Pages

Sunday, January 12, 2014

6.HARI INI LAGI APES...(TRANS JAVA BALI)

Ada hari hari yang membahagiakan kita dimana semuanya serba lancar dan apapun yang dilakukan rasanya tepat sasaran tapi kadang kadang ada hari hari yang dari pagi sampai sore ada ada saja kesusahannya,kalau ustad bilang hati hati itu ujian jangan sampai ngomel dan kufur nikmat....ikhlas menerima dan nikmati saja apa adanya...jangan bersedih ucapkan Alhamdulillah...kata ustad..
Hari ini adalah hari ke tiga belas kami berkelana.
Kemarin sewaktu memasuki jombang saya langsung kebayang muka gus Dur yang lucu,saya sering melhat beliau dari sisi jenakanya,saya tidak terlalu memusingkan pernyataan pernyataan politiknya yang kontroversial biarlah politikus yang mikirinnya,itu aja koq repot hehehee....aku perhatikan satu persatu muka warganya dari sadel sepeda ternyata banyak yang tidak mirip dengan gus dur tapi muka boleh nggak mirip namun lucunya mungkin bisa sama.
Aku tersenyum sendiri membayangkan gus dur kalo ceplas ceplos,pasti sebentar lagi aku akan ketemu orang yang lucu lucu. Disatu tikungan setelah memasuki kota Jombang kami mendengar azan dari mesjid dipinggir jalan,joker mengasih tanda kita sholat zuhur saja di mesjid itu dulu,sepeda langsung dibelokan memasuki halaman Masjid.
 Didepan halaman mesjid banyak pedagang gerobak aku lewat sambil mengangguk memberi salam pada mereka. Sewaktu sedang memarkir sepeda dibawah sebatang pohon,aku mendengar ada yang teriak "oii...sendalnya dilepas..ngotor ngotori aja bawa najis..." aku lihat joker yang sedang berhenti memarkir sepeda dekat toilet,lalu joker menjawab "oh maaf saya ngga tahu karena ngga ada tanda larangan"
Saya perhatikan bapak gendut itu (kebayang body gus dur nih) menuju toilet sambil menggerutu gerutu,..dalam hati koq begitu marahnya ya..apakah orang sini ngga suka melihat tamu yang belepotan seperti kami,atau kami di curigai kriminal ? Namanya juga orang ngga sengaja dan baru nyampe udah disemprot...
Aku lihat joker mau emosi dan aku bilang ngga usah marah kita pergi saja,biarkan dia yang marah ntar dia menyesal sendiri..kami kayuh sepeda keluar dari halaman mesjid tersebut untuk mencari mesjid lain,akhirnya menemukan warung  soto lamongan yang ada mushola dan bersih. Aku bilang joker jombang jadi ngga lucu lagi ya....seraaam.
Dari pengalaman pahit tersebut setiap masuk toilet kami saling ingatkan ..."eiiiit sendal dilepaas"....jadi lebih berhati hati sekarang biarpun ngga ada tanda larangan baik itu toilet kotor atau bersih sendal harus di copooot...kalo ngga mau aku pangilkan pak Gendut tadi heheheee..
Malam tadi tidur di mushola spbu sebelum masuk tol ke Surabaya,SPBU terbaik menurut penlaianku arena disana hampir semua fasilitas ada,mulai dari mushola,toilet dan tempat mandi yang bersih mini market dan kantin,halaman parkiran luas,hampir setiap seperempat jam ada saja bus atau kendaraan umum yang singgah. Sehabis Isya kami makan nasi goreng kemudian langsung istirahat,tapi tidurku ngga nyenyak tiap sebentar ada saja bus atau kendaraan pribadi datang,aku masuk sleeping bag dan tutup telinga pakai sarung tetap saja kedengaran obrolan orang sambil ngakak..duh ujian keimanan...sabar sabar dalam hati...
Sayup sayup terdengar azan dari kejauhan ternyata sudah jam 3.30 aku buru buru bangun dan beruduk,sempat kaget melihat air koq sekarang jernih dan kemarin sore waktu mandi warna susu...aku menyimpulkan kemarin aku mandi pakai air bekas sabun,mungkin ada yang nyuci pakaian kedalam bak mandi karena ngga ada ember..duuuh sompreet,Selesai sholat subuh tidak tidur lagi sampai gowes.

Mushola SPBU Mojosari

Jam 7 mulai memasuki jalanan rasanya sudah terlambat karena udara mulai panas dan jalanan kearah mojokerto sudah padat,terasa perut ini mules habis makan dipinggir jalan tadi...aahkk masa bodo...lengkingan klakson bus dan truck sering membuat aku terperanjat ditambah bunyi desiran rem angin yang membuat nyaliku jadi ciut,duuuh aku mulai bosan
Di daerah mojosari kami di susul rombongan buruh yang pergi demo menuju Surabaya,ada 10bus beriringan didepan dan diikuti ratusan sepeda motor dibelakangnya rata rata mereka membawa bendera serikat pekerja,kami terperangkap didalam kerumunan sepeda motor pendemo tadi dibelakang diikuti 7 truck kepolisian membawa brimob.
Terperangkap kerumunan masa pendemo menuju Surabaya,
Aku sempat ngantuk karena lambannya perjalanan sebelum bundaran gempol aku ajak joker pindah ke jalur berlawanan arah disini kami bebas tetapi kendaraan didepan selalu mengancam,akhirnya kami bisa mendahului rombongan demonstran di bundaran Gempol,di bundaran gempol ini kami bertanya jalan yang ke Banyuwangi lalu ditunjukan jalan kearah kiri,mumpung rombongan masih agak jauh kami kebut sepeda sekencang kencangnya belok kekiri akhirnya rombongan bisa kami tinggalkan jauh di belakang. Beberapa ratus meter selepas jembatan aku melihat gundukan tanah yang memanjang dan disitu ada spanduk spanduk bekas demo,ternyata yang kami lihat adalah bendungan lumpur porong lapindo...!
Aku berseru pada Joker "kita salah jalan!!" Ini jalur ke surabaya sudah 2km lebih kita nyasar seruku.
Sepeda kami seberangkan ke jalur balik ke gempol dan sebelum genjot pulang kami sempatkan foto foto dengan latar belakang tanggul lapindo di Porong Sidoarjo.
Tanggul lapindo di Porong Sidoarjo
Sakarang kami sudah masuk dijalur ke Banyuwangi,jalannya agak sempit dan padat.
Bangil kami lewati dan sewaktu sampai di desa Bendungan kami istirahat diwarung kopi dan tidak berapa lama,hujat lebat turun akhirnya kami tertahan menunggu hujan reda,tidak sabar hingga jam 5 akhirnya kami meneruskan perjalanan di hujan rintik itu dengan target ketemu mesjid untuk menginap malam ini.
Didesa Tambak reja kami turun dan minta izin pengurus mesjid agar kami diizinkan menginap malam itu,hari ini jarak tempuh kami hanya 62km,mudah mudahan esok hari akan lebih baik amiin.mohon doanya

Wednesday, January 8, 2014

5.BERSEPEDA DALAM DEBU GUNUNG MERAPI (TRANS JAVA BALI)

Hujan yang yang hampir tiap hari dan kondisi phisic kami yang sudah mulai menurun,akhirnya joker mengusulkan untuk merobah rencana rute dari jogja yang tadinya ke jalur selatan yaitu melalui Tawang mangu,pegunungan Dieng,lawu ,kediri dan batu malang yang penuh tanjakan pegunungan ,kami robah ke jalur tengah yaitu prambanan,Surakarta,Sragen dan masuk Ngawi di jatim yang relatif datar.
Masjid Almutaqun Yang berlokasi di desa prambanan mempunyai arsitektur yang sangat indah dari informasi yang kami dapat dilokasi itu ditemukan prasasti masjid lamanya yang diperkirakan berumur 2 abad yang lalu kemudian pemda membangun masjid baru dilokasi tersebut,peresmian dilakukan oleh bapak Hidayat Nur Wahid ketua MPR dimasa itu juga dibadiri oleh mentri agama dan imam masjid Nabawi Madinah.
Jalan disekitar prambanan belum begitu ramai pagi itu,sebelum berangkat kami ingin singgah di lokasi candi Prambanan tapi karena tidak diperbolehkan naik sepeda ke lokasi tersebut maka niat kunjungan kami batalkan dan diganti dengan  mencari sarapan pagi yang kami temukan disebuah warung lesehan pinggir jalan.
Lesehan diudara pagi yang masih dingin dipinggir jalan raya Prambanan mempunyai daya tarik tersendiri lalu lintasa masih sepi,kelihatan beberapa penduduk yang sedang jogging dan bersepeda balap disepanjang jalan,aku baru menyadari ternyata hari itu adalah hari libur Ahad. Bubur ayam prambanan sungguh terasa nikmat sebagaimana perasaan kami yang lepas tanpa beban pikiran,bebas dari isu ekonomi politik karena memang kami hampir tidak pernah mendengar berita.Bebas dari pikiran pkiran bisnis,kami hanya memikirkan ada apa didepan kami nanti dan memohon selalu perlindungan Allah.
Bubur ayam prambanan
Melanjutkan perjalanan menuju Surakarta sering sekali kami dilewati oleh pesepeda roadbiker lokal,mereka memperlambat sepedanya dan menanyakan tujuan dan asal kami,atau kalau mereka melewati kami selalu memberi lambaian,hal seperti ini membesarkan hati kami karena didaerah asing ada perasaan solider karena kami sehobi,pernah sewaktu aku agak jauh meninggalkan Joker seorang pesepeda memberi tahuku bahwa joker tertinggal jauh sekitar setengah jam dibelakang hal ini sangat berguna karena aku harus mengurangi kecepatan tapi Joker masih belum muncul juga dan agar tidak terlalu jauh jaraknya pada suatu SPBU aku mampir untuk buang air kecil kemudian duduk di cafe yang ada disitu sambil menunggu joker,namun hampir setengah jam joker masih belum muncul,aku berusaha menelpon dan joker memberi tahu posisinya didekat rumah sakit tapi manalah aku tahu daerah asing itu,kami jadi bingung apakah aku yang didepan atau joker yang didepan,aku mencoba menanyakan pada penduduk lokal posisi yang diterangkan joker itu apakah didepanku atau sudah terlewati,akhirnya seorang pesepeda memberi tahu bahwa posisi itu kira kira 2km didepanku,lalu aku pesan joker agar menungguku disuatu tempat khusus yang kebetulan di perlintasan ketera api,akhirnya kami berkumpul lagi dan mulai memasuki perbatasan Surakarta.dan tak lama di suatu pertigaan jalan sebelah kanan terlihat tugu yang unik yaitu orang duduk sedang menenun mungkin ya..? ?
Kami memasuki kota Surakarta jam 10 siang dan duduk duduk di jalan utama depan pertokoan sambil menikmati surabi dan sebotol aqua dihadiahi orang toko yang katanya juga berasal dari Sumatra dan sangat bersimpati pada kami,dia memberi informasi pada kami bahawa jalan yang kami rencana ke Dieng sungguh penuh tanjakan dan sangat berat apalagi di musim hujan seperti sekarang,mendengar informasi tersebut akhirnya dengan berat hati aku menyetujui untuk mengambil jalur utara yaitu melewati sragen dan ngawi tapi dengan syarat sewaktu di Banyuwangi nanti kita harus naik ke gunung Ijen.
Meninggalkan kota Surakarta kami sampai di Karanganyar dan belok ke kiri kearah Sragen.
MASUK KOTA SRAGEN

Sore jam 16 kami memasuki Kabupaten Sragen,ini adalah daerah perbatasan antara jateng dan jatim tapi kami tidak bisa mencapai sampai perbatasan karena hujan semakin lebat,dikota Sragen kami mulai mencari tempat nginap dalam hujan lebat tersebut,kami berhenti disalah satu mesjid yang cukup besar tapi sedang di renovasi,aku lihat kondisi mesjid tidak memungkinkan kami untuk menginap dengan aman disitu.lalu jemaah yang ada memberi tahu kami kearah pucungsari ada satu mesjid yang cukup bagus untuk singgah nginap.
Dalam hujan dan gelap yang mulai menyergap kami pacu sepeda untuk mencapai daerah yang ditunjukan,joker tertinggal dibelakang,sayup sayup aku mendengar nada pangil dari HP yang kuletakan di box depan,aku berhenti disatu gubuk untuk menjawab panggilan ternyata dari joker yang memberi tahu aku sudah terlewat dari mesjid baziz yang kami tuju,sepeda langsung kebali balk arah.
Didesa Pucungsarià kami berhenti dan nginap dimesjid Baziz yang terletak sangat strategis dimana banyak ditemukan warung makanan,mesjidnya bagus dan mandi cuci lengkap dan bersih,aku mendorong sepeda kearah teras toilet untuk berteduh dari hujan,kedatangan kami dengan sepeda dalam keadaan basah kuyup menarik perhatian beberapa warga yang ada disitu lalu kami menemui pengurus untuk minta izin menginap disitu,alhamdulillah kami dizinkan untuk tidur di teras mesjid.
Aku menuju kamar mandi dan mengganti baju dengan yang kering untuk sholat dan istirahat malam ini,Sepeda yang aku parkir didinding toilet dijadikan tempat jemuran pakaian yang basah.
Si"Marine" yang multy fungsi
 Sehabis subuh aku ngobrol dengan seorang pengunjung mesjid yang sangat aktif mengingatkan pengunjung agar barang barang bawaan jangan ditinggal,pak Arif usia adalah seorang purnawirawan KKO dan sekarang diusia yang sudah 74thn itu mempunyai kegiatan sebagai pedagang pakaian keliling dari desa ke desa,dia bercerita begitu bangga dengan propesinya sekarang ditambah lagi 4orang anaknya yang semua sudah jadi guru dan menyarankan dia untuk dirumah saja,hal itu ditampiknya dan dia menyatakan akan pulang kerumahnya di Lawu setiap 1bulan sekali dan selain itu dia akan terus berkelana sambil mengasong dagangan serta istirahat di mesjid atau rumah makan,aku terrkagum kagum melihat semangat hidup bapak Arif yang betul betul seorang prajurit sejati...the old soldier never die...semoga beliau tetap sehat...amiin
Jam 06.10 pagi kami mulai lagi perjalanan,beberapa saat aku perhatikan seperti ada embun yang turun dan lengket memutih dipakaian ternyata debu vulkanik dari Gunung Merapi di jateng sudah sampai di daerah Sragen,aku tutup hidung pakai scraf dan pakai kaca mata hitam.
HUJAN DEBU MERAPI
 Kami berhenti istirahat dan berfoto sewaktu memasuki perbatasan Jateng dan jatim pakaianku memutih oleh debu vulkanik,begitu juga mobil mobil yang lewat penuh debu.
Selepas Kabupaten Ngawi kami memasuki Caruban,hari sudah jam 5 kami tidak mungkin lagi untuk melanjutkan karena hutan Saruban terlalu sepi dan rawan untuk dilewati sore itu.
SELAMAT TINGGAL JATENG
MEMASUKI JATIM
Sebuah mesjid di desa Caruban kira kira 100meter dari jalan raya kami datangi dan minta izin untuk numpang nginap disitu.
Pak bowo salah satu jamaah mentraktir kami untuk makan malam di sebuah warung pinggir jalan yang banyak di singgahi oleh mobil truck barang antar propinsi,aku memilih nasi campur yang berisi goreng ikan dan sayur nano nano "rasanya ngga ngerti" supaya enak aku tambahkan banyak sambal dan garam,baru rasanya nendang dan berkeringat sesuai lidah padangku.
Sehabis makan beliau memberikan wejangan tentang islam lalu kami dibekali foto copy amalan doa doa yang katanya di dapat dari seorang habib Hasan dari kediri.
Jalan Gus Dur di Jombang
Perjalanan dari caruban ke nganjuk,Kertosono dan jombang kami selesaikan sampai siang,udara cerah tidak hujan tapi joker sedikit agak batuk mungkin itu pengaruh dari hujan debu vulkanik dulu.
Jalan masih padat tapi kami tetap mengayuh pelan dan di daerah mojokerto atau persimpangan 50km menjelang ke surabaya, kami ikuti jalan lurus yang ke Banyuwangi.
Di desa Jampi rogo kami berhenti dan nginap di mushola spbu...insyallah besok perjalanan masih akan kami lanjutkan..mohon doa

Friday, January 3, 2014

4.HUJAN DEBU DAN HUJAN AIR (TRANS JAVA BALI)

Selesai sarapan pagi dengan tempe Mendoan dan secangkir kopi panas,keberangkatan kami kali ini dilepas oleh bu De kakaknya Joker dengan wajah ke khawatiran membiarkan kami menempuh jalan yang masih ratusan kilo meter lagi dengan sepeda,kami membesarkan hatinya bahwa kami bersepeda sesuai kekuatan saja dan tidak memaksakan diri,Bu de memandang kami seakan akan kami akan mengadapi medan perang yang sangat membahayakan,aku sangat memahami kekhawatirannya dan juga sangat berterimakasih atas segala perhatiannya,belakangan kami ketahui beliau memberitakan rasa khawatirnya pada Aster.
Bu De Purwokerto

Jalanan masih sepi pagi itu,hanya ada beberapa mobil melintas di jalan station purwokerto tempat kami menginap.
Perasaan lega sekali setelah 2 malam istirahat penuh dirumah kakak joker dan juga sepeda yang sudah dicuci dan di minyaki begitu ringan dan laju dikayuh. Rem sepeda joker kembali di check dan kelihatan kesalahan pemasangan sling di vbrake sejak dari awal lalu seting yang salah dibetulkan dan di test sudah tidak ada masaalah lagi,putaran roda sudah lancar dan rem bekerja dengan normal.
kesalahan pemasangan sling di vbrake
 Kami melaju dengan tujuan Purworejo,melewati warung warung soto (bahasa lokal dibaca sroto) sokaraja yang masih belum dibuka.
foto
Warung Sroto Sokaraja


Tidak seperti di sumatra begitu keluar kota akan terasa berkurangnya rumah penduduk dan berganti vegetasi atau kehijauan hutan tapi kalau kota di Jawa seolah olah ngga ada batasnya karena sepanjang jalan umumnya ada terus rumah penduduk.
Jalan mulus dan hampir semua menurun di daerah Krumput Banyumas sepeda kubiarkan jalan sendiri tanpa didayung,santai dan relax sekali rasanya sambil melihat lihat hutan karet dipinggir jalan,tiba tiba terlihat sopir truck melempar sesuatu ke arah penduduk yang berjejer duduk di pinggir jalan,aku berhenti ingin tahu apa benda yang dilempar tadi dan ternyata beberapa lembar uang ribuan.
Beberapa orang penduduk memperhatikanku dengan muka menghiba,aku lihat yang paling tua renta lalu ku berikan uang beberapa rupiah,yang lain sekitar 10 orang kelihatan agak muda dan kuat duduk berjejer seperti menunggu pejabat,aku berencana tidak akan memberi lagi pada yang lain tapi sewaktu mau berangkat aku jadi hiba melihat muka penuh harap mereka dan ku ambil uang sekedarnya lalu kuserahkan ke satu orang untuk dibagi sama rata.
Belakangan aku tahu konon kabarnya aksi lempar uang dari mobil oleh para supir di daerah itu adalah suatu ritual yang dipercayai "membuang sial" Allahualam kebenarannya.
foto
Krumput Banyumas,mereka duduk berjejer di pinggir jalan

Memasuki Karang pucung jarang rumah penduduk disini kita disuguhi dengan jurang dan pohon pohon pinus serta jalan mulus dan tanjakan dan turunan yang meliuk liuk,bunyi uir uir serangga hutan selalu terdengar dikuping.
Di sepinya jalan tiba tiba di satu belokan berpapasan dengan 2 pesepeda berkebangsaan australia,kami berhenti saling menyapa dan kedua orang laki laki dan perempuan tersebut diketahui akan  meneruskan perjalanan ke Eropah dengan sepedanya.
Di daerah Karanganyar kami diguyur hujan lebat dan di masjid raya yang ada kami sholat jumat,kami menunggu hujan reda lebih kurang satu jam di pondokan santri disamping mesjid,pakaian basah yang kupakai terasa makin dingin dalam keadaan duduk,aku mengisi waktu mengobrol dengan beberap santri dan terlihat joker duduk di depan pintu pondokan tertidur pulas,hingga dibangunkan oleh air yang menggenang dikaki,begitulah nikmat yang kami terima dimanapun dan dalam suasana sesulit apapun kami bisa tertidur.


di depan pintu pondokan tertidur pulas  

menikmati es Degan
Hujan masih turun rintik rintik kami  kami mencari warung terdekat tetap jalan karena baju sudah kepalang basah.akhirnya kami sampai jam 06.30  di alun alun Purworejo lalu kami menuju mesjid raya yang ada disitu.
Aku menelpon Agus Anak mantu da junahar yang baru pindah ke Purworejo dan tidak berapa lama agus datang menjemput kami untuk nginap dirumahnya.
Pagi sehabis subuh kami dibawa sarapan nasi gudeg goreng ke Alun alun Purworejo,banyak penduduk olahraga joging waktu itu dan ternyata hari itu adalah hari libur Sabtu,sejak dalam perjalanan aku jarang me.perhatikan hari dan kadang waktu jumat aku tahu dari loud speaker mesjid atau informasi joker..perasaan week end terus hehebe....Alhamdulillah.
Numpang nginap di rumah Agus Purworejo
 Pakaian masih lembab terpasang lagi dan kami berangkat menuju jogja kali ini kami melewati jalur wates daerah yang kiri kanannya banyak persawahan dan ramai sekali kendaraan besar antar propinsi melewati jalur ini,dijalan ini kita harus extra hati hati karena mobil besar tersebut akan mendahului kita dengan ruang yang sangat minim buat kita dalam hal ini harus ambil putusan yang cepat yaitu turun bahu jalan atau resiko disrempet.
Kulon progo

Kontur jalan yang kami lewati pada jalur ini rata rata datar.
Jam 12 kami dihadang oleh Mas gungun teman joker didaerah Kali Progo,gungun adalah teman joker sewatu kuliah dan tinggal kulon progo,kami ditraktir makan siang sambil ngobrol pengalaman sepeda kebetulan beliau juga hobi gowes.
Mas gungun teman joker didaerah Kali Progo
Dalam hujan gerimis kami pamitan untuk melanjutkan perjalanan,sore jam 16 kami sampai di keraton jogja. Dalam keadaan basah kuyup oleh hujan kami sempatkan berfoto di depan Keraton jogja,aku mengambil kamera dengan sangat hati hati agar tidak kecipratan air,tukang mie bakso meminjamkan aku sapu tangan kering untuk melindungi kamera samsungku,kami bela belain berfoto disini karena entah kapan lagi kami akan sampai ke sini dengan bersepeda,berikut acara dilanjutkan makan mie bakso dan minum wedang ronde di luar pelataran kraton,terasa nikmat sekali makanan dan minum panas dalam keadaan kedinginan,walaupun mungkin sebagian kuahnya sudah bercampur dengan air hujan yang menetes dari atas.langit.
Keraton Jogja

Hujan tidak menyurutkan niat kami melanjutkan perjalanan kearah Prambanan,sepeda kami menyelusup kearah depan antrian macet begituseterusnya hingga kami sampai di jalan layang menuju prambanan pada highway ada pecahan arus menuju kota dan arus menuju Prambanan,sewaktu masuk jalur ke prambanan sungguh mendebarkan karena semua kendaraan laju kencang,lama kami menunggu arus kendaraan habis tapi tidak pernah ada habisnya kami turun menuntun sepeda dan berjalan lalu melambai memberi isyarat untuk bisa lewat,alhamdulillah selamat sepeda kami kebut seperti kecepatan kendaraan bermotor agar tidak tertabrak dari belakang.
Mesjid Raya almutaqun Prambanan

Azan magrib hampir berkumandang dan hari sudah mulai gelap karena hujan mulai turun lagi,kami berhenti di mesjid almutaqun yang terletak persis didepan candi Prambanan.
Malam itu ada tablig akbar di mesjid hingga jam 10 malam,kami harus  mengungsi tidur di pojok sport hall yang lantainya agak menghitam berdaki,matras aku bentangkan dan sleping bag buka,nyamuk dan suara nyanyian nasik dari mesjid sudah tidak sanggup menahan kantukku untuk tidur....,Alhamdulillah bisa tidur nyenyak hingga subuh...perjalanan kami belum berakhir,...

Monday, December 23, 2013

3.SILIWANGI DAN DIPONEGORO (TRANS JAVA BALI)

Memasuki kota  Majenang hari masih agak siangan,rasanya kami ingin untuk meneruskan perjalanan ke Purwokerto, tapi karena ingin tahu keunikan kota Majenan akhirnya diputuskan untuk berhenti dan nginap disini.
Kami numpang nginap di mesjid jamik Almujahiddin yang berlokasi persis didepan alun alun kota.
Sekitar mesjid dan alun alun tersedia beraneka kuliner,es dawet,bubur es kacang hijau,wedang ronde,mie bakso,nasi goreng dll.Malam sehabis magrib kami jalan sekitar alun alun udara cerah dan angin bertiup lembut,alunan gamelan Jawa dari radio lokal yang distel yang punya warung membawa khayal kami ke zaman "Majapahit" sungguh ini adalah hiburan yang murah dengan suasana yang sangat tradisional dan mengesankan.
Kami memillih es dawet hijau untuk pembuka selera makan malam,duduk makan es dawet didepan alun alun diterangi kelap kelip lampu diudara terbuka, seporsi nasi goreng masih belum meredakan nafsu makan akhirnya satu mangkok kacang hijau dingin dan ketan hitam dengan sajian yang belum pernah kutemui menjadikan kami terperangah kekenyangan sedangkan wedang ronde yang direncanakan sudah tidak sanggup kami makan lagi.
Joker sangat menikmati obrolannya dengan pengunjung lain,aku menyimak supaya bisa mengerti tapi kadang kadang pertanyaan dalam bahasa jawa diarahkan padaku,joker menerjemahkan dulu baru aku jawab,kayak turis bule perasaan..haha..
Majenang merupakan daerah "peralihan" Sunda-Jawa dalam arti bahwa di wilayah ini bahasa ibu yang mereka pakai terdiri dari Sunda dan Jawa, namun Bahasa Sunda dan Bahasa Jawa- nya boleh dibilang agak kasar dibanding Sunda di Jawa Barat atau Jawa di Jawa Tengah kearah timur. Sudah biasa desa sebelah sini berpenduduk Jawa dan sebalah sana berpenduduk Sunda.
Masjid jamik Almujahiddin
 Mesjid Almujahiddin bertingkat dua,bagian atas ruang utama mesjid hanya dibuka saat sholat fardhu kemudian ditutup,sedangkan bagian bawah setengah ruang kantor dan klas dan stengah ruang depannya jadi pelataran dimana kami bisa numpang tidur,kali ini matras dan sleeping bag kami gelar penahaan dingin tiupan angin malam karena ruang teras yang terbuka.
Mungkin karena mesjid di tengah kota sehingga malam itu banyak berdatangan musyafir seperti kami ada yang memakai sepeda motor ada yang pakai mobil malah ada juga pejalan kaki peziarah ketempat tempat tertentu di pulau jawa.
Rencana tidur agak sorean supaya puas ternyata ngga bisa karena ada saja yang ngajak ngobrol,tapi hal itu sudah termasuk resiko dan aku menikmatinya saja,karena bertemu dengan sesuatu yang baru banyak informasi menariknya,pernah bertemu seorang anak muda yang pernah pergi jalan kaki ziarah ke makam walisongo dan para aulia di pulau jawa di tempat ziarah dia bisa berhari hari atau hampir sebulan tinggal disitu,tidak terasa aku ketiduran selagi dia bercerita.
Aku terbangun oleh suara orang yang ketawa ketawa di sebelah kiriku aku lihat jam tangan ternyata baru jam 01.00,aku lihat kearah tamu tadi tidak ada kawan bicaranya tapi dia tetap saja ngomong bahasa jawa yang tidak aku mengerti,aku menyangka joker yang ngomong tapi ternyata bukan karena joker dari tadi tidur dekat pintu keluar. Aku pindah tidur menjauh dari orang yang ku perkirakan agak sinting.
Tidak terasa jam 3.30 pagi, suara loud speaker mesjid membangunkanku,aku benahi semua peralatan tidur dan segera ambil udhuk setelah itu tidak ada tidur lagi hingga keberangkatan Jam 06.30wib
Dijalan raya depan alun alun penduduk sudah mulai sibuk beraktifitas,roda sepeda kami mulai bergulir pelan menelusuri kearah timur.
Aku melihat joker lebih bersemangat mungkin karena sebentar lagi akan bertemu kerabat di purwokerto.
Dari angka pal batu menunjukan jarak ke purwokerto masih 79km lagi. Diperbatasan kota di desa cimanggu kabupaten cilacap terlihat pemandangan hutan pinus,jalan sekali kali mendaki dan menurun dan disambut tanjakan ringan dan mulus,kami bisa ber-roller coaster sambil menikmati pohon pohon pinus yang juga meliuk liuk dihembus angin.
Karang Pucung

Subhanallah sempurnalah ciptaan alam yang kami nikmati saat itu.
Sampai di desa Karang pucung jalan mulai menanjak agak tinggi kiri kanan kami disuguhi pemandangan jurang dan hutan hijaunya hutan pinus,aku berhenti menunggu joker di gubug yang sepertinya sudah ditinggal. Tiba tiba aku mendengar suara musik dangdut,aku jadi berpikir mistis...koq ada musik ditempat sesepi ini,...aku berusa cari tahu dan ternyata dibawah dipinggir jurang ada petani membunyikan radio.
Menjelang perbatasan Banyumas,beberapa kali aku bertemu pesepeda jarak jauh diantaranya berpapasan dengan dua orang pesepeda asing berkebangsaan German,mereka sudah menjelajah dari arah timur Indonesia menuju ke Sumatra dan masuk ke asia sampai tujuan terakhir German.

Memasuki kabupaten Banyumas jalan menurun tajam hingga di desa semanggu genteng,dipinggir jalan terhampar pemandangan sawah yang luas dan dibeberapa tempat ada orang jualan es dawet,air seleraku meleleh melihatnya,aku berhenti di salah satu pondok jual es dawet tersebut dan memesan es dawet hitam satu gelas. Selagi duduk duduk aki didatangi ibu ibu setengah baya menggendong ketiding penuh dengan aneka rebusan pisang,jagung dan kacang,dia menawarkan aku,tapi aku tidak berselera saat itu dengan makanan karena sudah kenyang dengan air.
Sewaktu ibu tadi akan pergi timbul rasa hibaku melihat tubuh ringkihnya yang akan mengangkat ketiding berisi beban seabrek,lalu aku bilang mau beli satu pisang rebus,kuberikan uang 50ribu dan tidak usah dikembalikan,ibu tadi berterimakasih berkali kali dan mendoakan panjaaang sekali untuk ku..menjadikan aku makin terharu... begitu ikhlasnya dia dengan hidup seadanya..semoga ibu parni sebagai pencari nafkah untuk 4orang anak dan seorang suami yang sepuh tetap sehat dan kuat menjalani hidupnya...amiin.
Ibu Parni   
 Aku melanjutkan perjalanan dengan harapan bisa makan siang di Wangon,tapi sebelum wangon sudah terdengar azan Dzuhur,aku berhenti untuk sholat dimasjid pinggir jalan.
Joker masih belum muncul aku coba menghubungi HP nya dan ternyata dia bari memasuki perbatasan Banyumas,aku beritahu dia bahwa aku menunggu di warung Sunda di pinggir jalan sebelah kiri sebelum wangon.
Aku makan di warung sunda yang cukup bagus di daerah itu dan letaknya berseberangan dengan mesjid,sepeda sengaja aku pajang di depan warung agar Joker bisa melihat keberadaanku. Hanya ada aku tamu yang makan pada waktu itu dan beberapa orang pelayan pria melayani dan menanyakan pesananku,salah seorang pelayan pria Fadli yang bertubuh besar dan gendut tapi agak "kemayu"tadi sama sama sholat dzuhur denganku waktu di mesjid sepertinya surprise sekali mengetahui aku sedang dalam perjalanan dengan sepeda dari Jakarta ke Bali selama makan aku diberi banyak pertanyaan dan aku menjawab dan menceritakan suka duka di perjalan walaupun saat itu aku ingin sendiri karena lagi capek dan ngantuk. Karena ngantuk...aku minta pamitan sama tukang warung dan minta tolong agar nanti kalau joker datang memberi tahu dia bahwa aku sedang tidur di Mesjid,tapi Fadli memberi tahu agar tidur di Mushala warung itu saja,aku mengiyakan karena dekat apabila Joker datang nanti.
Mataku yang berat karena ngantuk akhirnya tertidur belum sempat pulas aku merasa tanganku di pijat pijat,aku buka mata ternyata si Fadli gendut ada di sampingku sambil mijit tangan dan ngomong "bapak capek saya pijatkan ya" tingkahnya yang ke perempuan perempuanan membuat hatiku jadi kecut,aku bilang "ngga usah aku ngga biasa di pijat" matanya menatapku dalam dalam..uugh bahaya nih.....ketemu bencong kesurupan pikirku...aku langsung bangkit berdiri takut di terkam sama raksasa tersebut...sekarang duduk didekat jendela saja nungguin joker biar lebih aman....
Setengah jam kemudian Joker baru muncul terengah engah mendorong sepedanya,lalu aku pesankan dia pocari dingin dan nasi timbel.
Joker mengeluhkan sepedanya yang terlalu berat dikayuh apalagi dipendakian dipenurunan saja sudah ngga mau meluncur,aku curiga vbreaknya lengket dan sewaktu di cek putar roda dengan tangan tidak bisa mutar,lalu kami coba membetulkan dan berhasil. kemudian aku ceritakan Joker,gara gara vbrake lengket aku menunggu joker kelamaan dan hampir saja aku diperkosa Bencong edaaaan....
Sekarang sepeda joker mulai laju,aku sering tertinggal di belakang tapi aku bersyukur ngga perlu tunggu tungguan lagi.
Memasuki wangon kita jalan beriringan dengan joker,persis 10meter didepan kami terdengar bunyi guabraaak...didepan mata aku melihat ibu jatuh dari motor dan anaknya umur lebih kurang 3tahun bergulung gulung jatuh koprol layaknya karateka...aku dan joker teriak Astagfirullah....kendaran yang ada waktu kejadian hanya sepeda kami dan beberapa mobil sudah lewat didepan.
Sepeda ku titip ke joker dan aku mendekati anak ajaib tadi,aku lihat dia tidak ada yang luka lalu kubawa ke pinggir jalan,sementara ibunya tergeletak dijalan di tolong oleh warga yang mulai ramai berdatangan.
Aku dengan seorang bapak mengangkat ibu korban ke pinggir jalan,aku lihat dia belum sadar,aku ajak seorang bapak warga disitu menyetop mobil apa saja untuk membawa korban ke rumah sakit,Alhamdulillah sebuah pickup bersedia membawa korban ke puskesmas terdekat.
Satu pembelajaran kalau naik sepeda motor jangan mengganduli stang dengan barang bawaan yang bisa melintir dan mencelakakan diri sendiri.
Di tepinya Sungai Serayu.....

13 km sebelum Purwokerto kami sampai di pinggir sungai Serayu yang kelihatan indah sore itu,sejenak kami duduk melepas lelah dipinggirnya sambil minum segelas es dawet hijau..es dawet lagi es dawet lagi..hehehe..
Dawet daweeet...
Begitu mulai masuk desa Kebasen kami diguyur hujan lebat dan hari mulai gelap,lampu sepeda kupasang kami terus mendayung pelan dikegelapan yang kiri kanannya sudah mulai terlihat rumah rumah penduduk hingga hingga sampai di rumah kakak joker jam 7 malam didaerah stasion timur purwokerto,semua basah kuyup tidak ada bagian yang kering lagi,mudah mudahan kami tetap sehat karena perjalanan masih jauh.....
Sampai jumpa di perjalanan menuju purworejo...

Saturday, December 21, 2013

2.MEMASUKI JATENG (TRANS JAVA BALI)

Tiba saatnya kami melanjutkan perjalanan dan meninggalkan keluarga kang Nana yang telah memberikan kebahagian selama 2hari keberadaan kami dirumahnya di kota Cianjur.
Pagi itu selesai sholat subuh aroma nasi goreng dan aroma kopi ginseng menggoda penciumanku,ternyata keluarga kang Nana maklum,hanya satu kali panggil aku langsung nyelusup kemeja makan menyantap hidangan yang disiakan.
Dipinggir jalan raya cianjur Bandung yang sudah mulai dipadati kendaraan kami dilepas oleh kang nana dan istrinya.
kami dilepas oleh kang nana
Disela sela kerumunan kendaraan kami meluncur kearah cipatat,dan dari cipatat sampai puncak citatah,dari arah yang berlawanan sering papasan dengan pesepeda lain,mereka meluncur turun dengan kencang.
Tanjakan citatah adalah tanjakan yang membuat hati kami kecut membayangkannya,tapi karena hanya jalan ini yang ada untuk ke Bandung maka kita harus menempuhnya. disamping tanjakan terjal juga sempit. Dua kali aku terpaksa turun dari bahu jalan kalau tidak turun tentu sudah disrempet bus besar tersebut,aku tidak sempat lagi memperhatikan joker dibelakang karena konsentrasi menyelesaikan akhir dari tanjakan. Sampai di puncak citatah aku istirahat  kesebuah warung lalu minta sebotol pocary dingin,bajuku basah keringat.
Dari puncak citatah hingga padalarang jalannya menurun terus,memasuki kota padalarang kemacetan mulai terasa,pada beberapa ruas jalan kami mencoba menelusup ketrotoar agar terhindar dari perangkap kemacetan,akhirnya kami makan siang dan sholat dzuhur di cimahi.
Dari cimahi masuk jalan sukarno hata,cibiru terus cicadas,untuk menghemat waktu sepeda sempat kami angkat untuk pindah ke jalan yang ke Garut. Jalan raya ke garut sangat mulus,kami mendayung sepeda sangat santai karena sudah terhindar dari kemacetan yang terus menerus.
Joker sudah beri aba aba untuk stop dan mencari penginapan atau mesjid untuk mabit.
Sebelah kiri jalan didaerah Rancaekek,aku melihat sebuah mesjid yang sangat bagus phisicnya dan facilitasnya.
Masjid PLN Rancaekek

Aku memasuki halaman mesjid yang ternyata bernama mesjid PLN dan bertanya pada satpam apakah boleh kami nginap malam nanti di mesjid tersebut,satpan itu mengatakan mengizinkan.
Kami dipersilahkan membuat copi atau teh yang sendiri sendiri dan bahan serta air panasnya disediakan oleh petugas mesjid.
Didepan pintu masuk mesjid juga ada tempat titipan barang barang jamaah.
Aku baru mengalami hal seperti itu,dalam hati aku mendoakan dermawan yang baik hati tersebut ditambah baroqah rezekinya.
Selesai sholat isha kami duduk di ubin pelataran mesjid yang luas tersebut sambil menyeruput kopi panas yang disediakan cuaca yang cerah membuat  perasaan saat itu seolah olah aku berada di pelataran mesjid Nabawi
Dari petugas mesjid aku dengar mesjid yang indah yersebut adalah wakaf pln konon itu adalah atas prakarsa pak DI.
Masuknya waktu subuh terasa lebih cepat dibanding di jakarta,jam 3.30 muazin mesjid sudah datang menghidupkan sound system dan bersalawat sampai dikumandangkan azan subuh jam 04.4wib.
Perjalanan dari Rancaekek ke arah ciamis pagi itu sangat menyenangkan,arus kendaraan tidak ramai ditambah jalan hotmix yang luas dan mulus,di daerah sesudah pasar Malagbon kami di guyur hujan lebat.
Pasar Malabong

Aku berteduh di sebuah warung sambil makan siang,perjalanan sempat tertunda 1jam lebih,dipenurunan menjelang mekarbakti aku melihat mobil sedan yang tetguling ke jurang yang dan memacetkan perjalanan karena dalam proses evakuasi korban.aku tidak berhenti walaupun saat itu agak sulit melewati kendaraan dan orang yang berhenti melhat kecelekaan tersebut.
Aku mencoba hubungi Joker karena masih belum muncul,ternyata posisi nya masih 15 km dibelakangku,sejam kemudian aku melihat joker di tanjakan menuntun sepedanya dalan keadaan basah kuyup kena hujan

Tanjakan Malabong

Sore sudah mulai gelap kami sampai di daerah Ciamis kami berhenti disebuah warung dan  disambut oleh pak Maman yang ternyata seorang penggemar sepeda juga.
Karena hari sudah mulai gelap dan hujan yang makin besar akhirnya Pak Maman menawarkan kami untuk menginap di rumahnya tapi kami menolaknya dengan halus karena sungkan merepotkan tuan rumah yang baru kami kenal itu,akhirnya kami dipersilahkan nginap dimasjid Al Rahmat Cihaurbeutik Ciamis sesuai permintaan kami sebelumnya.
Sebelum magrib kami berusaha untuk selesai mandi dan cuci pakaian agar tidak mengganggu jemaah yang akan berudhuk untuk sholat magrib nanti
Kamar mandi sempit yang digabung dengan wc pecah dan rusak agak sulit untukku  mandi ditambah lagi bolam lisrik yang mati,pintu yang sudah copot inilah salah satu tantangan hari ini,aku jalani ini dengan senang hati,karena musuh yang paling besar dalam perjalanan adalah selalu mengeluh yang tidak ada gunanya.
 Habis subuh istri pak maman menyuguhi kami kopi dan beberapa potong balabala,kemudian dibungkuskannya juga beberapa potong kue buat di jalan
Pak Maman

Pagi itu kami berharap jarak ciamis ke purwokerto 140km bisa selesai sampai sore.ternyata hal itu tidak bisa kami lakukan.
Dari ciamis sampai Banjar jalan bagus dan tanjakanya relatif tidak terlalu tinggi kendaraan tidak terlalu ramai,kami mendayung sepeda agak santai.

Kota Ciamis menurut pak Maman banyak artis yang berasal dari kota itu salah satunya penyanyi Nike ardila,aku diberi tahu nanti dalam perjalanan akan melihat makamnya,akibatnya sepanjang jalan mataku jelalatan mencari makamnya,akhirnya sampai ke alun alun ngga ketemu juga...aaakh cape deh,ngapain juga kalau ketemu,aku memarahi diri sendiri...hehehe...
Sampai di Banjar Batas propinsi Jawa barat dan Jawa tengah jam sudah menunjukan pukul 11.00wib aku berhenti istirahat menunggu Joker yang tertinggal di kira kira 5km dibelakang.
Selamat tinggal tanah Sunda

Kami memasuki Jateng
Sepanjang jalan antara banjar dan majenang banyak ditemui iklan rumah makan,kami memutuskan untuk makan siang di pringsewu karena pingin tau keistimewaannya lagi pula kali ini kami ingin memanjakan selera di tempat yang lebih nyaman dari biasanya.
Di km90 sebelum purwokerto kami berhenti dirumah makan pring sewu,terlihat fasilitasnya lebih lengkap dibanding warung lain yang ada disitu.
Kami memesan soup iga sapi yang harganya cukup untuk makan kami selama 2hari diwarung warung pinggir,aku berpandang pandangan dengan joker,aku mengerti kami sudah salah masuk tapi untuk mundur dan mengatakan ngga jadi bueraat sekali,soalnya air nya sudah diminum duluan..hehehe.....
Terlihat tamu tamu yang datang orang orang menengah atas yang sudah pasti golongan orang orang yang mementingkan kenyamanan,kami sempat bertemu sebuah klub sepeda motor gede dengan penampilan seperti black angles di amerika,jauh beda dengan tampang kami yang kucel terbakar mata hari.
Joker mengasih tahu aku kalau soupnya tidak ada istimewanya,jadi pengalaman yang kami dapat direstoran tersebut  adakah keistimewaan harganya.
Aku sampai di Majenang jawatengah jam 16.00wib aku telpon Joker yang masih 10km dibelakang,dia mengatakan begitu capeknya hingga sering tertinggal,aku menunggu joker lagi di satu pertigaan jalan di Majenang,sejam kemudian dia muncul dan sepertinya Joker kelihatan lemas sekali,akhirnya rencana kami untuk menuntaskan sampai Purwokerto tidak jadi dan kami memutuskan untuk istirahat di kota Majenang saja.

Menunggu Joker di Majenan
Aku bertanya lokasi mesjid terdekat ke tukang becak yang dari tadi menemani ku ngobrol  dan mereka memberi tahu di depan alun alun kota ada masjid Raya yang biasanya juga disinggahi para mushafir,kami langsung menuju ke mesjid yang diberitahu itu,kami menuju pusat kota yang jalannya agak sempit dan ramai dengan kendaraan termasuk bus bus umum juga melewati jalan tersebut,tidak berapa lama kami sampai disebuah mesjid Raya Al Mujahiddin cukup besar dan bertingkat dan didepannya ada lapangan luas yang disebut alun alun.
ternyata tempatnya sangat strategis karena di pusat kota dan gampang untuk mendapatkan makanan.dan bersantai bersama penduduk,
Kami masuk ke halaman mesjid bagian kiri dekat area udhuk jemaah laki laki dan duduk sambil melhat kalau kalau ada pengurus mesjid disitu,beberpa orang mendekati kami sambil menyapa ramah kami dari mana dan mau kemana,tidak lama kemudian Pak Mugio ikut ngobrol dan beliau memberi tahu kami bisa nginap di masjid tersebut yaitu di bagian teras sebagaimana mushafir yang sering mampir kesitu.
Waktu magrib makin dekat aku permisi untuk mandi dan cuci pakaian,kamar mandi cukup bagus dan lega,airnya bersih,rasanya puas sekali mandi hari ini.
Sehabis magrib kami jalan ke depan alun alun,kami menemukan dunia yang beda kali ini,keadaan pasar sekitar alun alun yang dipenuhi kuliner yang memancing selera untuk mencicipinya,penduduknya yang sederhana tapi kaya dengan keramah tamahan dibeberapa warung terdengar radio lokal sedang melantunkan nyanyian tradisional Jawa,kami sangat menikmati suasana malam ini...
(bersambung...aku tidur di teras mesjid disebelahku ada orang sinting..!)


Thursday, December 19, 2013

1.DISEDEKAHI ORANG (BERSEPEDA BIKEPACKER TRANS JAVA BALI)

Si Marine yang selama ini setia membawaku berkelana Sumatra Jakarta,kali ini siap untuk membawaku lagi bertualang menyusuri sepanjang Jawa dan Bali. Joker 65 tahun yang tak pernah merasa tua kelihatan juga bersemangat dan siap dengan petualangan dan pengalaman baru yan akan kami hadapi.
Si Marine dengan beban (-/+40kg)
Kami di lepas keluarga di Bintaro


Hari pertama perjalanan trans java bali ,pagi itu kami hanya di lepas oleh beberapa orang keluarga joker ditambah satu orang tetangganya yang mungkin agak aneh melihat beban sepeda kami yang seabrek kayak tukang sol sepatu atau tukang perbaiki payung yang pernah ku lihat keluar masuk gang di sentiong.
Pakaian jersey tipis mungkin tidak akan lepas sampai aku di Bali nanti,joker juga pakai jersey supaya kami sedikit berbeda dengan tukang ojek ontel di jakarta kota.
Tepat jam 8.30 kami berangkat di jalan Graha raya bintaro sudah mulai padat tapi perasaan senang senang saja karena baru start dan juga udara masih segar,kami meliuk dengan tujuan citos dulu baru jonggol.
koq citosnya jauh sekali
Joker mulai ragu koq citosnya jauh sekali,uuup salah jalan rupanya,ada beberapa kali nyasar akhirnya sampai di cibubur nanya lagi ke seseorang ditunjukan masuk ke jambore saja biar dekat ke jonggol,sewaktu akan masuk ke komplek jambore cibubur dicegat oleh satpam katanya harus bayar,tapi setelah mereka tahu kami cuma numpang lewat kearah jonggol akhirnya kami dibiarkan masuk tanpa karcis.
Memasuki jalan raya jonggol terasa padatnya arus lalu lintas,di trafic light kadang kami berusaha menyelusup ketengah kerumunan kendaraan yang macet agar bisa diantrian paling depan.
Didesa Sukamaju hujan lebat turun tiba tiba,kami berteduh diwarung pinggir jalan.
Hujan angin menyiram sepeda dan pannier yang terletak di luar warung,aku duduk dekat pintu warung sambil berharap hujan segera reda,tiba tiba ibu warung menyodoriku teh hangat sambil mengatakan "silahkan diminum pak,kelihatannya bapak perjalanan jauh" kemudian pertanyaan standard dari mana mau kemana,aku tidak menyangka ibu itu begitu baik.
Sambil berterimakasih kutanya dimana mesjid terdekat dan ditunjukan lebih kurang 2km didesa sukamaju ada mesjid yang cukup besar dipinggir jalan.

Begitu hujan agak reda,kami lanjutkan memacu sepeda kearah desa sukamaju,roda sepeda memercikan air hujan yang menggenangi jalan cukup membuat punggung dan badan kami belepotan air campur lumpur.
Jam 17.10 kami melihat sebuah mesjid yang cukup baru diseberang kanan jalan di simpang tiga desa Sukamaju,mesjidnya bagus sekali dan dari piagam yang dipajang di loby tertulis bahwa mesjit tersebut wakaf dari seorang sech di Arabsaudi,sedangkan tanahny adalah wakaf orang tua pak haji Yahya.
Pak haji Yahya pengurus mesjid Umar bin khatab sangat ramah menerima kami,sehabis magrib kami diperkenalkan pada jemaah kemudian beliau memberikan ceramah agama yang agak sulit aku mengerti karena dengan bahasa sunda,aku memahami sangat sedikit dan hanya bisa ikut ikutan ketawa kalau orang ketawa.
Malam itu kami makan dengan nasi bungkus dari pak haji yaha,sungguh perhatian sekali beliau pada kami..alhamdulillah.
Paginya sehabis sholat subuh pak yahya mengajak kami ke rumahnya untuk ngopi,sambil ngopi beliau berikan pencerahan yang ringan dan santai pada kami pada kami
Sewaktu kami pamit beliau memberikan uang masing masing rp50ribu pada saya dan joker sambil mengatakan ini "tolong terima infaq saya ini mudah mudahan bisa dimanfaatkan diperjalanan nanti",sungguh saya kaget diberi sedekah tersebut dan sewaktu saya tolak beliau mengatakan jangan ditolak ini adalah rejeki kalian....alhamdulillah jadi musyafir banyak rejekinya gumamku pada joker
Pak haji Yahya di desa Sukamaju

Jam 7 tepat kami lanjutkan perjalanan menuju  bandung.
Ini adalah perjalanan yang tidak begitu enak karena jalan  yang kami lalui sudah pernah ditempuh.
Tanjakan cikalong sangat menakutkan kami karena tanjakan yang tidak pernah datar sejauh 1km.
Joker tertinggal beberapa ratus meter dibelaKangku.
Kemudian kami bertemu lagi di puncak cikalong dan makan siang bersama,siang itu aku sempat  menelpon Kang Nana Rusnadi teman di cpi dulu yang sekarang menetap di Cianjur
Kang Nana mewanti wanti kami supaya mampir kerumahnya,lalu aku bilang akan tanya joker dulu nanti ditelpon lagi.
Menjelang kota cianjur hari sudah pukul 15 sore dan aku lihat joker sudah tidak memungkinkan lagi untuk melanjutkan perjalanan,kami istirahat disebuah warung dan mengopi bersama seorang biker Pak Judi dari Jakarta beliau ini sangat bersimpati pada kami dan memesankan kami untuk menghubungi telponnya apabila kami membutuhkan bantuannya.
Pak Judy biker dari Jakarta
Aku menginformasikan kang nana bahwa kami akan nginap dirumahnya,beliau senang mendengar kami akan datang lalu kami di jemput ke jalan raya jakarta cianjur dan di konvoi hingga ke rumahnya yang indah di cianjur.
Mungkin kelelahan atau juga tawaran menarik kang nana akan membawa kami jalan jalan di sekitar cianjur akhirnya kami sempat dua malam menginap dirumah kang nana.
Siangnya kami dibawa ke gunung padang 1jam perjalanan yang menjadi situs Megalictic konon ilmuan mengatakan umurnya 10.000sm dan lebih tua dari piramid giza di mesir,malamnya kami dibawa mencari kuliner sate maranggi di cipanas.
Gunung Padang situs Megalitic
 Rasanya dua hari dirumah kang nana yang juga mempunya kursi pijat yersebut sidah memulihkan tenaga dan semangat kami seperti semula.
Melanjutkan perjalanan dari rumah kang Nana Cianjur
Besok kami akan melanjutkan perjalanan ke arah garut dan Tasikmalaya,pakaian kotor semua sudah dicuci dan keberangkatan hari ini betul betul fresh,hanya saja kami agak jenuh juga membayangkan tingginya pendakian citatah...aku bilang sama joker nanti seandainya kaki ini sidah menolak mendaki tanjakan citatah kita harus siap siap mencari pick up atau truck mengantar kita sampai puncak,tapi kit berharam kita masih besa menfayung ditanjakan tersebit..insyallah kita lihat saja kata joker....

SEKELOMPOK PENDAKI TUA DI PUNCAK GUNUNG GEDE


Turun dari puncak Pangrango hari sudah mulai gelap,head light terpasang aku jalan pelan beriringan dengan elshit,joker,Simple dan satu orang guide berusaha menapak ditempat yang aman,sekali kali berenti dan menarik nafas capek bercampur helaan nafas kebosanan.
Beberapa pendaki yang masih muda mendahuluiku dalam gerakan yang gesit melompat dari satu batu ke batu lain sambil menyapa "permisi pak".
Batu batu gunung yang yang bertebaran sepanjang jalan ada yang runcing,oval bulat ada yang licin siap mencederai apabila salah langkah dan kepleset,pelan dan pasti akhirnya aku bersama joker sampai di base camp Kandang badak pada jam 19.30wib.
Tenda kami di Kandang Badak

Selesai sholat dan menyedu kopi panas serta nasi sop ayam ala pegunungan aku segera masuk sleeping bag berharap bisa tidur agar siap untuk pendakian esok subuh ke puncak gunung gede.
Jam 04.30 subuh aku terbangun dan terdengar bacaan ayat alquran dalam sholat di luar tenda.
Jam 06 kami start untuk trecking ke gunung Gede.
Bagda Subuh ke puncak gunung gede

Dalam perjalanan ke Gunung Gede dari Kandang Badak, pada ketinggian 2.475 m.dpl akan kita jumpai persimpangan kekiri menuju Kawah Gunung Gede. Kawah Lanang akan kita jumpai disisi kiri jalan setapak ini, sementara Kawah Ratu (2.750 m.dpl) dan Kawah Wadon disebelah kanan. Disekitar kawah ini akan kita jumpai bunga Edelweis Jawa, dan kadang juga burung Rajawali Jawa (Spizaetus bartelesi) yang terbang melintasi kawah.Mendekati puncak Gunung Gede pepohonan semakin berkurang, kemudian hanya lahan gersang yang belum ada tumbuhan, hal ini diakibatkan kegiatan kawah berapi Gunung Gede, yang seringkali mengeluarkan gas berbau belerang.
Beruntung kami udara tetap cerah pemandangan lepas terlihat kebawah.aku jalan pelan beriiringan dengan seorang porter yang cukup banyak memberikan informasi tentang gunung Gede padaku,di jalanan yang sulit dia menunjukan jalan altrrnatif yang lebih nyantai untuk dilalui.
Sesampai di puncak Gunung Gede saya disapa dan diucapkan selamat oleh beberapa orang yang tidak saya kenal disepanjang bibir kawah,mereka menawarkan  minuman hangat dan sarapan pagi.kami terus menelusuri pinggiran jurang untuk menuju puncak tertinggi.
Sampai dipuncak hatiku luluh kutekuk lutut untuk sujud pada sang pencipta,,Ahamdulillah,kami masih diberi kesempatan menyaksikan pemandangan yang sangat indah.
Sesampai di puncak Gunung Gede

Kita bisa melihat kawah-kawah disekitar puncak, Gunung Pangrango dan Gunung Gumuruh serta pemandangan kota-kota, gunung-gunung di Jawa Barat, dan Selat Sunda dikaki-kaki langit.Dari puncak Gunung Gede bila kita turun kearah Tenggara kira-kira 1 jam perjalanan, kita akan menjumpai dataran seluas 50 Ha yang terletak di antara Gunung Gede dan Gunung Gumuruh, yang sebagian besar dataran ditutupi oleh bunga Edelweis Jawa, tempat ini dinamakan Alun-Alun Surya Kencana (2.800 m.dpl). Tempat ini sangat disukai oleh para pendaki sebagai tempat berkemah. Pada musim hujan, disini terdapat mata air,tapi kami tidak pergi kesitu karena keterbatasan waktu dan tenaga.
"SEPATU" Sekelompok Pendaki Tua
 Lebih kurang satu jam di puncak dan setelah puas berfoto foto kami turun kembali ke base camp di Kandang badak untuk packing dan langsung turun menuju cibodas.
Sepanjang perjalanan turun kami berpapasan dengan para pendaki yang baru mulai naik dan mulai dari kandang batu seolah olah berada di pasar saking ramainya,ternyata hari itu adalah hari libur panjang.
Sepanjang jalan sepertinya orang orang sangat respect pada kami "ayo pak silahkan" dan "ayo pak istirahat dulu" Aku nyletuk sama joker dan simple" rasanya belum ada yang manggil kita mas atau bang ya...?tapi yang menyapa opa ada satu orang....huahaha...berarti kita yang paling tua di pegunungan saat ini..hehe...
Kami sampai di base camp cibodas jam 17sore diketahui beberapa orang langsung menuju jakarta.
Mandi sholat dan makan. Saya,joker dan simple Simon hutagalung menuju jakarta.
Rasa capek kami rasanya sudah terbayar dengan pengalaman melihat keindahan ciptaanNya..Alhamdulillah....Subhanallah...
Sampai ketemu di perjalanan berikutnya.
Destinasi bukan tujuan karena prosess perjalanan adalah suatu pembelajaran.
Salam Persahabatan