Pages

Saturday, December 8, 2018

11.Jelajah eropah"Istanbul on the move with Marathon across the Continents

 
Bismillah
05 November 2018
Setelah hampir dua bulan dalam perjalanan bersepeda,menempuh jarak lebih kurang 4000km dan menyinggahi 10 negara Eropa barat,timur dan Balkan maka tiba saatnya kami untuk istirahat sejenak melepas lelah dan merenung untuk mensukuri apa apa yang telah Allah mudahkan dan berikan selama dalam perjalanan kami.
Saat ini kami menyadari bahwa kami selesai ke destinasi akhir di Istambul bukanlah mimpi karena atas izin dan kehendak Allah mimpi mimpi kami untuk berjalan dipermukaan bumi Eropa da Balkan ini jadi kenyataan. 
La haula wa La quata Ilabillah,tiada daya dan tiada upaya melainkan dengan seizin Allah. 
Rasa sukur yang tidak habis habisnya kami disambut keramahan yang luar biasa di kjri Istambul ini.
Pak Konjen Heri Sudrajat dan pak Iwan wijaya selaku wakil konjen RI Di Istanbul beliau ini mengerti sekali cara membahagiakan kami yaitu dengan memberikan kami ketenangan dan fasilitas tempat yang terasa mewah buat kami yang hidup seadanya selama pengembaraan.
Menunggu di Istanbul ada rasa senang karena misi kami sudah selesai dan bisa menikmati keindahan kota yang bersejarah yang pernah bernama kota Constantinopel dulu kala dan kadang muncul rasa homesick dan kumpul keluarga yang ditinggal hampir dua bulan,tapi karena membeli ticket promo yang paling murah,maklumlah keterbatasan dana jadi kita harus menunggu keberangkatan dua minggu lagi. 
Hari yang kosong kami isi dengan ziarah kebeberapa tempat seperti Masjid Hagia Sophia,Blue mosque,Top kapi saya yakin banyak orang sudah mengenal objek objek tersebut.
Satu acara yang tak pernah saya duga yaitu mengisi acara sharing pengalaman kami bersepeda keliling eropa pada kuliah terbuka mengenai "Islam moderat"dengan Rektor Universitas Darussalam Gontor Prof.Dr.KH.Amal Fatullah Zarkayi MA di Aula KJRI istambul,ini adalah suatu pengalaman baru dan suatu penghargaan bagi kami bisa berbagi di forum ilmiah ini. Terus terang aku agak grogi juga dengan acara acara akademisi ini tapi karena permintaan panitia aku perlu menghargainya. Alhamdulillah saya dan Joker tampil diacara terakhir bisa memberikan beberapa pengalaman selama berkelana dengan sepeda di Eropa dan terakhir kami berpesan agar mahasiswa tetaplah berjuang dengan gigih meraih cita citanya,jangan pernah menyerah dan kembalilah ke Indonesia dengan semangat membangun Indonesia yang lebih sejahtera.
Jumat aku dapat chatting dari sahabat di Indonesia mengajak aku ketemu kalau masih di Istambul.
Kawan tersebut datang ke Istambul hari jumat untuk mengikuti Lomba 40th Istambul Maratone pada hari Ahad nya. Aku tertarik juga untuk mengikuti Lomba maratone ini lalu kami minta tolong untuk didaftarkan ikut acara tersebut,sayangnya pendaftaran yang sudah di buka melalui internet satu tahun yang lalu pada hari Sabtu 10 November 2018 sore jam 18 akan ditutup.
Aku dan Joker datang ke Panitia untuk mendaftar langsung,posko panitia yang terletak di "Avrasya Gosteru Ve Sanat Merkezi" sore itu penuh dengan pengunjung yang menyaksikan  Bazar khususnya barang perlengkapan olah raga.
Dengan sedikit memelas bahwa kami jauh dari Indonesia ingin sekali untuk bisa ikut di even yang besar ini,Alhamdulillah pada tahap awal kami menjadi waiting list hingga ada kepastian sampai jam 18 sore kami tercatat resmi jadi peserta 40th Istambul Maratone dan diberi nomor serta kostum gratis.
Malam ini aku cek perlengkapan untuk marathon besok,pakaian baju dan celana sama dengan pakaian ketika aku bersepeda,mungkin baju dan celana tidak jadi masaalah tapi sepatu jyang aku pakai adalah type sepatu gunung,tapi apaboleh buat aku harus pakai sepatu tersebut karena sudah tidak mungkin lagi mencari sepatu lain malam itu dan seandainya pun ada toko sepatu yang buka tidak mungkin aku mau beli sepatu pada kondisi keuangan yang mulai kandas ini.
Pagi selesai sholat subuh kami keluar dari KJRI menuju stasiun Metro di Gayretepe sejauh 200meter,matahari belum menampakan cahayanya dan angin dan udara dingin masih terasa dingin menghujam kulit. Di tram aku perhatikan banyak penumpang yang berpakaian olah raga aku memastikan pakaian seragam  yang dipakai mereka.
Di stasiun Taksin para peserta maraton tersebut turun dan berjalan menuju Bus Mehmed,dari jauh terlihat antrian panjang yang melingkar lingkar,kami ikut disitu antri naik bus yang akan mengantar ke tempat start di jembatan Bosporus bagian Asianya. Seperempat jam kemudian kami sampai di tempat start,terlihat kerumunan peserta Maraton disepanjang jalan sebelum titik start. Terbayang ramainya seperti hari pertama jemaah akan melempar jumrah musim haji. Terdengar suara MC Dari microfon yang bisa membangkitkan semangat para atlit,sekali kali diselingi musik rock yang membuat kaki para peserta tidak sabar untuk segera dimulai. Aku terbenam diantara peserta yang rata rata ras eropa bertubuh tinggi,tapi disini kami merasa betul betul jadi turis asing tidak ada terlihat tampang asia saat itu selain kami.
Lebih kurang 30menit kami menunggu start dan ngobrol dengan beberapa peserta dari Turkie,Aljazair,Maroko,Bulgaria,jerman dan lain lain,mereka makin tertarik mendengar kedatangan kami dari tour bersepeda ke Istambul.
Tiap sebentar mereka minta foto bareng. Aku dan Joker merasa "GR".... Aku bilang sama joker mirip celebrity kita hari ini ya..dikerubuti bule minta selfie...hehe.
Jam 09.15 panitia melepas para peserta maraton,aku berada kira kira empatratus meter dari garis start karena kami adalah peserta lari 15km sedangkan yang didepan dekat garis start adalah peserta lari 42km. Sekitar 10 menit dari aba aba start baru kemudian peserta belakang mulai bisa bergerak lari pelan. Terasa perasaan plong saat itu,suara keras MC diikuti tepuk tangan penonton menambah semangat para peserta saat itu. Aku dan Joker berlari pelan diatas jembatan the July 15 Martys bridge sambil menikmati pemandangan sepanjang selat Bosporus,sepatuku juga terasa berat dan kaku untuk jogging. Bukan kami saja kiranya yang santai banyak juga yang berhenti di jembatan untuk mejeng di foto.
Tua,muda,kecil dan orang orang disable (memakai kereta duduk) ikut berlomba dan semuanya lari penuh semangat.
Ada beberapa penonton yang ramah memegang kami sambil berucap "sorry.can I take a picture with you"...aduh ini suatu kehormatan dalam hatiku "okay,why not" selesai sesi photo kembali aku terbirit birit mengejar joker yang sudah jauh kedepan. 
Di setiap kilometer tersedia air minum dan apple segar,live musik musik para supporter hampir di sepanjang jalan memberikan semangat pada para atlitnya. Keluar dari jembatan the July 15 Martys terus ke arah jalan Barbaros blv dan sedikit menelusuri pinggir laut ke daerah Dolmabahce seharusnya kami finish di pelari katagori 8km tapi karena perasaan masih segar dan keinginan untuk menikmati suasana yang unik dengan musik carnaval  disepanjang treck yang dilalui membuat kita betah untuk berlama lama dijalan sambil tetap berlari hingga finish di katagori pelari 15km,kami menyeberangi Galata bridge di Rustem pasa cami disini para pelajar menunggu kedatangan para pelari dengan sambutan yang meriah akhirnya para pelari yang finish diberikan medali perak. Dalam perjalanan pulang kami jumpa dengan serombongan warga indonesia,kami saling menyapa dan ternyata rombongan yang terdiri dari banyak ibu ibu itu berasal dari pangkal pinang yang sedang dalam perjalanan pergi umroh dan sekarang singgah di Istambul.
Mereka sangat respec mengetahui kami peserta maraton dari Sumatra Indonesia dan lebih heran lagi mengetahui kami sedang melakukan perjalanan sepeda dari Berlin ke Istambul yang sudah melewati sepuluh negara dan jarak tempuh +/-4000km,kami diajak foto bersama rombongan,yang lebih mengagetkan kami adalah ibu ibu tersebut memberikan salam tempel ketanganku,aku coba menolaknya tapi ibu ibu tadi memaksa untuk diambil katanya untuk sekedar beli kopi dijalan...subhanallah..aku dan joker saling pandang seolah olah ngga percaya dengan berkah yang Allah sedang turunkan ini.
Galatakulesi adalah menara tinggi di bagian istambul asia dulunya digunakan oleh muhammed Alfatih untuk memata matai constantinopel sebelum penyerangan.


11 November 2018 late post.
Pertama kali kami gagal untuk masuk ke museum Hagia Sofia yang berada di daerah Al fatih ini,kedatangan kami yang  sudah agak kesiangan yaitu jam 11 siang terlihat antrian panjang pengunjung untuk beli tiket melingkar sampai ketaman kota,akhirnya kami mundur batal untuk ke masuk museum hari itu.
Nah baru saat kali keduanya kami datang lebih pagi yaitu jam 9.30. Udara luar yang dingin memaksa kaki ini jalan agak cepat agar badan sedikit panas,masih ada antrian beli ticket tapi tidak sebanyak kemarin namun beberapa saat setelah itu kembali terlihat antrian panjang lagi.
Diloket kami beli ticket seharga TL60 atau kira kira Rp165ribu lumayan mahal,tidak terlalu banyak pengunjung saat itu,di pintu masuk security mencek barang bawaan melalui scanner.  Dari depan terlihat susunan bata yang khas untuk setiap banguna masjid Turkie,Kami memasuki pintu utama yang besar setinggi lebih kurang 2meter dengan daun pintu terbuat dari besi terlihat kokoh dan artistik sekali,lantai dengan material batu granit putih yang tidak rata tapi terlihat mengkilat kesannyaa kokoh sekali. Sampai di koridor mata akan terpaku dengan lukisan di plafon yang melengkung dan dinding yang dihiasi susunan batu pualam zaman yunani kuno.koridor ke kiri atau kekanan adalah untuk naik ke lantai dua dan jalan lurus masuk ruang utama yang luas sekeliling bagian atas terlihat lantai dua dan dinding dilapisi batu alam. Pengunjung terlihat menikmati sekali foto kian kemari termasuk aku,sejajar lantai dua dekat kiblat ada tulisan Allah dan Muhammad dan diantara tulisan tersebut terlihat lukisan Bunda Mariam dan Isa as berada dibawah kubah. Kemudian diarah timur dekat pintu masuk terlihat tulisan nama para sahabat nabi yaitu Abu bakar,Umar,Usman ,ali dan cucu nabi Hasan dan Husen. Kami naik ke lantai atas melalui koridor kanan,lantai jalan ditutupi batu batu granit yang tidak rata tapi masing terlihat mengkilat mungkin karena sering diinjak. Dari atas kita memandang kebawah terasa suasana nya begitu sakral dan mewah.
Hagia Sophia atau Aya Sofya merupakan salah satu saksi sejarah penaklukan Konstantinopel. Karena sebelum menjadi masjid, Hagia Sophia merupakan gereja umat Kristian Timur selama 916 tahun yang dibina oleh Constantius, Putera Kaisar Constantine Agung. Kemudian menjadi masjid selama 481 tahun. Hagia Sophia tidak hanya keindahan arsitekturnya yang dapat membuat pandangan kita tertegun dan takjub, akan tetapi yang lebih menarik adalah dari sisi sejarahnya, karena bangunan ini menyimpan sejarah dua agama umat manusia. Hagia Sophia atau Aya Sofya dalam bahasa Yunani berarti “kebijaksanaan suci”. Tempat ini beralih fungsi sebanyak tiga kali, dari gereja, masjid, dan sekarang menjadi museum yang terletak di Istanbul, Turki. Hagia Sophia terletak di Istanbul, Turki.


Bismillah.
15 November 2018
Hujan angin cukup dingin setiap pagi di Istambul tapi kemuliaan dan kebesaran namanya memaksa kaki ini melangkah Sekedar ziarah ke makam beliau sahabat Nabi syalallahualaihiwassalam Abu Ayub al Anshori radiallahuanhu di daerah Ayub sultan Istanbul.

Jalan kaki di hujan gerimis ke stasiun metro Gayrettepe yang berada di tunnel bawah tanah sedikit menghangaatkan tubuh lalu naik metro ke stasiun vezneciler kemudian disambung dengan bus ke ayub sultan,kami sampai didepan masjid Sultan Ayub masih hujan dan dalam keadaan basah. Beberapa pengunjung terlihat antri memasuki komplek makam. 

Aku duduk memandang sekitar masjid Abu Ayyub al anshari ini lalu ingat satu hadis sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam di hadapan para Shahabatnya empat belas abad yang lalu. 

"Konstantinopel pasti akan ditaklukkan. Rajanya adalah sebaik-baik raja dan tentaranya adalah sebaik-baik tentara" (HR Ahmad) 

Hadis inilah yang menginspirasi para Muslimin untuk jadi Mujahid ke konstatinopel.

Delapan abad setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata demikian, apa yang beliau kabarkan benar-benar terjadi. 

Benteng Konstantinopel yang terkenal kuat dan tangguh itu, akhirnya takluk di tangan kaum muslimin. Para Ulama’, di antaranya Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah menyebutkan, “Di antara Dalaa’il Nubuwwah atau tanda-tanda kenabian Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam adalah sabda beliau yang menceritakan kejadian-kejadian yang akan terjadi di masa depan.”

Pujian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada raja dan tentara yang berhasil menaklukkan Konstantinopel, benar-benar melecut semangat jihad para pemimpin serta mujahidin yang hidup setelah beliau. Berkali-kali usaha ini dilancarkan, di antaranya: upaya penaklukan benteng Konstantinopel yang di lancarkan di zaman Mu’awiyah bin Abi Sufyan di bawah komando anaknya Yazid. 

Turut serta dalam pasukan ini Abu Ayyub al-Anshari, seorang shahabat Rasulullah yang pemberani. Namun usaha ini menemui kegagalan. Abu Ayyub al-Anshari yang dikala itu diperkirakan berumur 80 tahun akhirnya gugur ketika mengikuti pertempuran ini. 

Sebelum beliau wafat, beliau sempat berpesan kepada panglima Bani Umayyah; jika ia wafat, ia ingin sekali dikuburkan di bawah tembok benteng Konstantinopel. Pasukan muslimin pun menjalankan wasiat beliau; 

Mereka menyerbu musuh sambil membawa jasad Abu Ayyub al-Anshari, hingga ketika mereka sampai ke tembok benteng Konstantinopel, para mujahidin menggali lobang, dan menguburkan beliau di situ, sesuai permintaan terakhir beliau.

Namun demikian, cita-cita untuk membebaskan Konstantinopel tidak pernah berhenti. Perjuangan berikutnya terus diwarisi oleh Daulah Abbasiyyah. Pada masa Khalifah Al-Mahdi 163h kemudian Bayazid 1 (1401 M) dan Sultan Murad II (1422 M). Tetapi usaha mereka masih tetap menemui kegagalan.

Pada ke khalifahan Muhammad Alfateh Bizantium baru bisa dibebaskan pada 29 Mai 1453. Kemudian kuburan Abu ayub Al anshori radiallahuanhu ditemukan lagi oleh Al fatih dan sejak itu kuburan beliau dipugar dan dirawat lebih baik. 
Subhanallah...

Bismillah
Topkapi yang dalam bahasa Turki berarti gudang meriam dibangun dengan arsitektur khas Turki yang mempunyai taman-taman indah yang menghubungkan antara satu bangunan dan bangunan lainnya. Taman-taman yang hijau ini dipenuhi pohon-pohon besar yang rindang. Didirikan di atas lahan seluas 700 ribu meter persegi, Istana Topkapi mulai dibangun pada 1453. Pembangunan Istana Topkapi diawali dari keinginan Sultan Mehmed II untuk mendirikan sebuah istana sebagai pusat Kesultanan Turki Utsmani.
Sekalipun kini bangunan tersebut telah beralih fungsi, masih banyak benda peninggalan kejayaan Kesultanan Turki Utsmani yang tersimpan di sana. Hal yang paling menarik dari peninggalan Turki Ustmani adalah benda-benda peninggalan milik Nabi Muhammad SAW.  Beberapa peninggalan milik nabi kini tersimpan di ruang Relikui Suci. Di tempat itu dapat dijumpai tempat kohl (celak) milik Rasulullah, jejak kaki Rasulullah, pedang, jubah, hingga rambut Rasulullah. Dan di sana pula sejumlah benda-benda peninggalan sahabat Rasulullah tersimpan.

Selain itu, Istana Topkapi juga menyimpan beberapa surat ditulis Nabi Muhammad SAW. Surat itu ditulis kepada Muqawqis (pemimpin Kaum Kopts) dan Musaylima (si Pembohong). Surat untuk Muqawqis ditulis di daun kurma dan ditemukan di Mesir pada tahun 1850. Peninggalan bersejarah lainnya adalah manuskrip Alquran pertama yang ditulis di atas lembaran kulit binatang. Itu terjadi sebelum Alquran disatukan menjadi sebuah kitab utuh. Salah satu yang tersimpan di Topkapi ialah Surat Alqadar. Selain itu, masih banyak peninggalan lainnya dari para tokoh yang berjasa dalam perkembangan Islam.

Satu lagi keunikan dari Topkapi. Bila memasuki ruangan peninggalan ini kita dapat mendengar alunan 24 orang hafiz (penghafal) Quran bergantian membaca Alquran dengan syahdunya. Dan alunan bacaan ini terjadi tanpa berhenti selama 24 jam terus-menerus dalam 407 tahun (dari tahun 1517-1924 M).
Pada hari ini 17november genap dua bulan safar kami,besok insyaAllah kami akan kembali pulang ke Indonesia. Ticket penerbangan Istambul Pekanbaru membolehkan kami membawa barang begasi  seberat 30kg dan satu tas jinjing 7kg,hal ini sedikit menyibukan kami untuk membawa barang yang ada,sepertinya barangku kelebihan sekitas 3kg dan tak ada jalan lain ku hanya pasrah saja mudah mudahan ada toleransi nantinya dari maskapai penerbangan.
Ahad 18 November.
Hujan angin tidak berhenti dari malam tadi sampai pagi ini. Jam 8pagi  kami dijemput pak Oki staff kjri Istambul pakai mobil van muat membawa dua box sepeda kami dan masing masing tiga tas jinjing. Mobil van menjemput lagi dua orang wni yang juga akan berangkat ke Jakarta kemudian ada pasangan suami istri indonesia dan Turkie yaitu Devi berasal dari Balam Riau dan Cemal asal Istambul,merek mempunyai satu orang anak dan menetap di Istambul. Kesamaan daerah membuat saya dan keluarga Devi jadi akrap untuk bercerita,orang tua Devi menetap di Balam kabupaten Bengkalis sebagai petani sawit,saya ngobrol dengan cemal dengan diterjemahkan devi karena cemal juga tidak bisa bahasa Inggris apalagi Indonesia.
Pak oki membantu kami untuk check in di jalur diplomat sehingga kami bisa memotong antrian yang panjang,giliran menimbang barang box sepedaku tidak ada masaalah tapi box sepeda joker tidak bisa diterima karena ukuran box kelewat besar dari ukuran yang diizinkan. Joker terlihat agak tertekan mengingat waktu hampir habis. Disaat saat keterbatasan waktu tersebut datang cemal membantu memotong karton dan memperkecil ukurannya hingga sesuai dengan ukuran maximum yang dibolehkan yaitu 192 x 124 x 15 (cm) dalam waktu 15menit Akhirnya box sepeda joker bisa masuk walaupun packingnya tidak terlalu rapi. 
Kami dilepas oleh keluarga cemal dan Devi yang baru aku kenal dipintu masuk Immigrasi,dan pak Oki mengantar aku hingga boarding ke pesawat,lama aku memandang kebelakang kearah mereka siapa mereka sesungguhnya,maha besar Allah yang telah menakdirkan orang orang baik untuk bertemu dengan kami.
Duduk dalam Perjalanan panjang antara Istambul ke Singapore ingatanku kembali ke daerah asing yang dulu kami singgahi.,rasa nya waktu begitu cepat berlalu.
Setiap kali saya mengalami perjalanan jauh bersepeda,dengan jarak tempuhnya beberapa rIbu kilometer, selalu ada hal yang saya pelajari dari proses perjalanan yang saya lakukan. Yang paling terasa adalah rasa tawakkal menitipkan keselamatan diri saya sepanjang perjalanan hingga kembali pulang ke rumah nanti hanya pada Allah. Kami merencanakan perjalanan tapi tidak semuanya terlaksana namun aku percaya ketetapan Allah untuk merobah rencana kami adalah yang terbaik..subhanallah itu selalu ditunjukan Allah beberapa kali pada kami.
Saat itu selalu terasa bahwa hanya Allah lah tempat saya bergantung. Bukan teman, bukan saudara… Percaya bahwa Allah akan menjaga saya di sepanjang perjalanan.
Teringat kembali beberapa waktu yang lalu saat saya dan Joker blusukan di eropa dan Negri Balkan yang baru kami kenal.Kami tak punya keluarga disana, hanya berbekal nama nama asing yang ada di komunitas pesepeda atau warmshower. Bertemu pun belum pernah, hanya berbekal nomer kontak telephone dan addres email. Setiap hari kami mencari tempat untuk bermalam dengan cara membuat mengirim email permintaan untuk diberikan ruang ruang untuk menginap,Kalau beruntung kita dipersilahkan datang tapi kalau tidak beruntung mereka akan mendiamkan saja permintaan kita,atau membalas email dengan beberapa alasan penolakan, dalam ketidak pastian tempat menginap aku harus mencari tempat camping yang aman dari kejahatan atau binatang atau juga dari incaran polisi,Begitulah pengembara bersepeda bertualang menempuh sesuatu yang tidak pasti 
Sebelum berangkat, yang kami lakukan hanyalah membuat rencana, mempersiapkan diri sebaik mungkin, membekali diri dengan bekal yang cukup, dan menghubungi orang-orang yang memungkinkan untuk kami hubungi disana. Selebihnya kami memasrahkan keselamatan kami pada Allah semata karena disitu Allah sudah punya scenario yang indah buat kami.
Beberapa hari sebelum berangkat, kuasa Allah mulai berperan. Selalu ada orang yang membantu kami sepanjang perjalanan. Mulai dari proses keberangkatan hingga kami kembali pulang setelah 2 bulan lebih dan jauh dari rumah. Mereka orang-orang baik yang hampir tak kami kenal sebelumnya. Muncul entah darimana, membantu kami seperti petugas yang sambung menyambung saling berurutan seperti rantai tak terputus.
Urusan transportasi, penginapan, penjemputan, bantuan peralatan hidup sehari-hari, angkat-angkat barang bawaan kami sewaktu pulang dari bandara Istambul,hingga mengawasi dan memantau keselamatan kami selama kami diperjalanan bersepeda  Termasuk memberitahu kami dengan siapa saja kami boleh bergaul agar jauh dari fitnah hidup di negri asing ini. Disetiap persinggahan kami seperti di KBRI atau KJRI bahkan sampai ada yang datang hanya untuk memastikan bila kami cukup makan selama kami istirahat disana. Itu tak termasuk dalam fasilitas yang seharusnya ada, dan dilakukan oleh orang-orang baik yang baru kami kenal di sepanjang perjalanan itu. Hanya berbekal budi baik dan doa musyafir menjadi pengikat persaudaraan di rantau.
Benar-benar terasa bila Allah itu sangat dekat, menjaga kami seutuhnya melalui malaikat-malaikat yang berwujud manusia. Di setiap saat, di setiap tempat, dalam kondisi apapun.
Kami pun mendapatkan bonus tambahan keluarga baru yang kami kenal selama disana. Silaturahim terjalin terus selama beberapa tahun setelahnya.
Peristiwa itu masih terus terulang setiap kali saya menempuh perjalanan jauh lainnya. Kasih sayang Allah sangat berlimpah sepanjang masa itu.
Saya tidak tahu kapan pertolongan Allah akan hadir, yang saya upayakan hanyalah berusaha untuk sedapat mungkin terus berbagi energi positif dalam bentuk meringankan beban orang lain kapanpun dan dimanapun termasuk pada para pengelana sepeda siapapun orangnya. Karena saya berharap suatu saat bila saya tengah berada dalam kesulitan, Allah akan berbelas kasih pada saya dengan meringankan beban saya.
Dimana, kapan dan bagaimana cara Allah membantu saya, itu sudah diluar kuasa saya… Tawakkal sepenuhnya setelah berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin.
Dalam keheningan malam diatas pesawat yang melayang di atas samudra hindia aku duduk membatin,demi Allah yang jiwaku ada pada genggamanNya aku mohonkan agar orang orang baik yang aku temui sepanjang perjalanan dibalas dengan segala kebaikan dan diberi hidayah bagi yang belum mendapatkannya...aamiiiin.
Kami sampai di bandara changi Singapore tgl 19 november jam 05 waktu setempat dan transit 5jam dan Alhamdulillah sampai di Pekanbaru jam 11.30.
Pengalaman lama terulang lagi,box sepedaku terlihat jebol,barang kecil yang aku masukan di kotak sepeda berserakan,petugas begasi di bandara ssk aku minta saksikan untuk memeriksa barang kalau ada yang hilang,aku berusaha mengingat ingat lagi kalau ada yang hilang masih boleh di claim tapi saat itu aku merasa semua komplit,namun sampai dirumah baru ingat jam tangan dan satu set kunci L tidak ketemu,aku hanya bisa ucapkan Inalillah wa inaillahi rojiun,namun kehilangan ini bisa terobati dengan bertemunya kami kembali dengan keluarga serta anak cucu yang kami rindukan dalam keadaan sehat walafiat.
Saya mendoakan juga pada pembaca yang setia mengikuti perjalanan kami semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmatnya pada kita semua dan semoga tetap sehat,insyaAllah Sampai jumpa pada perjalanan berikutnya dan mohon doanya agar saya diberi kemudahan untuk merangkum catatan perjalanan ini menjadi sebuah buku yang mudah mudahan ada manfaat untuk menambah khasanah pengetahuan dalam kegiatan yang sama bagi kita semua.




10.Jelajah eropah"memasuki negeri para penakluk"


Bismillah
02November 2018.
Keluar dari gerbang perbatasan Kapikule,sepeda kami meluncur pelan memasuki jalan raya Turkie menuju Istambul,ada perasaan lega memasuki negri ini,didepan board besar melintang jelas diatas jalan raya bertuliskan "Welcome to Turkie" agak kedepan lagi sebelah kanan jalan berdiri sebuah Masjid jami,aku berpikir sejenak untuk berhenti di masjid namun aku urungkan karena berharap didepan ada kafe yang ada wifi nya untuk melihat pesan dan berkirim email yang sudah dua hari tidak aku buka dan terutama sekali mencari warmshower untuk menginap malam nanti.
Kira kira 500meter kedepan ada kafe dan pump bensin kami berhenti disitu. Seorang pelayan namanya Azhar menghampiri dan menyapa kami dengan bahasa Turkie,aku membalasnya dengan ucapan Assalamualaikum sambil memberitahu bahwa kami dari Indonesia,tapi dia mengulangi lagi "Makedonia" aku ulangi lagi Indonesia,dia masih bilang Makadonia akhirnya aku diam saja sampai akhirnya kata kata makedonia dia gunakan mencandaiku. Secangkir kopi dan sepotong roti coklat dengan free wifi kami nikmati sambil surfing di dunia Maya. Kami merasa lega keluar dari tekanan batas waktu visa schangen kami yang hampir habis,akibatnya kami bersepeda seperti berpacu dengan waktu. Kami belum tahu kemana menginap malam ini lalu aku coba hubungi langsung menelpon salah satu warmshower di kota Edirne yaitu Osgur denis karacay dengan senang hati dia mempersilahkan kami datang walaupun katanya ditempatnya masih ada tamu tiga orang yaitu dari greeck dan french. 
Kami sampai di rumah Osgur di jalan Ibrahim ay appartment Ulas sore jam 18.
Kembali aku dapat kesulitan memberitahunya kalau aku sudah didepan appartementnya,telpon dan internetku sudah tidak berfungsi karena habis pulsa. Aku berjalan sendiri mencari free wifi sementara joker menjaga sepeda di depan appartement,kira kira seratus meter dijalan yang sama ada cafe,aku temui pelayannya dan minta tolong numpang wifi,sayang nya pelayan tersebut tidak bisa bahasa inggris,lalu aku diajak menemui seorang laki laki breokan tampang timur tengah,dia menatapku dingin,lalu aku ucapkan Assalamualaikum dan kenalkan diri dari Indonesia dan minta tolong diberi Wifi,kelihatan mukanya mulai cerah dan menyahut salamku lalu mengatakan "that 's okay brother,no problem" dia membantu memasukan pasword wifi...hmmm ternyata hatinya lembut tidak sesangar tampangnya,dia menawarkanku secangkir kopi tapi aku tolak karena buru buru,sekarang internet ku terhubung dan aku coba telpon ozgur dan dia langsung menerima telponku,dan menjawab akan segera turun membuka pintu.
Buru buru aku kembali kedepan apparrtement Ulas dan didepan pintu sudah menunggu Enes dan Ummut,sedangkan Ozgur keluar lumah be erapa waktu uyang lalu.
Tempat tinggal mereka ada di lantai empat jadi sepeda dan semua barang kami diboyong keatas lewat tangga karena tidak ada lift semua dilakukan oleh sahabat baru kami Ummut dan Enes.
Malam ini adalah seperti pertemuan keluarga besar International,peturing dari manca negara,para pesepeda Mario dari Greeck yang sudah berkelana selama satu tahun,Laura dan théo dari french berkelana enam bulan dan para kawan kawan komunitas pesepeda Turkie Edirne,umut kapucu,ozgur deniz karacay, abdulsamet,Enes.
Malam pertama kami diajak nonton bareng sepakbola piala liga utama Turkie di sebuah cafe tapi karena kami terlalu capek dan ingin istirahat saja dirumah.
Aku,joker dan Mario tidur di ruang tamu lalu Theo dan Laura di kamar tamu dan samut dan ummut dan Anies dikamar lain lagi.
Tapi .. Wow kali ini kami belum menemukan kata-kata untuk menggambarkan dua hari yang baru saja kami jalani dan kata terima kasih tidak cukup untuk kebaikan semua ini. Selama dua hari kami tinggal di apartemen seolah-olah kami seperti sahabat lama saling kenal,semua berbicara bahasa yang sama dan kadang kadang juga keluar bahasa tubuh yang universal tanpa canggung dan dalam suasana hati riang dan bahagia,semuanya saling memahami.

Hari Sabtu3 November 2018 
Di appartemen Ozgur kami para pesepeda tamu diwawancarai oleh jurnalist koran local.
Kami saling berbagi informasi mengenai negara masing masing dan berkeinginan saling mengunjungi suatu saat nanti,aku sempatkan berbagi mengenai objec wisata Riau saat itu,semua pada senang mendengar keterangan yang menyejukan mengenai Indonesia khususnya,insyaAllah mereka akan visit indonesia for next journey sebagaimana pesan promosi wisata kami khususnya negeri Anak Melayu Riau.
Aku sangat mengagumi kearifan lokalnya dan keramahan masyarakat Turkei saat ini dan persaudaraan para pesepeda jarak jauh,sekarang aku buktikan sendiri rasa persaudaraan tulus ikhlas dari mereka,tanpa memandang latar belakang kami. Mereka sangat respect pada tamu dan memanggil kami "Grand pa".
Grand pa,...feel free like at your home and tell me if you need help.tommorow I ll company you to masjid Jami salamija. 
MasyaAllah....

Bagda dzuhur kami berlima dibawa Ozgur cs ziarah ke Masjid Cami salamije di daerah kota lama Edirne.
Kesultanan Turki Usmani merupakan sebuah dinasti besar yang berkuasa pada akhir abad ke-13 sampai awal abad ke-20. Di bawah kepemimpinan Sultan Selim I dan Sultan Sulaiman pada abad ke-16 M, Dinasti Usmani berhasil mencapai puncak kejayaannya. Saat itu, wilayah kedaulatannya membentang dari Aljazair di sebelah barat hingga Azerbaijan di sebelah timur dan Yaman di sebelah selatan sampai Hungaria di sebelah utara. 
Dengan kata lain, 43 negara dari tiga benua yang ada saat ini pernah dikuasai Dinasti Usmani. Puncak kejayaan Usmani mengantarkannya pada periode klasik. Pada periode inilah Dinasti Usmani memfasilitasi kesultanannya dengan berbagai sarana pemerintahan dan sarana publik berupa bangunan-bangunan bernilai tinggi.
Sampai sekarang, jejak-jejak era keemasan Usmani masih bisa dirasakan melalui karya-karya arsitektur yang tersebar di berbagai penjuru wilayah kedaulatannya, terutama di Turki. Proyek pembangunan Dinasti Usmani pada era tersebut tidak dapat lepas dari peran seorang jenius bernama Mimar Sinan yang kala itu menjabat sebagai kepala arsitek dan teknik sipil Kesultanan Usmani. 

Di antara deretan karyanya tersebut terdapat sebuah bangunan monumental yang diakui oleh Mimar Sinan sendiri sebagai karyanya paling termasyhur, yaitu Masjid Selimiye. 
Masjid Selimiye dibangun di Kota Edirne. Menurut catatan Evliya Celebi, seorang penjelajah asal Kesultanan Usmani, dipilihnya Edirne sebagai tempat pembangunan masjid tersebut didasarkan pada mimpi Sultan Selim II. Di dalam mimpinya, Nabi Muhammad SAW memerintah Sang Sultan untuk membangun sebuah masjid besar di Edirne, kota yang menurut mimpi itu dilindungi oleh Nabi Muhammad. 

Alasan lainnya menyatakan bahwa para sultan terdahulu telah mendirikan begitu banyak masjid besar di Turki wilayah timur, sedangkan baru sedikit saja yang berada di wilayah sebelah barat. Padahal, daerah ini memiliki peran yang sangat penting, khususnya Kota Edirne yang menjadi gerbang penghubung antara daratan Turki dengan Benua Eropa. Oleh karena itu, dipilihnya Edirne sebagai tempat pembangunan masjid ini dianggap sebagai pilihan yang sangat bijak.

Muslim harus dapat membangun kubah sebesar kubah Hagia Sophia di Istanbul,motivasi inilah Mimar Sinan untuk membangun Masjid Selimiye. 
Mimar Sinan berhasil mendirikan Masjid Selimiye yang memiliki kubah berdiameter 31 meter, setara dengan kubah Hagia Sophia.  Tinggi kubah utama dari lantai dasar Masjid Selimiye adalah 42 meter. 

Kubah utama ini memiliki penampang berbentuk persegi delapan yang masing-masing sudutnya ditopang oleh delapan pilar besar. Bagian antara dasar kubah dengan kedelapan pilar tersebut diisi oleh muqarnas (ornamen berbentuk stalaktit). Di bawahnya, empat buah half-dome (kubah terpotong) ditempelkan pada keempat sisi penampang kubah utama dan sebuah half-dome lainnya menaungi ruang mihrab.

Dengan demikian, apabila dilihat dari atas, rangkaian kubah terpusat Masjid Selimiye terlihat seperti seekor kura-kura. Jumlah half-dome dan kubah kecil yang menaungi ruang shalat utama masjid terbilang sangat sedikit. Hal ini membuat kubah raksasa yang berada di pusat bangunannya terlihat sangat dominan.

Seperti masjid bergaya Usmani lainnya, Masjid Selimiye memiliki halaman berbentuk persegi panjang dengan sebuah tempat wudhu berupa air mancur (sardivan) di tengahnya. Area terbuka ini dikelilingi oleh portico (teras berpilar) yang beratapkan 18 kubah. Portico Masjid Selimiye memiliki 16 pilar. Menurut para ilmuan, pilar-pilar tersebut berasal dari Mesir, Siprus, Syria, dan Turki. Halaman dengan gaya sepeti ini mengadopsi bentuk peristyle pada halaman bergaya Romawi Kuno atau bentuk sahn pada bangunan-bangunan di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Pada keempat sudut masjid bediri empat buah menara setinggi 84 meter. Masing-masing menara memiliki tiga buah balkon. Dua menara di antaranya memiliki tiga buah pintu tangga yang menuju langsung pada ketiga balkonnya. Artinya, terdapat tiga jalur tangga yang berbeda pada sebuah menara. Hal tersebut merupakan bukti lain dari kejeniusan seorang Mimar Sinan.

Ruang utama masjid terdiri dari dua lantai, yaitu lantai dasar sebagai tempat shalat utama dan lantai atas berupa balkon yang mengelilingi ruangan utama. Rancangan seperti ini adalah ciri khas masjid berarsitektur Turki Usmani.

Masjid Selimiye diterangi oleh 384 buah jendela. Ratusan jendela itu terbagi ke dalam lima tingkatan. Jendela-jendela pada tingkat terbawah dan tingkat kedua menerangi lantai dasar dan balkon masjid. Barisan jendela pada tingkat ketiga dan keempat merupakan jendela-jendela clerestory (jendela pada dinding atas) yang cukup banyak membiaskan cahaya alami ke dalam masjid. 

Pada tingkat kelima terdapat deretan jendela kubah yang menerangi interior kubah masjid. Sinan menggunakan kaca jendela berwarna terang untuk memberikan efek pencahayaan yang maksimal pada interiornya.  Interior masjid didominasi oleh Marmer berwarna putih dan coklat muda dari Pulau Marmara serta ubin-ubin keramik yang berasal dari Kota Iznik. 

Berbagai ornamen kaligrafi karya Hasan Celebi, hiasan arabes, dan muqarnas khas corak Usmani klasik pun turut menghiasi interior dan eksteriornya. Hampir seluruh lengkungan antarpilar yang terdapat pada Masjid Selimiye terdiri dari voussoir (balok-balok pembentuk lengkungan) berwarna merah dan putih yang disusun secara berselingan.

Di dalam masjid, tepat di tengah ruang shalat utama terdapat mahfil muazin, yaitu bangunan menyerupai panggung yang berfungsi sebagai tempat untuk mengumandangkan azan. Mahfil muazin di Masjid Selimiye memiliki tinggi 2,4 meter dan ditopang oleh 12 tiang kecil dengan lengkungan berukir. Letak mahfil yang berada tepat di bawah kubah utama ini sempat menimbulkan kontroversi karena biasanya mahfil muadzin diletakkan di pinggir ruang shalat utama.
Sinan meletakannya tepat di tengah supaya tidak mengganggu kesimetrisan masjid. Di bawah mahfil muadzin, Sang Arsitek menempatkan sebuah air mancur kecil sebagai metafora jiwa dari kubah raksasa yang tepat berada di atasnya.

Mihrab Masjid Selimiye terletak pada sebuah ceruk yang menonjol keluar seperti apse pada bangunan gereja. Mihrab ini terbuat dari pahatan batu marmer monolitik yang dihiasi ornamen geometri dan kaligrafi. Sebuah mimbar bertangga yang sangat tinggi terletak di sebelah kanan ceruk mihrab. 

Mahfil sultan sebagai tempat shalat sultan dan para petinggi negara berada di atas balkon yang terletak di sebelah kiri ceruk mihrab. Semua lantai masjid ditutupi oleh karpet berwarna merah. Pada malam hari, pencahayaan interior masjid dibantu oleh sekian banyak lampu gantung.

Masjid Selimiye yang bediri di atas lahan seluas 2.475 meter persegi ini dapat menampung sekitar enam ribu jamaah. Hingga kini, masjid yang berusia empat abad tersebut menjadi ikon Kota Edirne sekaligus menjadi salah satu warisan terbesar peradaban Islam di bidang arsitektur. 
Kami mendengar dua kali kumandang azan Ashar dan magrib yang menyejukan dan sempatkan sholat berjamaah di masjid agung tersebut. Selesai sholat kami berjumpa dengan Imam besarnya yang ramah lalu memberi keterangan sangat rinci mengenai masjid ini. Bagda magrib kami lanjutkan jalan ke pasar yang bersebelahan dengan masjid,bazar yang berbentuk dome dibangun bersamaan dengan masjid di sini kita bisa membeli berbagai souvenir atau makanan khas Turkie, mampir ke restoran turkie untuk makan malam dengan menu khas Turkie menutup perjalanan kami hari itu.

04 November 2018,Hari ketiga di Edirne,pagi selesai sarapan pagi dilepas oleh sahabat kami Ozgur,Ummut,Mario,Thio dan Laura kami berangkat menuju Istambul,sampai jumpa lagi sahabat, satu saat insyaAllah kita bertemu lagi di Istanbul, Turki, Yunani, Indonesia atau Prancis.
Kami meluncur menuju arah Istambul kemudian berhenti di restoran sevgi Duragi di Kocasinan mahallesi,kami berjanji untuk ketemu dengan petugas KjRI istambul di sini,sejam kemudian petugas kjri datang menyamperi kami. Pak iwan dan ibu Kurnia petigas Kjri saat itu sedang ada tugas mensurvey anak anak indonesia yang sedang belajar di salah satu pesantren di Turkie Atau kota Edirne ini. Siangnya aku kami menumpang mobil pak Ega yang cukup besar untuk bawa kami dengan sepeda. Setelah jalan jalan kebeberapa tempat di erdine ini kami langsung menuju Istambul.(bersambung10)


7.Jelajah eropa "Budapest riwayatmu dulu"

Bismillah.
Adakalanya kita kesepian,bosanan dan capek membebani perjalanan jauh,dalam suasana itu Allah memilihkan kita hiburan dialam terbuka untuk menghilangkan kejenuhan,hal yang seperti inilah yang sering dirindukan dalam suatu perjalanan panjang. Dalam perjalan panjang antara Brussel dan Zurich yang melelahkan dalam cuaca dingin dan adakalanya berangin sungguh memerlukan kesabaran,Aku alihkan perhatian pada hal hal yang menyenangkan,kadang kala aku berhenti melihat binatang Lama yang mirip onta kecil,mereka agak pemalu kalau didekati ada kalanya aku berhenti disatu perkebunan pupkin atau labu lalu coba perhatikan strukturnya dan angkat ternyata lumayan beratnya. Pernah dalam perjalanan dari Brusel ini bertemu pohon apelaku ingat seseorang pernah mengatakan apel yang tumbuh di jalan umum boleh diambil,tapi saat aku temui pohon apel mau mengambilnya agak sulit karena tinggi lalu aku coba memanjat tapi tidak berhasil,akhirnya aku putuskan untuk memungut apel yang jatuh ketanah saja,lumayan banyak dan masih bagus dan fresh,aku bawa kira kira 15biji,hingga habisnya sampai empat hari. 
Kami memasuki kota Zurich 12 Oktober jam 11siang dan sepeda kami arahkan ke rumah Mas Agung Bondan di jalan Neunbrunnenstrasse 33/02,8050 Zurich,kota yang tenang dan nyaman tapi cukup membuat badanku menggigil kedinginan.
Mas Agung dan keluarga serta dua anak sudah menetap dizurich selama 10tahun lebih,beliau tinggal disebuah appartement yang luas jadi kami bisa dikasih di satu kamar. Pada hari kedua hari Jumat di Zurich kami pergi sholat jumat ke Masjid Turkey dengan menumpang trem sejauh kira kira15km dari rumah. Kami kenalan dengan be berapa orang muslim wni yang menetap di Zurich dan ada diantaranya yang memberi kami uang katanya sekedar untuk pembeli minum nanti di jalan,aku coba menolak tapi dengan sedikit memaksa mereka minta supaya aku menerimanya,subhanallah..aku jadi terharu menerima semua ini. 
Pulang dari sholat  jumat diantar oleh mas Agung ke pusat kota di zurich. Mampir ke Satsiun Zurich atau Zurich Hauptbahhof( disingkat Zurich HB, secara internasional ) merupakan stasiun kereta . Menghubungkan kereta utama dengan layanan ke jaringan kereta di seluruh Swiss dan negara2 Eropa. Menurut referensi, Zurich HB melayani sekitar 2900-an kereta per-hari, dan sampai sekarang Zurich HB merupakan stasiun tersibuk di dunia.
Hari Sabtu 13 oktober 2018 kami lanjut perjalanan tujuan Wina/Austria via Munchen.
Pagi itu kami diantar oleh bapak dan ibu Agung keluar rumah hingga dipersimpangan jalan,setelah berfoto didekat jalan raya kami berangkat menuju Munchen,perasaan sedih kembali datang setiap aku harus berangkat dan meninggalkan orang orang baik yang baru saja aku kenal,aku harus buang semua perasaan sedih tersebut dan diganti dengan ucapkan doa kebaikan untuk mereka,semoga kelak jumpa lagi.
Sepeda kami kayuh makin kencang dipagi yang masih dingin itu,kami masuk lagi kedunia yang penuh misteri dihadapanku. Kami menelusuri pedesaan pertanian dan peternakan sapi Jalan terasa makin berliku dan masuk pada ketinggian pegunungan,pabila kita sampai puncak kita berhenti dan memandang sekeliling maka akan terlihat panorama padang rumput yang luas menghijau,dikejauhan terlihat rumah petani yang letaknya terpencil pencil,inilah salah satu ciri khas Switzerland yang sering aku saksikan.
Setiap kami sampai disatu highway kembali google map mengarahkan kami berbelok kepedesaan,sebetulnya pemandangan di pedesaan lebih indah dibanding kalau kita jalan di jalan utama akan tetapi jalan masuk pedesaan selalu menanjak ke kaki bukit kemudian turun lagi ke jalan utama. Karena sudah tidak tahan dibelokan ke tanjakan akhirnya aku siasati melihat jalan tembus ke tujuan dan mengambil jalan raya utama yang pada umumnya datar dan mulus.
Sewaktu kami istirahat di sebuah desa di dekat perbatasan swiss dan Jerman kami didatangi seorang opa opa yang sedang membawa sekeranjang kacang kacangan,beliau menyapa Joker dengan bahasa Jerman,,,,maka terjadilah dialog seperti itik dan ayam,masing masing sulit memahami maksutnya tapi disimpan dalam hati..hehe...dia menerangkan cara membuka kacang Wallnut yang dibawanya lalu joker menjawab enak dimakan ya?dia menjawab menunjuk rumahnya..@$#...dan akhirnya opa tersebut ajak kami mencari kacang wallnut kecil yang berserakan dihalaman rumahnya,itulah bagian dari hiburan kami diperjalanan diborder swiss dan jerman waktu itu.
Siang itu aku dapat email dari Kai Kreiselmeir yang tinggal di Rorschack mengatakan dia bersedia untuk menerima kami bermalam hari ini,semangatku bangkit lagi karena malam ini sudah ada tempat berbaring.
Aku pacu sepeda lagi karena jarak kerumah Kai masih 56km kearah munchen lalu kami menginap di warmshower Kai orang local komunitas sepeda di kota rorschach dipinggir danau Constant. Perjalanan kali ini dengan medan yang cukup berat dengan tanjakan khas switszerlannya indah sekali ditambah cuaca yang yang cerah tampak langit membiru dan hijaunya hamparan padang rumput sesayup mata memandang,dikejauhan kadang kita lihat sekelompok sapi ternak yang sedang merumput. Disetiap puncak aku berhenti memandang sekeliling dan dibelakangku terlihat liku liku jalan naik turun kadang kadang mengelilingi bukit,rasanya aku tidak percaya bisa melakukan kayuhan seberat itu,tapi disaat seperti ini rasanya kepenatan terbayar dengan orchestra alam yang aku saksikan...subhanallah.yang sudah kami dapatkan.
Cukup kaget juga otot otot ini karena selama ini daerah yang kami lalui super datar. Dari google map terlihat 6km lagi sampai di tujuan dan memasuki kota rorschach,udara mulai terasa dingin,google map membawa kami menelusuri pinggir danau Constanz dan dititik akhir tujuan aku menelpon Kai,kami sempat nyasar mencari alamat nya karena kedatangan kami hari sudah mulai gelap malam dan agak sulit melihat petunjuknya. Terakhir kami minta petunjuk orang lokal yang sedang lewat dan Alhamdulillah dengan kesabaran yang tinggi di cuaca dingin itu akhir  ketemu Kai yang menunggu di depan appartemennya. Kai yang masih membujang dan bekerja disuatu pabrik electronic mempersiapkan kami makan malam,kai seorang vegetarian mempersiapkan kami dengan makan malam kentang rebus dan sayur wortel,tomat,kol,cabe besar. Perjalanan 90km yang cukup menguras tenaga,mudah mudahan besok pagi cuaca cerah untuk meneruskan perjalanan kami.
14 oktober 2018
Dari kota Rorscach swiss kami masuk lagi untuk kedua kalinya ke negara jerman jerman tujuan kami adalah kota Munchen dari sini nanti baru menyeberang ke vina Austria. Aku tidak melihat  border jerman dan swiss ,tapi hanya mengetahui melalui gars batas di google map. Memasuki kota jerman dengan garis batas sungai Rhein dan terlihat type plat nomor mobil sudah berbeda.Hari ini kami belum tahu mau menginap dimana,hanya berharap ada salah satu warmshower yang memanggil,tapi sampai siang masih belum pasti kemana untuk menginap,akhirnya melalui aplikasi kami dapatkan satu tempat sejauh 12km untuk fee camping,perjalanan kali cukup menegangkan karena medannya agak menanjak serta memasuki terowongan sejauh kurang lebih 500meter. Didalam terowongan kami seperti diuber setan karena sebetulnya sepeda tidak boleh lewat kesitu,dan harus kejalan lain yang melingkar jauh,karena menyingkat waktu sepeda kami genjot sekencang kencangnya yang untungnya ada jalur untuk pejalan kaki. Di daerah pertanian di desa wulegg kami mampir ke suatu peternakan kuda lalu menanyakan kalau bisa numpang camping di halamannya,tapi orang rumahnya tidak bisa mengizinkan karena alasannya disini hanya untuk kuda...benar juga orang itu,artinya kalau mau jadi kuda boleh camping disitu...wkkk...
Alhamdulillah...I do understand who am I at that time,this is a kind of leason learn from Allah.
Kami lanjutkan menelusuri aspal lagi hingga satu kilometer masih didesa wulegg bertemu seorang ibu yang sedang mengurusi sapinya,lalu kami tanya apakah boleh kami camping dihalamannya,sepertinya dia kesulitan berbahasa inggris,lalu aku beritahu dengan bahasa tubuh bahwa aku numpang dirikan tenda dihalamannya sampai besok pagi.ibu Elizabet yang baik hati itu buru buru ajak kami menuju suatu tempat tanpa pedulikan ternak sapinya tadi.,,dia menunjukan tempat untuk kami camping cukup bagus dilapngan rumput dan disekitarnya ada pohon apple .
Tenda langsung kami dirikan. Alhamdulillah dari pengalaman hari ini Allah telah mengajariku akhlak yang mana harus dicontoh.
Aku ingat kata kata bijak:
When you stop living luxuries,you understand the real meaning of life.
Diwaktu kamu berhenti hidup dalam kemewahan,engkau akan mengerti apa arti hidup yang sesungguhnya.
15 oktober 2018
Pertemuan dengan keluarga Indonesia yang penyantun. 
Malam itadi di tenda aku hampir tidak bisa tidur karena terlalu dingin 5C,sleeping bag aku pakai dua,satu untuk alas tidur diatas matras lalu satu sleeping bag aku sebagai kantong tidur,baju pakai jacket,kaus kaki,sarung tangan dan topi kupluk tutup kepala,namun tetap saja masih dingin,isapan udara terasa dingin sekali ke hidung dan krongkongan,mata yang tak tertutup juga rasa dingin,akhirnya sampai pagi aku duduk dan menulis berusaha hilangkan ketidak nyamanan tersebut. Subuh saat itu jam 6.50 aku sholat hanya dengan tayamum karena dingin sekali dan sholat duduk di dalam tenda.
Jam 8 selesai masak air panas dan ngopi,kami langsung berangkat.
Satu keluarga yaitu Klaus family di kota Langquoid yang beristrikan Ibu Ella berasal dari Bengkalis Riau menunggu kedatangan kami hari itu. Sejak dari awal perjalanan kami dari Berlin sudah diberitahu agar bisa singgah ke rumahnya di Liquoid dekat Munchen beliau berharap sekali agar kami bisa mampir kerumahnya.
Hari ini aku beritahu posisi kami sekitar 200km dari rumah mereka dan ibu ella mengatakan suaminya Pak Klaus akan jemput kami pakai mobil sore nanti dan menjelang itu kami tetap bersepeda untuk perpendek penjemputan. Sore jam 18kami berhenti didepan gudang pertanian disebelah selatan kota Aitrang jaraknya 105km dari Munchen,aku kirim posisi ini untuk penjemputan oleh pak Klaus. Jam 20 dalam gelap aku lihat sebuah mobil van pelan berhenti kearah kami,seorang asing yang belum aku kenal turun dari mobil dan menyapa kami "selamat malam pak Tasman" aku langsung yakin inilah dia pak Klaus suami bu Ella yang menjemput kami. Udara semakin dingin dan sepeda berikut barang barang dimasukan ke mobil lalu langsung berangkat ke rumahnya di Langquoid. Terasa hangat nyaman sekali dimobil aku sampai terkantuk kantuk tidak sempat bicra banyak dengan pak Kalus saat itu. Kami melewati kota Munchen dari pinggiran saja karena ingin cepat pulang karena sudah terlalu ngantuk begitu juga pak Klaus yang sudah jemput kami sejauh 200km dari kantornya.
Sampai dirumah pak Klaus ibu Ella yang dari tadi memonitor kami langsung bukakan pintu dan menyambut kami dengan antusias dan gembira sekali. Ibu Ella menyuguhi kami kofi dan teh panas,beliau mempersilahkan kami makan sebagaimana yang dijanjikan hidangan indonesia Rendang,ikan asin petai,lalap,gulai asam pedas,MasyaAllah...ini suatu kehormatan yang luar biasa terhadap kami yang bukan siapa siapa. Saat itu memang momen yang tepat untuk makan karena perut sudah betul betul lapar apalagi melihat ikan asin dan petai..hmmm.
Malam nya aku tidur nyenyak sekali diruang yang hangat dan tempat tidur yang empuk kontras sekali dengan keadaanku malam sebelumnya,namun dari sinilah aku belajar mensyukuri satu nikmat setelah mengetahui apa itu yang pahit.
Ibu ella lahir di Bengkalis dan menyelesaikan pendidikan di pesantren Bengkalis,suaminya Klaus seorang Mualaf dan anak anaknya empat orang dirumah sangat taat menjalankan syariat agama,mereka sholat dan mengaji serta doa doa sehari hari yang diajarkan ibu ella pada keluarga..subhanallah walaupun di negri non muslim tapi keluarga ini tetap menjalankan kewajibannya pada sang kholik.
Hari kedua kami istirahat dan betul betul santai,ibu ella membatu potongkan rambut kami dan siangnya membawa kami jalan jalan kekota Redenburg serta makan di restoran yang cukup dikenal di kota tersebut. Mereka berusaha membahagiakan kami,anak anak yang lucu dan cerdas langsung akrab dengan kami mereka berkomunikasi bahasa Inggris dan Jerman dan juga fasih berbahasa indonesia...luar biasa masih kecil bisa tiga bahasa.
Setiap pertemuan ada perpisahan,sudah dua hari kami istirahat saatnya melanjutkan perjalanan,segala kebutuhan perjalanan beliau persiapkan untuk kami,berat hati rasanya meninggalkan keluarga yang sholeh ini,tidak bisa kami membalas kebaikan ini hanya kami berdoa semoga Allah akan membalas budi baik ini dengan segala kebaikan dan limpahan berkah rezki dan sehat buat keluarga pak Kalus. Sampai jumpa lagi pak Klaus,ibu Ella,wahyu,Felix,Febian dan zaskia..luv u all.
Kembali kami menempuh perjalanan panjang dari Bayern kami masuk kota Wiena yang artistic tersebut,google map menuntunku ke arah Kbri,kadang konsentrasiku buyar karena terpana melihat gedung gedung tua yang terawat yang menyuguhkan arsitek klasik zaman dulu,lebih kurang 4 km dari luar kota kami dibawa google map memutar mutar dikota,untungnya jalannya tidak banyak yang nanjak. Kami melewati sungai donau yang lebar tersebut dibawah terlihat beberaoa kapal yang sedang berlabuh,akhirnya jam 15 sore sepeda kami sampai juga di KBRI Wiena Austria di jalan Gustav Tschermakgasse 5-7, A-1180. Kami disambut oleh staf dan protokoler pak Danu lalu dipertemukan dengan pak Witjaksono Adji sebagai wakil Dubes. Setelah beramah tamah dan menyampaikan misi kami untuk silaturahim serta memerkenalkan wisata Riau juga penggalangan dana untuk pesantren kami di Rumbai,beliau menyampaikan selamat datang pada kami merasa senang dengan kunjungan ini.
Alhamdulillah malamnya  kami diberi tempat istirahat dan besok pagi kami akan melanjutkan perjalanan ke Bratislava di Slovakia.
19 oktober 2018,Jam 09 pagi kami Berangkat dari kbri Austria di wina dan dilepas oleh wakil dubes Austria bapak Witjaksono adji dan staff.
Udara cerah tapi suhu dingin terasa menusuk ke kulit,aku pacu sepeda di jalan yang sepi kendaraan kearah selatan hingga bertemu dengan sungai Danou. Kami menelusuri jalan sepeda disebelah kiri kami membentang sungai danou menuju arah selatan,terasa lega mengikuti jalur sepeda yang mulus tidak ada kendaraan bermotor yang diperbolehkan di jalan ini,beberapa orang terlihat jogging dan di beberapa tempat terbuka juga terlihat alat alat fitness gratis untuk umum. Air sungai yang jernih terlihat mengalir tenang ke arah selatan searah dengan tujuan kami ke arah Bratislava negara Slovakia melewati jalur yang dikenal dengan EUROVELO-6.yaitu menelusuri sungai Dunau yang membentang dari utara di jerman sampai ke laut hitam di selatan sejauh kebih kurang 3000km dan melewati beberapa wilayah negara dan kota. Kami tidak perlu lagi gunakan google map cukup ikuti treck sepeda sepanjang sungai. Pernah satu kali kami dapati jalan buntu,lalu terpaksa mundur dan cari arah kejalan besar sejauh lebih kurang 1km kemudian sekali lagi kami dapat jalan buntu untuk sepeda karena didepan ada highway,lama mencari jalan alternatif di google map tetap saja yang ditunjukan high way. Akhirnya kami yakinkan diri untuk memasuki highway tadi hingga sampai di Bratislava. Sebelum memasuki kota Bratislava aku dapat konfirmasi dari kawan orang lokal Miroslav Pikus bahwa dia mempersilahkan kami untuk menginap dirumahnya di Hamuliakovo.
sepeda kami arahkan ke alamatnya dengan menelusuri luar kota sehingga tidak memasuki kota Bratislava. Setelah menelusuri dam sepanjang lebih kurang 30km kami sampai di kota hamuliakovo,kami ditunggu oleh keluarga Miroslav dan Monica warmshower yang menampung kami malam ini.
Jalan sepedaku makin terasa goyang karena ban belakangnya yang sudah agak bengkok,begitu juga sepeda Joker dari belakang terlihat baling rodanya,insyaAllah kalau ada bengkel akan stel kembali.
20oktober 2018
Tadi malam kami menginap di rumah Miroslav Pikus orang lokal di daerah Hamuliakovo,istirahat yang cukup sempurna tadi malam dan semua peralatan elektronic sudah full charge,pagi jam 9 selesai sarapan bubur dan roti khas Slovakia kami melanjutkan perjalanan menuju Budapest. Kembali kami menelusuri Dam kearah selatan sebelah kanan kami membentang Sungai Donau diseberang sana terlihat daratan Hungaria.
Moroslav yang mengantar kami sejauh 3km akhirnya kembali pulang dan kami lanjutkan kayuhan di jalan aspal yang mulus tersebutsatu dua orang kami jumpai sedang jogging  dan beberapa sepeda berpapasan dengan kami,hanya kendaraan sepeda dan pejalan kaki yang diizinkan kesitu sehingga ada perasaan aman menelusuri jalan tersebut ditambah pemandangan yang begitu eksotik sepanjang sungai,angin bertiup dari belakang kami membuat kayuhan kami begitu ringan,angin dan kabut dingin tetap jadi kendala bagiku. Sekali sekali terlihat kapal pesiar pelan dari arah budapes atau arah selatan.
Dari kejauhan aku lihat seseorang bersepeda dengan beban yang penuh dengan panier kiri kanan,kami berhenti saling menyapa,aku ketahui dia Fluhr Florian seorang pesepeda perancis sudah bersepeda selama lima bulan keliling eropah. Fluhr seorang reporter tv dan penulis buku minta izin pada kami untuk wawancara singkat karena menurut dia pertemuan dengan pengelana bersepeda dari Indonesia suatu hal yang langka dan belum pernah dia jumpai. Aku berikan dia kartu pos pengenalan wisata riau dan dia berencana tahun depan akan adakan touring sepeda ke Indonesia.dari obrolan kami saling tukar informasi dan ini menambah wawasan dalam perjalan.
Setelah menempuh jarak 40km kami menyaksikan instalasi pembangkit listrik tenaga air,beberapa orang turis sedang menyaksikan penyeberangan kapal melalui Air bendungan dengan system floating seperti yang pernah aki saksikan di Panama canal . Dam yang setinggi lebih kurang 10meter adalah penyangga air donau ke arah darat dan kita bisa menyaksikan daratan disebelah miri kami jauh lebih rendah dari permukaan laut.
Dari canal turbin kami lanjut terus keselatan melewati dam tapi jalan di dam ini tidak lagi beraspal melainkan hanya ditimbun kerikil halus,sehingga kecepatan kami maximum hanya 20km/jam lebih dari itu rasanya gampang untuk terpeleset di pasir tersebut. Lumayan capek di jalan kerikil tersebut hingga kilometer 65 kami berhenti di suatu spot yang cukup bagus untuk camping yaitu dipinggir sungai Donou didaerah Male kosihy,malam dipinggir sungai mempunyai sensasi yang unik,kita mendengar suara angsa angsa liar ditengah sungai dan gerimis hujan yang menetes dari pohon sekitar terdengar jatuh diatas tendaku.
21 Oktober 2018
Pagi yang sangat cerah,selesai sarapan kami menuju rumah Agatha kasisi di Daerah Hungaria yang sudah aku dapatkan konfirmasinya untuk kedatangan kami hari itu.
Kembali kami menelusuri pinggir dam dengan aspal mulus,sayangnya di km 39 jalan sepeda ditutup oleh satu projek sehingga kami musti kembali mencari jalan alternatif untuk keluar.
Jam 12 kami sampai di kota Komarno yang terletak siperbatasan antara slowakia dengan Hungarian. Jarak yang kami tempuh hanya 44km tapi capeknya seperti perjalanan beratus ratus kilometer karena medannya yang berbukit bukit,dan kadang kadang masuk jalan memotong ke desa dimana jalan hanya ditimbun kerikil,hari mulai gelap dan jam 08malam agak susah mengendalikan sepeda agar tidak terpeleset di kerikil tersebut. Anjing anjing besar hampir seukuran anak sapi menggonggong sambil mengejar  disetiap rumah yang kami lewati,tapi untung agar rumah tertutup rapat sehingga tidal bisa keluar untuk menyikat kami,bagaimanapun juga hati ini ciut juga kalau mereka bisa lolos dari pagar tersebut.
kami sampai dirumah Agotha kekesi didaerah Miny. Agatha dan suaminya Gabor sangat ramah,walaupun anaknya rewel tapi dia tetap memasak makanan malam untuk kami.
22 oktober 18
Dari Many kami menuju Budapest yang hanya berjarak 48km,dari pesan singkat ibu ratih protokol di Kbri Budapest mengatakan bahwa kami ditunggu di kbri,tinggal tujuh kilometer sebelum masuk kota Budapest terasa berat sekali karena daerahnya diatas bukit dan perumahannya terlihat dari kejauhan.
Sepeda kembali meluncur,masyaAllah kami memasuki kota Budapest dan terlihat jembatan Magret yang menghubungkan pulau buda dan pes.
Kiri kanan terlihat gedung gedung tua yang terawat,aku berhenti diatas jembatan untuk melepas lelah dan ambil foto,jam 12 sore kami sampai di kbri dan disambut oleh bu Ratih dan staff kemudian kami di boyong pulang untuk istirahat.
Hungaria, mungkin salah satu negara di Eropa yang jarang dikunjungi wisatawan. Namun negara ini banyak peninggalan bangunan kuno peninggalan masa lalu yang terawat baik seperti peninggalan Kerajaan Turki Ottoman. Mari jalan-jalan ke ibukota negaranya, Budapest.

Sebelum melanjutkan perjalanan ke Beograd, saya menyempatkan untuk keliling ke beberapa tempat yang menarik di Budapest, Hungaria. 
Kota ini memiliki sejarah yang sangat panjang, peninggalan Kerajaan Turki Ottoman (+/-149tahun) masih bisa dinikmati hingga sekarang dan tentunya peninggalan uni Soviet atau komunisme juga masih berdiri kokoh di sana-sini.

Beruntung kami menginap di rumah pak Yosaf suami bu Ratih protokoler KBRI di Budapest. Sorenya kami ditemani jalan jalan di kota Budapest sampai malam.

Budapest, kota yang tadinya terdiri dari Kota Buda dan Kota Pest, yang dipisahkan oleh sungai Dunou dan dihubungkan dengan jembatan yang lebar yaitu jembatan Magret.Legenda setempat juga ikut diceritakan, makanya ada 2 patung perunggu yang sampai sekarang masih menjadi objek yang menarik untuk dikunjungi.

Setelah jembatan terbangun, dua kota Buda dan Pest ini kemudian menjadi satu kota bernama Budapest. Sejarah kemudian membawa kota ini jatuh kekuasaan Kekaisaran Ottoman dari Turki selama 150tahun dan berakhir pada tahun 1686.
Kami menyaksikan vienna gate aquare disitu kita menyaksikan benteng Turkey di kota Buda yang sekarang menjadi meseum Militer.di halaman benteng ini kami ziarah ke makan Abdurrahman abdi arnaut phasa gubernur Budapest penguasa terakhir dari otoman empire yang gugur dalam pertempuran dengan koalisi prajurit Bavaria,saxon,roma dan Hungaria. 
Tahun 1684 liga kristen dibentuk dengan tujuanmengusir Turki dari Hongaria , yang telah berkuasa selama 145 tahun. Awalnya, XI. Dengan dukungan keuangan dari Paus Ince , Kaisar Jerman-Romawi, Raja Polandia, dan orang-orang Venesia mengirim 80.000 tentara ke Hongaria. Angkatan darat terutama terdiri dari pasukan Saxon, Bavaria, Brandenburg dan Swedia, tetapi tentara Italia, Inggris, Perancis dan Spanyol juga mendukung 15.000 tentara Hongaria. Aliansi Pertempuran adalah Pangeran Charles II,Pangeran Charles II. Miksa Emanuel dipimpin oleh pemimpin Bavaria dan Pangeran Jeno Savoyai yang dihitung sebagai panglima perang paling terkemuka di zaman itu.
Beberapa kali penyerangan yang dilakukan pasukan aliansi selalu gagal. Akhirnya, jalan buntu Kristiani umum terakhir mulai membuahkan hasil. Abdullah bertarung di baris pertama dan kehilangan nyawanya. Dia menyatakan bahwa dia lebih baik mati jika dia tidak bisa mempertahankan kastil yang dipercayakan kepadanya. Para prajurit Kekaisaran Habsburg menerobos tembok utara kastil, mengakhiri peringatan 145 tahun pemerintahan Turki di Buda.Kematian heroik Gus Dur juga mengambil kekaguman lawan-lawannya. Abdurahman abdi arnaut phasa gugur mempertahankan bentengnya dengan gagah berani.
Keberaniannya yang teguh dan perlawanannya yang heroik membuat rasa hormat pada lawan-lawannya. Sebagai rasa hormat beliau di makamkan ditempat kematiannya oleh lawannya di kastil Buda dengan menuliskan kata kata penghormatan:
"Dia sang pemberani biarkanlah beristirahat dengan damai"
Lebih ke selatan lagi kita menyaksikan sebuah gereja Mary magdalena church dan pernah di jadikan masjid pada era penguasa Otoman lalu menjadi gereja lagi setelah Turkey mengalami kekalahan.
Itulah sebabnya hingga kini masih banyak aturkish Bath (Pemandian air panas) di beberapa tempat. Sayangnya saya ngga mencobanya karena "bisa merobek kantong kami yang pas pasan"..wkwkk

Selain Turkish Bath dengan air panas alam, di pasar tradisional juga masih banyak makanan yang dijual dengan bumbu khas Turki. Banyaknya jenis rempah dan paprika, dapat ditemui dengan mudah di pasar tradisional, tidak jauh dari tengah kota. Saya menikmati makan siang, dumpling daging bebek di Vásárcsarnok Market (Central Market). Rasanya enak dan kaya rempah. Jelas rasa yang jarang ditemui di makanan Eropa pada umumnya.

Kota ini benar-benar penuh sejarah. Setelah Kekaisaran Ottoman tumbang, Budapest berkembang menjadi kerajaan yang cukup disegani di Eropa Tengah bersama Austria, Swiss dan Ceko. Namun pada perang dunia, sekutu menyerang habis Budapest.

Tidak lama setelahnya, Uni Soviet menawarkan "bantuan" yang ternyata kemudian Uni Soviet lupa untuk pulang kembali ke wilayahnya. Budapest akhirnya kembali dibawah jajahan, kali ini dibawah Uni Soviet. Semenjak komunisme berakhir pada 1990, Budapest kembali berkembang hingga saat ini.

Peninggalan perang yang sangat menarik adalah rumah sakit bawah tanah (Rock Hospital). Dibangun semasa perang dunia di bawah bukit. Terowongan pada rock hospital ini panjang dan dalam sekali ke perut bumi, namun jangan dibayangkan seperti Goa Jepang yang ada di Indonesia, di sini peralatannya sangat lengkap. Ada beberapa ruang operasi, ruang perawatan, ruang meeting, kamar mandi, bahkan ada mesin pemurni udara.
Waktu sudah menunjukan jam 21malam udara dingin makin terasa menusuk dan kaki terasa pegel,kami buru buru pulang naik trem dengan perasaan puas dengan apa yang kami dapat dalam perjalanan tadi.
Hari kedua di Budapest kami berkunjung ke kantor ibu Dubes ibu HE Wening Esthyprobo F
Hari ketiga. 
HARI KE DUA DI BUDAPEST PAGINYA HUJAN DANN UDARA MAKIN TERASA DINGIN KAMI BERENCANA UNTUK TETAP BERANGKAT KE BEOGRAD SERBIA NAMUN SEWAKTU MELIHAT BAN SEPEDAKU KEMPES DITAMBAH WHEELNYA YANG BERGOYANG SEWAKTU JALAN AKHIRNYA KAMI PUTUSKAN UNTUK PERBAIKAN SEPEDA KEBENGKEL SEPEDA. AKU MASIH INGAT PENYEBAB BAN KEMPES SEPERTI NYA KENAK TUSUK DURI BLUE BARRY SEWAKTU KAMI CAMPING DI DAERAH BRATISLAVA DULU. BAN SEPEDA JOKER JUGA DIOERBAIKI KARENA RODANYA TIDAK LURUS DAN BENJOL JUGA.
26 oktover 2018
Hari ini adalah hari ke 40 kami diperjalanan dan visa kami yang dapat 50hari menjadi tinggal hanya 10hari lagi artinya pada tanggal 5november kami harus sudah keluar dari schangen country,perjalanan yang masih sekitar seribu km lagi tidak mungkin bisa kami selesaikan atau keluar dari negara schangen dalam 10hari maka kami menyingkat waktu dengan naik bus menuju Sofia,kemudian dilanjut lagi naik sepeda ke Turkie.
Check imigrasi hungaria dengan Serrbia di zergeb mulai jam 01pagi sampai jam 04.10 banyak mobil antri kita naik flixbus,terasa bosan juga drngan ntrian yang panjang karena kita sudah terbiasa dengan masuk tanpa check immigrasi di border schangen. Jam 10pagi kami sampai di Sofia Bulgaria,kami langsung menuju KBRI di Sofia Bulgaria. Di Kbri kami ditunggu oleh beberapa staff dan disini kami akan break selama dua hari.(bersambung 8)


Friday, December 7, 2018

6.Jelajah eropa"bertemu warga indonesia di Belanda "



Sabtu 6 oktober

Sepeda kami kembali melaju dari appartemen Metha di daerah Rhon ke arah selatan menuju Kortgene dengan melintasi tiga pulau yang terhubung dengan jembatan jembatan yang super panjang.kami masuk kota odeland lalu terus kearah niew helvoet lalu menyebrang melalu jembatan ke kota Havenhoof pemandangan yang cantik terlihat kearah ke kota ouddrop. Kami sangat bersyukur udara yang cerah dan suhu dikisaran 22c hampir sama dengan di Indonesia bedanya angin yang bertiup dicukup dingin terasa ke tubuh.

Aku turun dari sepeda sewaktu melewati dam yang menghubungkan kota oddrop dengan kota Scarenchdike.

Aku mengirim pesan singkat pada Roell bahwa kami sudah berada di Zierikze dimana disitu kami sempat menyaksikan pelabuhan kuno peninggalan spanyol dulu. Sepeda kami kayuh bersemangat melewati jembatan zeelandburg yang panjangnya sampai 6km,tapi rasanya tidak bosan diatasnya karena cuaca cerah membuat pemandangan kearah pulau menjadi lebih bagus.

Lebih kurang 12km sebelum sampai di desa Kortgene,kami ditunggu oleh Roell dan Esther diujung jembatan Zeeland burg di pulau Noord Beveland,mereka betul betul ekpresive  dan berteriak menyambut kami diujung jembaan. Ini adalah suatu kejutan karena Mereka tidak menyangka kami bersedia mampir ke desa mereka.

Pertemuan yang sangat expressive yang sempat di videokan tanpa sengaja oleh Joker.

Dari jembatan zeelandburg kami jalan bersama Roell dan Esther ke arah Kortgene dan sampai di rumahnya ekitar  setengah jam kemdian.

Roell dan Esther yang dua tahun lalu pernah tinggal dirumahku diRumbai selama tiga hari,menempati suatu rumah yang cukup mewah didaerah turis Kortgene,mereka hanya berdua dan belum punya anak.

Malam itu Roell memasak persiapan makan malam buat kami dam semua pakaian kotor disuruh kumpul dan di cuci oleh esther,sungguh kami merasa diperlakukan sangat istimewa. Kami mengobrol pengalaman sewaktu mereka aku bawa ikut acara fun bike di kota pekanbaru dulu,hal tersebut sangat berkesan bagi mereka.

Aku isterahat dua hari dirumah mereka karena mereka berniat membawa kami melihat pulau Baveland secara menyeluruh,hari senin sengaja mereka berdua meliburkan diri khusus untuk menemani kami,aku sangat menghargai pengorbanan mereka tersebut.hari kedua di pulau Baveland kami dibawa melihat ladang pertanian apel,peer dan peternakan sapi,lalu kami pergi melihat dam otomatis untuk penangkal arus laut agar pulau yang dibawah permukaan laut tidak banjir sewaktu badai besar dari samudra yang pernah menenggelamkan pulau Beveland,sungguh luar biasa tekhnologinya,aku menyaksikan kapal keruk pasir yang bekerja rutin tiap hari mengembalikan pasir pantai yang terbawa ombak kembali dipindahkan ke darat.

Saatnya kami untuk melanjutkan perjalanan menuju Antwerpen yang berjarak lebih kurang 80km dari Kortgene.

Hari selasa 9 Oktober selesai mempersiapkan makan pagi untuk kami lalu Roell dan Esther berangkat kerja saat itu kami berpisah dan tidak lama kemudian kamipun keluar rumah mengayuh sepeda kearah selatan.

Pagi yang indah dan cerah,langit biru,kami dengar kicauan burung.

Merah putih ku kembali berkibar ditiup angin dan menyapa setiap orang yang dilewatinya di pagi yang indah itu.

Disatu tikungan masuk jalan Hofdstraat aku dilambai dan disapa seorang lokal "hello Indonesia" aku juga melambai sambail menyapa "Hello".

Kira kira sepuluh menit setelah itu didepan kami tiba tiba parkir sebuah mobil dan seorang ibu yang berwajah asia dan necis menyapa kami "selamat pagi pak" bukan main senangnya mendengar sapaan tersebut dinegri asing ini,aku parkir sepeda lalu menyapa..haaah ibu orang Indonesia rupanya.. ibu ella yang menetap di kota Kertgene dan bersuamikan orang lokal telah mengejar kami sewaktu diberi tahu suaminya yang melihat ada seseorang bersepeda membawa bendera Indonesia.

Terimakasih bu ella yang berbaik hati untuk berhenti dan menyapa kami,ada rasa bangga karena masih ada orang Indonesia yang sangat peduli ketika melihat merah putih dan saudaranya sebangsa di negri asing. Semoga ibu tetap sehat dan sukses dirantau dan jangan lupa mampir kalau ibu kebetulan ke pekanbaru.

Salam merah putih...🙏

Jalan sepeda yang kami tempuh mulus sekali hanya saja kami sering kesasar disetiap persimpangan,pernah sewaktu kami akan memasuki jembatan di Belgia ternyata jembatannya di angkat atau terputus,mungkin jembatan tersebut ada scheduke buka tutupnya untuk kapal lewat,akhirnya kami harus putar arah mencari jalan alternatif berputar mencari jembatan yang terpasang di selat scheldt memasuki kota Antwerpen tersebut.

Terasa geliatnya kota Antwerpen yang unik dengan gedung gedung tua yang terawat,penduduknya terlihat berpakaian rapi dan kalau berjalan cepat mungkin ini pengaruh cuaca dingin kalau jalan cepat badan akan jadi hangat,banyak juga para pesepeda sepertinya disini sepeda juga jadi alat transport yang favorit,beda dengan Indonesia kalau di daerah eropa dan antwerpen ini orang bersepeda berpakaian necis pakai jas seperti orang kantoran.

Aku berhenti istirahat disuatu alun alun kota yang ada kursinya dan istirahat sebentar disitu dan makan bekal roti yang ada.

Kemudian melanjutkan perjalanan ke jalan charlotale Antwerpen yaitu rumah Andoni Michelena warga lokal yang akan menampung kami malam nanti.

Menjelang apartemen Andoni tinggal sering seringberpapasandengan orang orang Jew yang berkemeja putih dan jas hitam dan ciri khasnya mereka lagi memanjangkan rambut di kiri kanannya sampai kadang kadang ke bahu, laki laki tua muda kecil semuanya seperti itu,dan biasanya mereka pedagang dan ahli mengolah berlian atau diamond. Mengetahui daerah tersebut banyak jahudinya aku sedikit agak khawatir kalau seandainya dia seorang jew mungkin dia akan keberatan juga menerima mengetahui kami muslim,

Sampai di apartemen Andoni aku meenelponnya dan tidak berapa lama seorang laki laki paroh baya muncul sambil gendong anak,aku menyalaminya sambil kenalkan diri. Kami masuk lift yang kelihatan sudah tua dengan pagar dari jeruji besi dan berhenti di lantai delapan. Apartemen Andoni dilantai delapan ini cukup luas dan mewah menurutku,beda dengan tampilan luar dari gedung ini yang kelihatan kuno.

Saya dan joker diberi satu kamar dan kasur empuk.

Andoni seorang dosen di universitas Antwerpen,dotor dibidang chemistry dan salah satu hobinya juga bersepeda touring jarak jauh. Sudah hampir seluruh benua di kelilinginya dan kalau sekali turing akan makan waktu satu tahun,kemudian istirahat mengajar dan disambung lagi lain waktu. Rencananya tahun 2019 akan touring bersepeda lagi dari alaska lewat pantai barat Usa dan Berakhir di Argentina Amerika selatan. Hanya saja indonesia belum pernah didatanginya dan dia sudah agendakan akan ke indonesia setelah turingnya di Amerika. Andoni sangat memperhatikan kebutuhan kami karena katanya dia akan berbuat yang terbaik untuk pesepeda jauh karena dia bisa merasakan bagaimana perasaan seorang peturing sepeda.  

Pagi tadi 10oktober dari rumah Andoni Machelin teman warmshower orang lokal di daerah charlotte Antwerpen kami berangkat menuju Brussel. 

Cuaca cerah namun kami tetap memakai wind breaker karena masih belum kuat menahan sejuknya tiupan udara dingin. Semakin siang matahari makin terasa hangat dikulit,terlihat dari smartphone suhu 21c sepertinya menyamai di Indonesia. Kami mengayuh lebih santai karena jarak yang akan ditempuh sampai kbri Brussel hanya 50km. Belgia termasuk negara yang juga nyaman untuk pesepeda dan pejalan kaki,jalan khusus sepeda denga cor warna merah dibuat terpisah dari mobil,tidak ada satupun kendaraan mobil yang coba coba memasuki jalan pesepeda atau pejalan kaki karena dendanya terlalu tinggi. Aku berangan angan dalam perjalanan ini,Pekanbaru punya potensi jadi kota sepeda karena kontur jalannya yang datar dan masih dalam pengembangan kota,kalau pembangunan direncanakan dengan jalan khusus sepeda yang terpisah lalu ditanami pohon pohon yang rindang tentu banyak warga yang akan gunakan sepeda sebagai alat transportnya dan hal ini tentu mengurangi polusi,boros bbm dan mengurangi kemacetan.

Saat ini umumnya uni eropa sudah mengurangi pemakaian bahan bakar gas dan minyak sampai 40%,yaitu mengambil tenaga surya,angin,ombak dan memakai kendaraan sepeda. Sepertinnya semakin maju suatu negara warganya semakin sadar untuk bersepeda guna mengurangi polusi udara dan menjaga kesehatan.

Beberapa ruas jalan sebelum memasuki kota Brussel sedang dalam perbaikan,aku coba bertanya ke petugas perbaikan saat itu kenapa harus dibongkar jalan sebagus ini?dan dia menjawab jalan ini sudah lima tahun dan kelihatan sedikit begelombang,katanya bisa membahayakan pesepeda,suatu komitmen pemerintah yang ingin menghindarkan warganya dari kecelakaan sangat aku kagumi.

Setelah menempuh perjalanan dari Antwerpen Sejauh lebih kurang 52 km akhirnya jam 14.15 waktu setempat kami sampai di KBRI Brussel.

Alhamdulillah kami disambut oleh ibu Ance Maylany sekretaris pertama dan atase perindustrian bapak Ari Indarto Sutijatmo dan beberapa staff kbri.

Pada kesempatan yang sama kami berkesempatan beramah tamah dengan bapak Yuri Octavian Thamrin yang berasal dari Payakumbuh sebagai Duta besar luar biasa dan berkuasa penuh RI untuk BELGIA

MERANGKAP LUKSEMBURG & UNI EROPA. Setelah menyampai kan misi kami untuk silaturahim dengan masyarakat eropa serta promosi wisata riau dan charity ride untuk pesantren wakaf yayasan Al Marwa Riau  yang kami bina di Pekanbaru lalu menyerahkan postcard wisata Riau pada pak Dubes dan menyampaikan salam dari kadin wisata Riau. InsyaAllah hari ini kami istirahat dan jadi tamu di KBRI Brussel sebelum melanjutkan perjalanan esok hari.

(bersambung)