah sudah normal lagi,Selesai makan pagi di warung muslim dekat mesjid Fathur Islami kami melanjut perjalanan menuju Hat yai,di kota Sadao kami disiram hujan rintik rintik lalu berhenti sebentar didekat custom,bacaan semua tulisan Thailan kayak cacing"pusing aku" kata opung.
Sadao

Memasuki kota  Hat yai arus lalu lintas mulai padat tak ubahnya seperti kota besar di Indonesia,kami mencari posisi imigrasi di google map dan ternyata cukup sulit dan nyasar beberapa kali.
Sepeda kami yang sarat muatan menjadi tanda bahwa kami adalah turis pesepeda yang sepertrinya sudah tidak asing bagi penduduk setempat. 
Kuil Budha menjelang Hat yai

Udara panas yang menyengat menambah tantangan serta tulisan Thailand yang tidak dimengerti serta sulitnya menemukan seseorang untuk bertanya karena jarang orang local yang bisa berbahasa inggris,akhirnya kami memakai bahasa itik dan ayam,angguk angguk saja,secara kebetulan ada yang mengerti sedikit bahasa Inggris dan menunjukan kantor Imigrasi yang tidak jauh dari tempat kami bertanya saat itu.
Imigrasi thailan memberi tahu bahwa bisa menambah izin tinggal kami hingga satu bulan dan membayar 1900bht kira kira sama dengan Rp 700ribu,mengingat biaya tinggi kami ambil putusan tidak perpanjang tapi naik train ke Bangkok.
Kami buru buru mengayuh sepeda pergi ke station train di Hat yai,Joker menanyakan informasi ke loket dan kami berdua menunggu barang dan sepeda di pelataran stasion , tidak berapa lama joker memberi tahu bahwa ada keberangkatan Kereta ke Bangkok pada jam 16.30 sore itu,tanpa pikir panjang kami langsung beli tiket karena masih punya waktu 30 menit,harga tiket berikut sepeda 885bth,dengan fasilitas di ruang ac dan kursi bisa jadi tempat tidur. 
Station KA Hatyai
Sepeda kami dorong kearah kargo dengan perasaan sedikit khawatir untuk loading sepeda ke train nanti karena beban sepeda dan waktu yang pendek akan jadi problem,tapi ternyata kekhawatiran tersebut hilang setelah kami kerjasama mengangkatnya ke gerbong khusus barang,sekarang kami sudah tenang di train bisa sedikit santai dan baca serta respon fb. Para penumpang lain terlihat juga sibuk dengan kegiatan masing masing semuanya kelihatan teratur dan tidak ribut,mereka tidak terlalu perhatikan kami tapi ketika kami berbicara bahasa Indonesia mereka baru melirik ingin tahu siapa kami.
RUANGAN YANG NYAMAN

Ruangan berpendingin dan nyaman ditambah ayunan lembut kereta menbuat mata ini sayu ingin segera tidur,jam 20 terlihat petugas merobah kursi jadi tempat tidur,kami disuruh tidur diatas,koq ngga boleh dibawah ya..?ternyata nomor nomor untuk tidur di bawah sudah duluan di booking dan kami tinggal sisa tempat tidur diatas..wah begitulah hasil dari bahasa tarzan sehingga informasi tidak bisa kami secara utuh,tapi itu tidak jadi masaalah karena diatas juga enak tidurnya,pagi subuh aku terjaga penumpang lain masih tidur,semilir semilir aku mencium bau amis,aku coba mencarinya dengan mencium kesana kesini dan ternyata waktu aku cium bajuku sendiri itu lah sumbernya...pantas saja baju gowes keringatan dan basah kena hujan dibawa tidur menjadi bau ikan asin...aku menuju kamar mandi yang cukup bersih dan bagus lalu mandi sepuas puasnya.
Pagi ini tanggal 15 november kereta memasuki kota Bangkok,rasanya bagaikan mimpi kalau saat ini aku bisa menyaksikan kota bangkok dari atas kereta,aku berjalan di gerbong persis seorang kondektur celingak celinguk lihat penumpang dan sekali sekali lihat pemandangan keluar,akhirnya sampai di gerbong agak kedepan disini ternyata gerbong restorant,terlihat sepi,aku coba duduk disuatu sudut dan memandang keluar,..waaah ternyata sensasinya beda,enak rasanya lebih nyaman,tiba tiba pelayan menyamperinku dan bertanya dalam bahasa thai sambil menyodorkan menu makan,aku ambil menu makan lalu pesan kopi dan sandwich,tidak berapa lama opung yosef dan Joker menyusulk ke gerbong restoran dan memesan makanan juga.





Setelah ngopi di train kami sampai di kota Bangkok,mudah mudahan menurunkan sepeda nanti ngga ada masaalah,sampai ketemu di jalan jalan di Bangkok ya...hehehee..
(bersambung)